Kamis, 05 Juli 2018

Sejarah Khulafah Rasyidin (Abu Bakar)


ABU BAKAR AS-SHIDIQ


Diangkat Sebagai Khalifah Rasul

Abu Bakar As-Sidiq yang bernama asli Abdullah bin Abu Quhafah menjadi Khalifah Islam pengganti rasulullah sekitar tahun 632-634 M, adalah salasatu sahabat rasulullah yang pertama kali memeluk agama Islam. Rasulullah amat menyayangi dan mencintai Abu Bakar, karena sahabatnya inilah yang sejak pertama membantu beliau menegakkan agama Islam dengan segenap harta jiwa raganya.




Setelah wafatnya rasulullah, para sahabat nabi pun sepakat untuk mengangkat Abu Bakar sebagai pemimpin tertinggi kaum muslimin melanjutkan dakwah rasulullah dalam membina negara Islam Madinah. Walaupun awalnya Abu Bakar merasa keberatan karena masih banyak sahabat nabi yang lain, namun semua sepakat bahwa rasulullah telah menunjuk Abu Bakar sebagai imam sholat ketika beliau sakit. Ini pertanda kedudukan Abu Bakar yag istimewa di sisi Allah dan RasulNya.

Membentuk Pasukan Penjaga Ketertiban Negara Madinah

Masa pemerintahan Abu Bakar sungguh berat, karena beliau disamping bertanggung jawab terhadap keamanan serta seluruh kegiatan peribadahan kaum muslimin, juga harus menghadapi kabilah-kabilah yang kembali murtad. Sebagian menentang kepemimpinan beliau dan enggan membayar zakat. Akhirnya setelah syura dengan para sahabat besar lainnya, semuanya sepakat bahwa para pengacau dari kaum murtad dan pengkhianat agama itu harus diperangi.

Maka Abu Bakar pun membentuk pasukan penjaga ketertiban dan kewibawaan kaum muslimin, untuk melakukan pembersihan dan menyatukan kembali kaum muslimin yang hampir tercerai berai dengan wafatnya rasulullah. Abu Bakar bersikap tegas dengan para pembangkang yang enggan membayar zakat sehingga mereka akhirnya tunduk patuh kembali ikut ajaran Islam.

Memerangi Nabi Palsu

Tugas berat Abu Bakar lainnya adalah memerangi orang-orang yang mengaku sebagai nabi. Padahal tidak ada lagi nabi dan rasul Allah setelah Rasulullah Muhammad SAW. Diantara mereka ada yang bernama Musailamah Al Kadzdzab. Orang ini pernah berjumpa dengan nabi sewaktu beliau hidup (Lihat Sejarah nabi Muhammad edisi Madinah). Namun sepeninggal rasulullah, sikap Musailamah semakin kurang ajar dan melepaskan diri dari kekuasaan kaum muslimin Madinah, serta menghasut kabilah-kabilah arab lainnya untuk bersatu melakukan pemberontakan.

Maka Abu Bakar pun mengirim pasukan yang dipimpin Khalid bin Walid untuk menghentikan pemberontakan Musailamah AlKadzzab. Pertempuran pun terjadi di Yamamah, dan Musailamah tewas terbunuh. Sementara dari kaum muslimin juga banyak para penghafal AlQuran yang turut menjadi syuhada. Peperangan akhirnya dimenangkan oleh kaum muslimin, dan pemberontakan pun berakhir sudah.

Upaya Mengumpulkan Alquran

Melihat begitu banyaknya para penghafal AlQuran yang syahid dalam Perang Yamamah, Abu Bakar merasa kuatir dengan keberadaan AlQuran. Beliau pun mengadakan musyawarah dengan para sahabat yag lain seperti Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidilah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidillah bin Al Jarrah, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Mas'ud, dan lain-lainnya.

Hasil syura' mufakat untuk mengumpulkan para penghafal quran yang masih hidup, kemudian disuruh membacakan hafalannya dan ditulis. Yang mendapat tugas mengumpulkan dan menulis adalah Zaid bin Tsabit. Hafshah binti Umar juga termasuk salasatu yang mahir menulis dan mengumpulkan lembaran tulisan AlQuran yang waktu itu masih ditulis dalam lembar kulit binatang atau tulang unta. Semua dikumpulkan dan ditulis ulang. Namun sebelum selesai pengumpulan Abu Bakar keburu wafat.


Pergerakan Pasukan Muslimin

Usai Perang Yamamah, Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk meneruskan pasukan menyusuri sisi timur sampai perbatasan Persia. Di tepi sungai Eufrat Irak terjadi pertempuran antara kaum muslimin dengan pasukan Persia. Dan pasukan muslimin beroleh kemenangan. Khalid meneruskan langkah menuju utara yaitu arah Syam. Sementara sebagian pasukan diserahkan kepada Mutsanna salah seorang prajurit terbaiknya untuk berjaga di perbatasan Persia.

Memasuki Syam Khalid bin Walid membawa kurang lebih 40.000 prajurit berpengalaman, berencana hendak menaklukan kota Damaskus. Namun disana telah menanti kurang lebih 150.000 tentara Romawi dengan berbagai senjatanya yang lengkap. Pasukan muslimin dibawah komando Khalid tak gentar langsung terjun menghadapi pasukan romawi dengan semangat jihad membawa agama Islam ke bumi Syam.

Akhirnya perjuangan itu membawa hasil, Damaskus pun jatuh ke tangan kaum muslimin. Mendengar kekalahan tentaranya di Damaskus, Kaisar Heraklius tak tinggal diam, dia langsung terjun memimpin sendiri tentaranya menuju Damaskus dengan tambahan ratusan ribu personil, yang mampu membuat Khalid terpukul mundur dan keluar dari Damaskus. Pasukan Romawi ternyata terus mengejar kaum muslimin sampai ke lembah Yarmuk. Di saat persiapan Perang Yarmuk inilah tersiar kabar wafatnya Khalifah Abu Bakar di Madinah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar