Senin, 19 November 2018

Sejarah Bani Umayyah (Yazid bin Abdul Malik)

SEJARAH BANI UMAYYAH


YAZID BIN ABDUL MALIK



Wasiat sepupu yang sholeh

Di saat-saat terakhir jelang wafatnya, khalifah Umar bin Abdul Aziz menunjuk sepupunya, Yazid bin Abdul Malik untuk menggantikannya sebagai khalifah. Umar berpesan agar Yazid meneruskan jejak langkahnya guna meluruskan sejarah kelam Bani Umayyah, melaksanakan negara sesuai syariat Rasulullah dan berpegang teguh kepada Alquran dan sunnah.

Yazid bin Abdul Malik pun menjalankan wasiat sepupunya khalifah yang sholeh tersebut. Di awal pemerintahaannya khalifah Yazid bin Abdul Malik banyak mencontoh kepada jejak langkah Umar bin Abdul Aziz. Ternyata hal ini membuat para penghuni istana gelisah, terutama mereka yang mengharapkan adanya perubahan status quo dan gelimang harta kembali ke pangkuan mereka.

Kembalinya Hedonisme Bani Umayyah

Mendapat tekanan sedemikian rupa, khalifah Yazid bin Abdul Malik pun menyerah. Tatanan kebijakan dan kehidupan bernegara yang sudah diprakarsai oleh Umar bin Abdul Aziz ternyata hanya mampu bertahan selama 40 hari saja. Selanjutnya khalifah membuat kebijakan baru, yaitu mengembalikan kekuasaan dan segala properti kekayaan kepada istana, segala hak para pejabat istana yang di masa Umar bin Abdul Aziz dicabut untuk mengisi baitul mal, kini diambil dan dikembalikan lagi kepada istana. Kontan mereka pun mendapatkan kembali kemewahan seperti dahulu sebelumnya.

Bahkan khalifah Yazid sendiri sudah melupakan pesan dari Umar bin Abdul Aziz tentang kesederhanaan dan kehidupan akhirat. Kini hidupnya diisi dengan sering berpesta-pora dan meminum minuman keras. Bahkan Yazid terkenal suka bermain dengan para wanita nakal. Bahkan banyak terdapat dayang-dayang yang begitu istimewa di sisinya, lebih istimewa dari urusan pemerintahan yang seharunya diurusinya.

Prestasi Yazid bin Abdul Malik

Berbicara prestasi, khalifah Yazid sama sekali kurang cakap menjalankan pemerintahan. Terbukti disana-sini banyak terjadi pemberontakan rakyat kepada pemerintah, sebagai bukti antipatinya mereka terhadap khalifah. Namun berbagai gejolak itu dapat dipadamkan oleh khalifah dengan menggunakan tangan besi.

Itu pun atas bantuan saudaranya Jendral Perang Maslamah bin Abdul Malik yang melakukan pembasmian dan pemusnahanterhadap beberapa kalangan yang dianggap pemberontak, seperti misalnya pada keluarga Yazid bin Muhallib yang ditumpas bersama seluruh keluarganya tanpa sisa. Peristiwa berdarah tersebut menyisakan luka dendam di hati rakyat dan kebencian mereka terhadap daulat Bani Umayyah, dan menimbulkan bibit-bibit perlawanan yang lebih besar lagi...

Pernah juga khalifah melakukan penaklukan ke wilayah Armenia Utara, sekitar Danau Laut Kaspia dan wilayah Khazars (Rusia). Sementara di sebelah barat, para gubernurnya mampu melakukan perluasan wilayah sampai ke Perancis Selatan, Avignon, Toulun dan Lyon.

Khalifah Meninggal

Pada akhirnya setelah 4 tahun berkuasa, khalifah Yazid bin Abdul Malik pun meninggal, dalam kondisi seperti orang linglung. Satu riwayat mengatakan beliau terkena sakit paru, namun riwayat lain mengatakan bahwa khalifah merana berkepanjangan akibat meninggalnya salasatu dayang terkasihnya yang bernama Hubabah, sehingga menyampaikan dia pada ajalnya sendiri...

Sebelum meninggalnya, Yazid bin Abdul Malik sempat menunjuk penggantinya dua orang, pertama saudaranya sendiri yaitu Hisyam bin Abdul Malik, kedua anaknya bernama Walid bin Yazid.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar