Lama tidak mengupdate blog rasanya kangen juga. Sebetulnya banyak bahan yang hendak dituliskan tetapi belum kesampaian juga, mudah-mudahan meski nyicil tapi tujuan memahami sejarah ini dapat segera diselesaikan. Amiin.
Baiklah, kita lanjutkan kisah perjalanan Adam yang Allah turunkan ke Bumi...eh, Dunia eh..Ardhu...apalah namanya, yang jelas yang di sini ini, tempat kita - anak cucunya - sekarang berada.
Mungkin ada yang bertanya, bagaimana ya cara turunnya Adam dari "Jannatu Adn" ke tempat kita sekarang, terbang kah? pake pesawat atau kayak supermen gitu? atau mungkin pake teknologi teleportasi lewat jalur khusus, sim salabim, sampe deh...:) Wallahi A'lam, itu mah bukan urusan kita, gak tahu juga gak apa-apa, gak dosa. Yang jelas bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Lha.. di jaman nabi Sulaiman saja ada manusia yang seperti itu, mampu membawa singasana Ratu Balqis dalam sekejap mata (yang belum tahu, silakan baca artikel di blog ini mengenai Teknologi Nabi Sulaiman, seru !) Jadi...kenapa musti heran? contoh terupdate teknologi ini kembali muncul di jaman Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dalam peristiwa Isra Mi'raj beliau, sebagai hadiah dari Sang Pangasih untuk yang terkasih, berupa hiburan tamasya terindah yang tiada dua-nya hingga akhir jaman...subhanallah...
Baik, kita lupakan proses perjalanan Adam ke bumi, walau ada sesuatu yang mengganjal. Yaitu bahwa Adam tidak diturunkan berbarengan dengan sang kekasih istri jelita tercinta? tapi dipisah....sekali lagi sodara-sodara..DIPISAH. Dipisah? tapi..kenapa? hukuman untuk keduanya gara-gara melanggar larangan Allah? mungkin. Ataukah untuk membersihkan keduanya? bisa jadi. Yang jelas kabar keterpisahan keduanya adalah sohih. Dan kisah pertemuan keduanya kembali menjadi salahsatu kisah yang paling menghebohkan dalam sejarah, begitulah, setidaknya menurut kesaksian gunung-gunung dan batu serta padang pasir hehehe...itu pun kalo gak ada onta yang lewat saat itu. Kalo kebetulan ada, yah boleh lah si onta ini kita undang seminar kesaksian pertemuan Adam dan Hawa, setidaknya sebagai saksi hidup, dari pada kerikil, pasir atau kurma yang berbuahnya juga jarang-jarang. Setidaknya generasi onta sekarang harusnya tahu atow ngeh kalo nenek buyutnya dolo tlah turut menjadi saksi pertemuan bersejarah tersebut...Huahahahaha.....
Halah...ayo kita kembali lihat ditanah mana Adam diturunkan. Mari kita simak kutipan berikut :
---------
" Di dalam kitab ad-Durrul Mantsur, disebutkan “Maka kami katakan,
‘Turunlah kalian … “, dari Ibnu Abbas, yakni: Adam, Hawa, Iblis, dan
ular. Kemudian mereka turun ke bumi di sebuah daerah yang diberi nama
“Dujjana”, yang terletak antara Mekah dan Thaif. Ada juga yang
berpendapat Adam turun di Shafa, sementara Hawa di Marwah. Telah
disebutkan dari Ibnu Abbas juga bahwa Adam turun di tanah India."
Diriwayatkan Ibnu Sa’ad dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas, dia
mengatakan, Adam diturunkan di India, sementara Hawa di Jeddah.
Kemudian Adam pergi mencari Hawa sehingga dia mendatangi Jam’an (yaitu
Muzdalifah atau al-Masy’ar). Kemudian disusul (izdalafat) oleh Hawa.
Oleh karena itu, tempat tersebut disebut Muzdalifah.
Diriwayatkan pula oleh Thabrani dan Nua’im di dalam kitab al-Hilyah,
serta Ibnu Asakir dari Abu Hurairah, dia bercerita, Rasulullah saw
bersabda: “Adam turun di India.”
Sementara Ibnu Asakir menyebutkan ketika Adam turun ke bumi, dia turun di India.
Di dalam riwayat Thabrani dari Abdullah bin Umar disebutkan :
“Ketika Allah menurunkan Adam, Dia menurunkannya di tanah India.
Kemudian dia mendatangi Mekah, untuk kemudian pergi menuju Syam (Syria)
dan meninggal disana.” (HR. Thabrani)
Dari riwayat-riwayat secara global disebutkan bahwa Adam turun ke
bumi, dia turun di India (Semenanjung Syrindib, Ceylon/Srilanka) di atas gunung
yang bernama Baudza. Di dalam kitab Rihlahnya, Ibnu Batuthah
mengatakan: “Sejak sampai di semenanjung ini, tujuanku tidak lain,
kecuali mengunjungi al-Qadam al-Karimah (Adam Bridge). Adam datang ketika mereka
tengah berada di semenanjung Ceylon”.
Syaikh Abu Abdullah bin Khafif mengatakan: “Dialah orang yang pertama kali membuka jalan untuk mengunjungi al-Qadam.”
--------
Tentang kisah jembatan Nabi Adam ini, terdapat kisah menarik, yaitu adanya mitos seputar jembatan. Para penganut hindu di India beranggapan bahwa jembatan tersebut dibuat oleh seorang ksatria purba bernama Rama Regawa, salah seorang titisan Dewa Wisnu, dengan balatentaranya termasuk ribuan ekor kera yang dikerahkan untuk membuat jalan dalam rangka penyerangan kerajaan purbakala bernama Alengka Dirja (lakadalah...jangan-jangan sudah termakan komik nih...iya deh, baca aja komiknya Ramayana karangan R.A. Kosasih, kira-kira begitulah...)
Kalo dipikir-pikir, memang tidak ada yang salah dengan mitos ini, kalaupun memang raja nan gagah perkasa ini pernah ada, dan memang ditunjukkan dengan bukti peninggalannya berupa puing-puing keraton ayodyapala, maupun lapangan kurusetra, atau sisa radioaktif bekas peperangan nuklir nan hebat dalam peristiwa Bharatayudha yang dapat terdeteksi oleh peralatan modern sekarang. Dan tidak ada salahnya juga kalau kaum ini pernah ada, namun kita pastikan bahwa mereka bukan termasuk golongan MANUSIA. Karena Adam saja baru turun dan dia pun melihat-lihat hasil karya makhluk-makhluk sebelumnya yang luar biasa itu, tatkala pertama kali diturunkan di semenanjung Ceylon. (Untuk mengetahui lebih detail tentang Rama Regawa, atau kebenaran keberadaan kerajaan para wayang itu, silakan lihat artikel di blog ini yang berjudul ...)
TO BE CONTINUED....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar