YAZID BIN WALID (YAZID III)
Latar Belakang
Yazid bin Walid bin Abdul Malik bin Marwan, atau Yazid III, naik tahta pada tahun 126 H atau 744 M, setelah berhasil membunuh sepupunya sendiri yakni Walid bin Yazid bin Abdul Malik bin Marwan atau Walid II, dengan cara mengepung istana Damaskus dan memancung kepalanya.
Kebijakan Khalifah
Kebijakan Yazid III ketika pertama kali naik tahta adalah mengurangi gaji tentara yang sebelumnya telah dilipatgandakan oleh Walid II yang kala itu untuk meraih dukungan loyalitas pasukannya. Kebijakan tersebut memancing keresahan, dan dia dijuluki An-Naqish, si Pengurang.
Hampir sejak awal pemerintahan Yazid III selalu diguncang prahara, pemberontakan Khurasan, juga di Yamamah, bahkan salaseorang Gubernurnya di Armenia bernama Muhamad bin Marwan sempat hendak melakukan kudeta, namun akhirna dapat diselesaikan dengan cara memberikan Gubernur Marwan wilayah kekuasaan yang lebiih luas.
Masalah timbul juga dari sepupunya sendiri, Sulaiman bin Hisyam, yang di masa Walid II dia ditangkap digunduli dan dipenjara, oleh Yazid III dia dibebaskan. Namun setelah bebas, ternyata Sulaiman bin Hisyam juga merasa dia berhak atas tahta warisan ayahnya yang sekarang ditangan Yazid bin Walid. Sulaiman pun menghimpun dukungan. Namun Khalifah Yazid III begitu mengetahui hal tersebut lantas mendekati Sulaiman dan membujuknya agar menghentikan perbuatannya tersebut dan diajak untuk bersama mengelola warisan Bani Umayyah itu secara baik-baik. Sulaiman pun akhirnya mau kembali berbaiat kepada Yazid III.
Wafatnya Sang Khalifah
Khalifah Yazid III sebetulnya bermaksud mengembalikan kemuliaan dan kekuatan Bani Umayyah seperti para pendahulunya. Dia juga seorang yang sholeh dan tidak berambisi akan kekuasaan. Terbukti ketika disaat sakit kritis menjelang wafatnya beliau enggan membuat surat wasiat siapa yang menjadi penerusnya. Namun sebagian orang berpendapat, bahwa kelak Ibrahim bin Yazid putranya berhak atas tahta kekhalifahan.
Khalifah Yazid III hanya menjabat selama 6 bulan saja, dan beliau wafat dalam kondisi tertekan karena permasalahan pelik berkepanjangan. Wallau a'lam.
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar