Senin, 04 Juli 2011

Persaingan yang ketat

(Lanjutan seri Kelahiran Sang Khalifah)

Ketika tiba waktunya, maka pertandingan berlangsung seru sekaligus menegangkan, karena menyangkut kehormatan masing-masing penghuni, yang kalah harus mengakui kekalahan dan menunduk kepada pemenangnya siapa pun dia. Dan inilah finalis akhir dari petandingan yaitu Jibril (Gabriel) dan Mika'il (Michael) dari grup Malaikat, Azazil mewakili bangsa Jin, dan ketiga...Adam, makhluk baru itu...

" Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini...." (Al Baqarah : 33)

Sebagian mufasir mengatakan bahwa tes uji disini seperti analisa logika, filsafat, fisika dan sebagainya. Wallahu Alam. Waktu itu tidak ada yang dapat mengalahkan kecerdasan Adam, tidak Azazil si Perkasa, tidak pula Jibril Sang Jendral Terhebat. Semua hadirin dibuat termangu, rasa kagum memuncak menyaksikan kegagahan dan kejeniusan Adam, si makhluk baru. Dan Allah pun berfirman :

"Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Al-Baqarah : 33)

Apa yang dimaksud Allah dengan "sembunyikan"??

Ternyata Allah SWT Maha Mengetahui tentang getaran hati salah satu makhluknya, getaran rasa iri-dengki, getaran ujub dan sombong yang tercundang, itulah maka disampaikan sindiran "..yang kamu sembunyikan" dengan harapan kiranya dapat menyadarkan si makhluk bahwa apa yang dirasakan merupakan godaan semata.Agar segera sadar dan bertaubat kembali taat kepada kehendak Allah SWT. Kelak akan diketahui siapa pemilik kedengkian ini tatkala Allah membuat ujian lain kepada para makhluk-Nya ini.

Allah sangat awas dengan hal tersebut. Dan sekali dia berkehendak, tak ada satu pun yang mampu menolak. Allah sering kali memberi kesempatan kepada para makhluknya untuk kembali mengikuti-Nya, ada pula yang ingkar menjauhi bahkan meninggalkan-Nya. Padahal siapakah pemberi kehidupan? Dan Allah Sang Raja Diraja, berhak mencipta ataupun menghapuskan ciptaannya sesuai kehendak-Nya. Tentu saja semuanya dalam balutan hikmah,keadilan dan kebijaksanaan-Nya dalam tatanan derajat ketuhanan alam raya.

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman: "Sujudlah kalian kepada Adam..." (2:34)

Inilah ujian itu. Adam, sang pemenang, telah nyata dihadapan semuanya sebagai yang terhebat, mengalahkan seluruh makhluk. Dan sudah layak baginya mendapat penghormatan. Allah menjadikan prosesi dan gerak sujud sebagai tanda kekalahan sekaligus penghormatan untuk makhluk yang telah dimuliakan-Nya. Disamping itu sujud disini menjadi wujud taat kepada Allah yang menitahkan prosesi tersebut.

"..maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (2:34)

Tatkala titah agung dikumandangkan, semua rebah. Semua tunduk kepada kemauan Allah. Semua takut kepada Allah kalau ingkar dan membuatNya murka. Namun ternyata ada sosok yang masih berdiri tangan bersedekap di dada dan kaki mengangkang. Matanya melirik tajam, melecehkan sang pemenang. Ternyata panasnya hati, gejolak sombong dalam dada telah mengalahkan besarnya rasa takut kepada Sang Maha Raja. Mengalahkan logika dan pertimbangan sehat akan derita siksa Yang Maha Kuasa. Itulah kelakuan Si Iblis, Pecundang...

Ketika Jibril dan Mikail melihat perilaku Iblis, maka mereka pun kembali rebah tersungkur, bersyukur bahwa Allah masih tetap menjadikan mereka sebagai hamba-Nya yang taat, berlindung dari perbuatan nista dan terjauh dari Allah...
(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar