Senin, 04 Juni 2012

Turunnya Adam di Bumi (2)

Di dalam kisah Adam Sang Khalifah (lihat blog ini kategori Peradaban Manusia), terlihat bagaimana Allah begitu memuliakan Adam di atas makhluknya yang lain baik jin maupun para malaikat yang telah Dia ciptakan lebih dulu. Bahkan puncaknya pada peristiwa sujudnya seluruh makhluk, sebagai pertanda takluk, dan bersedia dibawah Adam. Cuma satu yang tetap berdiri, dengan dagu terangkat, tangan bersilang di depan dada dan kaki mengangkang, dengan mata setengah terpicing, meremehkan, pongah, congkak dan menantang!

Itulah dia Azazil, salah satu golongan jin yang merasa risih harus menghormati makhluk kemarin sore.
"Cuih..baru bisa segitu saja sudah minta disembah, gua aja yang udah beratus tahun berdzikir 'en ruku serta sujud, kagak pernah dibeginikan, cuihh...:." hehehe, begitu kira-kira sodare-sodare dalam hatinye si ibelis, nape ngomongnye jadi betawi bgini ye, emangnye si belis orang betawi? pan ntu kagak betul pan sodare-sodare?

Selanjutnya bisa dibaca di artikel yang lalu. Kpanjangan sih...:p

Sekarang kita lihat bagaimana Adam tengah kebingungan di tengah hutan belantara pas tengah-tengahnya, untungnya bukan pas tengah kuburan yang pas tengahnya bolong pas tengah malam pas....halah, maksudnya apa sih?

Maksudnya mah, ngerti dah gitu, gimana suami yang ditinggal pergi istri trus gak pulang-pulang smaleman, trus anaknya nangis, trus hujan lebat diiringi petir menggelegar, trus gak ada makanan sebutir pun di dapur trus anaknya merintih memelas " kapan emak pulang, Beh..?" hehehe, kbayang kan gimana pusing tujuh  kelilingnya si babeh? Nah apalagi Adam yang berada di tengah hutan sendirian, bingung entah di negeri entah berantah mana lagi...:p

Kondisi Adam mungkin bisa dibayangkan seperti orang kaya yang jatuh pailit, seluruh kekayaannya ludes, yang tersisa cuma baju yang nempel di badan doang, itu pun kalo gak malu dan ada yang mau beli, pasti dijual buat nyambung idup. Besok hari  mah, gimana besok aja katanya, idiiih..kok gitu?

Luar biasanya lagi, Adam yang di syurga mengenakan pakaian mewah, tebal, berkilauan, senantiasa memakai wewangian yang harum baunya, tidur di dipan nan empuk, kalo laper sudah terhidang makanan nan lezat serta minuman yang menggiurkan. Gerah dikit, istri disamping siap melayani, kurang apa lagi?

Itulah anehnya kita yang terkadang selalu mencari-cari yang tidak ada dan melupakan kenikmatan yang ada, kenapa kita tidak belajar bersyukur saja? Jangan sampai penyesalan Adam yang telah kehilangan berbagai kenikmatan tersebut turut menimpa kita pula, gara-gara kita yang tidak pandai bersyukur...nah lo :-O

Kondisi Adam benar-benar memprihatinkan, tubuh yang dahulu putih bersih, kokoh dan gagah, kini tiada lagi, berganti dengan tulang dibalut kulit selembar. Tubuhnya kotor, bau, rambut dan janggutnya kotor seradakan, matanya cekung. Tergambar penderitaan lahir-batin begitu hebatnya. Menghadapi alam yang keras dan liar ini, harus bagaimanakah, sementara dia hanya sendirian, sedang istrinya entah di mana pula...

Namun ternyata tidak semuanya hilang. Dalam dirinya masih bersinar kegagahan ilmu pengetahuan yang sempat mengantarkannya ke puncak kekuasaan, mengalahkan seluruh makhluk lain. Dan terutama adalah ilmu tentang ketuhanan, tentang pengenalan akan kekuasaan dan kemahabesaran Allah. Diapun teringat dengan misi yang akan Allah bebankan kepada dia dan anak keturunannya. Masih terngiang di telinganya detik-detik sesaat sebelum ia diturunkan ke bumi, Allah SWT berfirman kepadanya :

“Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (Q.S. Al-Baqarah [2]:36)

“Turunlah kamu dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:38)

Adam sadar, dalam murkaNya, Allah adalah tetap Sang Maha Pengasih. Sebejat apa pun kelakuannya, tetap dikasih kesempatan kembali, bahkan makhluk sebusuk si iblis, yang sudah nyata-nyata menantang Allah, malah di kasih kelapangan dan panjang umur. Bahkan ketika iblis - makhluk yang diciptakanNya - berpaling tanpa berterima kasih, malah melakukan provokasi dan membuat ultimatum penghancuran kepada Adam beserta seluruh keturunannya, Allah tetap lembut dan mengizinkan sesuai dengan keadilan-Nya yang penuh hikmah.

Mengingat Allah, membuat Adam sadar bahwa saat ini tak ada waktu lagi untuk bersedih terus-menerus mengenang masa lalu. Tiba saatnya bekerja keras, kemudian memohon petunjuk kepada Allah serta dikaruniai termasuk hamba-Nya yang mengikuti petunjuk-Nya.

Demikianlah, mulai saat itu Adam pun sudah kembali bergairah. Pakaian syurga yang dulu hilang diganti dengan dedaunan dan kulit kayu. Dia tidak mengeluh, karena inilah kerja keras. Inilah dunia. Dan ia sudah memahami itu. Dia semakin sadar akan kehebatannya sebagai makhluk Allah yang istimewa, yang memang Alah siapkan segala sesuatunya untuk mengelola dunia, sebagai Khalifah fil Ardh, penguasa di muka bumi, pengganti penguasa-penguasa bumi sebelumnya...

Dan ketika dia menginjakan kakinya di sebuah jembatan purba, melongo menatap hamparan lautan yang luas, diapun sadar bahwa dunia bukan sebatas hutan belantara semata. Mulailah terbersit dalam pikirannya untuk mencari sang istri, mudah-mudahan Allah mengabulkan doanya serta mempertemukan dia dengan istrinya tercinta.....

TO BE CONTINUED....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar