Kamis, 22 November 2018

Sejarah Bani Umayyah (Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam)

SEJARAH BANI UMAYYAH


MARWAN BIN MUHAMMAD 



Latar Belakang

Marwan bin Muhammad lahir tahun 72 H atau 694 M, ayahnya bernama Muhammad bin Marwan bin Hakam. Sebelumnya dia adalah seorang jendral perang yang dipercaya oleh Walid II untuk menjadi gubernur Armenia. Beberapa kali berperang melawan pasukan Khazar.

Ketika memasuki Damaskus dan menemukannya dalam kondisi kosong, maka Marwan pun segera mencari putra Walid II yang diwasiatkan sebagai calon khalifah penerus. Namun ternyata ditemukan sudah tak bernyawa. Seketika itu semua kebingungan guna memutuskan siapa yang berhak menajdi pengganti khalifah. Konon yang mengusulkan Marwan menjadi khalifah adalah Abu Muhammad As-Sufyani yang bernama asli Ziyad bin Abdullah bin Yazid bin Muawiyah, atas dasar puisi karangan Hakam bin Walid sebelum meninggalnya, untuk menyerahkan urusan kepada Marwan, pamannya.

Maka Marwan pun dilantik sebagai khalifah pada tahun 126 H, dikenal dengan nama Marwan II, untuk membedakan dengan kakeknya yaitu Marwan bin Hakam.

Kebijakan Khalifah Yang Mengagetkan

Setelah diangkat sebagai khalifah Daulah Islam, Marwan ternyata membuat kebijakan yang mengagetkan. Dia menyuruh orang agar menggali kuburan Yazid III yang sudah meninggal 2 bulan sebelumnya, untuk dikeluarkan mayatnya dan disalibkan di gerbang kota Damaskus.

Ini sebagai ganti pembunuhan Yazid III kepada Walid II yang telah memenggal kepala Walid II dan diarak kepalanya di seluruh kota. Kekejian dibalas dengan kekejian, atas nama jabatan khalifah!

Huru-hara Pemberontakan

Hampir sepanjang pemerintahan Marwan dihabiskan untuk memadamkan gejolak pemberontakan dimana-mana. Sulaiman bin Hisyam melakukan penghimpunan massa dan memberontak. Namun dapat dipadamkan, Sulaiman sendiri melarikan diri ke daerah India dan wafat disana.

Kaum Khawarij di Yaman secara terang-terangan melawan khalifah, bahkan Irak, Kufah hingga Mosul sudah dikuasainya dengan pemimpinnya bernama Dahhak bin Qais. Namun khalifah Marwan berhasil menumpasnya, Dahhak sendiri terbunuh dalam peperangan melawan khalifah.

Belum lama berselang Kufah bergolak lagi. Kali ini digerakan oleh Abdullah bin Muawiyah bin Abdullah bin Ja'far bin Abu Thalib dari keluarga Hasyimi. Marwan pun kembali menggempur Kufah, namun pemimpinnya dapat meloloskan diri ke Khurasan. Tiba disana berhadapan dengan Abu Muslim Al Khurasani dan dibunuhnya.

Kelahiran bibit Daulah Abbasiah

Khurasan sendiri mulai bergerak melawan khalifah. Di bawah pimpinan Abu Muslim Al Khurasani dimulailah gerakan daulah Abbasiah. Mereka bergerak dengan pasukan besar meninggalkan Khurasan menuju Irak dan berhadapan dengan pasukan khalifah Marwan II.

Pasukan Marwan hancur lebur, khalifah sendiri melarikan diri ke Suriah, lalu diteruskan ke Mesir. Tapi disana dia tertangkap oleh pasukan Jendral Shalih bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib.

Runtuhnya Dinasti Bani Umayyah

Setelah tertangkap, Marwan bin Muhammad lantas dihukum mati di Mesir. Kepalanya dipancung oleh Panglima Shalih bin Ali, dan diserahkan kepada keponakannya yaitu Abu Abbas As-Shaffah penguasa khalifah di Kufah.

Marwan wafat di Mesir ketika hendak menyebrang sungai Nil, pada tahun 132 H dalam usia 62 tahun. Masa kekuasaannya hanya 5 tahun 10 bulan.

Dengan meninggalnya Marwan II maka tamat sudah khalifah penguasa dari bani umayyah. Selanjutnya digantikan oleh khalifah dari keturunan Bani Abbasiah.

(Tamat)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar