(lanjutan Nasib Azazil)
Pertandingan itu telah menaikan pamor Adam di mata seluruh makhluk lainnya. Apalagi kini tidak ada lagi azazil yang telah berubah menjadi iblis, sehingga kontan seluruh penghuni Adn (Eden) begitu memujanya. Dan Adam betul-betul telah menjadi makhluk yang ditinggikan lagi terpandang serta dihormati.
Namun rasa bangga ini tidak berlangsung lama ketika Adam menyadari bahwa dia - walau pun sudah terkenal - tetap masih merasa sendirian. Dia butuh teman yang sejenis dengannya. Dan Allah, Sang Maha Penyayang - amat mengetahui hal itu. Maka terciptalah manusia baru, dalam bentuk yang berbeda, dan membuat Adam terpana, dialah Hawa.
Kehadiran Hawa mendatangkan semangat baru bagi Adam, dan suka-citalah ia. Bahkan hampir-hampir lupa diri dalam berbagai kenikmatan. Apalagi ketika Allah menikahkannya dengan Hawa, maka komplit sudah kebahagiaannya.
Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (7:19)
Allah sang pencipta hendak membentuk khalifah yang terbaik, yang tahan uji, dan lurus. Maka harus diajarkan cara disiplin dan menegakkan aturan-aturan. Kehidupan yang tidak teratur akan membuat pelakunya jatuh pada kerusakan dan kebinasaan. Maka mulailah dibuat aturan tata tertib, diantaranya adalah agar tidak mendekati salah satu pohon, satu saja. Yang selainnya boleh. Tapi yang satu itu, jangankan menjamah, mendekati saja terlarang.
Apakah itu pohon khulud (kekekalan)? Apakah pohon ini betul-betul ada, ataukah sekedar perumpamaan? apakah benar-benar berefek mengekalkan? istilah khuldi hanyalah kutipan dari ucapan iblis ketika sedang menipu adam tatkala dia melancarkan tipuan perdana-nya, yang nanti kita ikuti.
Tapi intinya, mulai sekarang adam sudah memiliki larangan. kalau kemarin dia masih bebas sebebas-bebasnya, sekarang harus teruji ketaatan seorang hamba Allah. ketika berbagai kenikmatan berlimpah ruah, apakah dia menjadi hamba yang bersyukur, ataukah kufur seperti iblis? apakah dia taat atau justru melanggar dan kemaruk?
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Inilah episodenya. Kehadiran wanita terkadang membawa kebahagiaan dan kesenangan. Namun disisi lain godaannya begitu memukau bahkan seringkali membuat para lelaki lupa diri. Seperti halnya adam. Adam adalah seorang hamba Allah yang sholeh, cerdas dan berwibawa, bahkan mampu menaklukan para malaikat dan jin. namun ketika berhadapan dengan wanita, lemah-lunglai tubuhnya, terkapar dia diserang panas dingin. Begitulah kodrat Allah.
Dan ide untuk mulai mendekati pohon pun tumbuh dari pihak perempuan. kenapa sih bang, kita tidak boleh mendekati? ada apa sih disana? seperti apa rupanya? dan tahukah sidang pembaca sekalian, kalau si iblis ternyata belum jauh-jauh amat perginya dari sana.
Bagaimana mungkin jauh, padahal dia sudah bersumpah untuk menggoda adam dan keturunannya agar terjauh dari Allah seperti dia telah terusir. Maka adam pun harus terusir pula, dan dilaknati Allah seperti dia. Ya..seperti gue, bleh...!
Mulailah iblis merayap-rayap, mengintip-intip kapan ada celah guna menipu dan menggoda adam. Tiap kali dia mendekati ada, saat itu pula ada Jibril dan Mikail serta malaikat lain mengusir dia jauh-jauh,mereka selalu menjaga keselamatan adam. Hm..penjagaan yang betul-betul rapat, sulit ditembus! begitu kali pikir iblis.
Sampai akhirnya dia mendengar kabar tentang undang-udang baru untuk adam soal pelarangan mendekati sebatang pohon. "Lakadalah, adam emang cerdas tapi kan baru anak kemarin sore gampang dikadalin, apalagi sedang kasmaran sama bini yang cantik jelita, ini mah gampang atuh..." teriak iblis sambil tertawa terbahak dan lompat ke danau disamping pohon khuldi. Byurr...
Adam yang tengah asyik berduaan dengan hawa pun tiba-tiba berpikir hal serupa dengan istrinya. Iya ya, kenapa Allah melarang mendekati pohon itu? kan gak ada salahnya sekedar tahu? apalagi saya makhluk cerdas, pemenang perang tanding alam Eden, masa tidak paham hakikat sesuatu, pakai harus menjauh segala. Coba ah, bukankah ini akan menyenangkan hati Hawa sayangku, yang dari kemarin merengek terus ingin melihat pohon tersebut? Aku memang ingat tentang larangan Allah, tapi justru kalau sudah tahu akan semakin berjaga-jaga agar tidak sampai mendekatinya.Bukankah begitu? begitu bukan, Bleh..si Ableh kemana lagi sih?
Maka adam pun mulai berani mendekati. Dan hawa malah berlari. Keduanya mulai bermain di sekitar pohon larangan tersebut. Dan kalau tadi adam masih takut-takut kalau Allah marah, namun senyum adinda tercinta membuat dia lupa segalanya, hanyutlah keduanya saat itu.
Tiba-tiba keasyikan keduanya dikejutkan oleh kehadiran sosok yang tertatih, letih, sayu dan miskin. Sebagian mufasir mengatakan ini mirip ular yang mampu berbicara. Wallahu A'lam. Namun kepada keduanya,makhluk pendatang itu mengaku bahwa dialah penjaga pohon terlarang. Dia sudah bertahun-tahun tinggal disitu dan paham betul akan hakikat kesaktian pohon tersebut.
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Demikian si iblis yang menyamar ini memberi "wejangan" disertai ajian sirep pati-geni agar adam percaya dengan segala ucapannya. Terpaksa ajian ini dia keluarkan karena dia sadar kalau adam terlalu cerdas untuk bisa digoda, untung ada Hawa yang membantu pekerjaanya, hehehe...
Walhasil adam pun manggut-manggut mendengar bualan iblis ini, seperti di firman itu, kamu tidak akan menjadi malaikat atau pun makhluk kekal.
Maksudnya apa lagi si iblis ini? Eit, jangan lupa walau sudah terusir dan kurang waras, ternyata otak si iblis masih lumayan juga. Apalagi dia melihat adam tengah mereguk berbagai kenikmatan dari Allah, tentu adam tak mau semua itu hilang darinya. Dan ternyata tipuan ini berhasil, luar biasa....!
"Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua," maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya." (7:21-22)
Adam yang pada mulanya tidak yakin pun berubah menjadi mantap, apalagi ketika mendengar iblis bersumpah "Demi Allah, gue nasehatin lo bedua nih.." wah, berani juga nih makhluk pake nama Allah segala. Mungkin bener kali demikian, ada Allahnya, dan gue perlu berguru juga nih sama Mbah...eh, Mbah siapa sih namanya? kok belum kenalan, kemana tuh makhluk tadi perginya?
Setelah direnungkan ucapan iblis tadi, merasuklah sifat rakus dan serakah untuk menguasai kenikmatan selama-lamanya,baik dalam diri adam maupun hawa. Masa Allah tega mengusir mereka dari sorga ini? apa alasan Allah untuk tidak menjadikan mereka malaikat?
Akhirnya keduanya sepakat bahwa pohon khuldi bukan pantangan lagi. Sekarang mereka bukan saja mendekati, melainkan memetik dan memakan buahnya!
Ketika tiba-tiba angin kencang gemuruh, dan pakaian mereka hilang beterbangan, barulah mereka sadar bahwa mereka baru saja berbuat kesalahan yang membuat Allah - sang pemberi nikmat - marah.
"Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah aurat keduanya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (7:22)
Ya, mereka - adam dan hawa - betul telah mencicipi buah pohon ini. Alangkah beraninya, padahal mendekatinya pun mereka dilarang, ini sama saja menentang perintah, melawan. Kalau aku begini anda mau apa? woow..apa bedanya dengan si iblis terlaknat? Weit, ada bedanya dari si begajul itu. Tatkala tersingkap aurat mereka, adam pun menyadari kesalahannya, dan MAU BERTOBAT! Inilah bedanya, Broer..
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (7:23)
Wahai Dzat pemberi nikmat, jangan kau siksa kami gara-gara kesalahan kami, jangan kau laknat kami karena kekhilafan kami, ampuni kami ya Rabb.
Dan Allah pun mengampuni mereka. Namun untuk itu ada konsekuensinya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan." (7:24)
Turunnya mereka bukan sebagai terpidana yang dibuang atau diasingkan ke bumi. Tapi lebih ke arah pendewasaan dan pematangan diri, dan penobatan adam sebagai khalifah di bumi.
Turunnya adam diikuti oleh iblis. Kenapa sih iblis ikut-ikutan melulu? Lhaa gak ngerti juga, kan dia udah janji mo bikin adam dan keturunannya merana dan lupa kepada Allah, sehingga menjadi makhluk celaka seperti dirinya....Wallahu A'lam Bishowab.
Mengenai perjalanan adam dan hawa di bumi beserta kisah keturunannya insya Allah akan dibahas lain tempat, syukran katsiiran...(TAMAT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar