Senin, 04 Juli 2011

Nasib Azazil

(Lanjutan seri Persaingan Yang Ketat)

Bagaimana dengan azazil, apakah dia sadar bahwa dia baru saja melakukan suatu perlawanan terhadap perintah Allah, ketidakpatuhan akan kehendak penciptanya, yang selama ini telah melindungi dan memberinya berbagai kekuatan, kini dia lupa diri, kesombongan telah menutup hatinya. Gelap, pekat. Yang ada hanya dendam dan iri, terutama kepada makhluk baru yang masih melongo di depan sana.

Ya. Allah memang murka, sudah ada yang berani menentang titah-Nya. Berani betul. Apa dia tidak sadar siapa yang telah menciptakan, membuatnya hidup dan memberinya kekuatan? kini ada yang mencoba berebut "selendang"-Nya. Allah pun mengutuk Azazil dan menamainya Iblis, artinya makhluk yang terputus dari Allah. Dan jadilah iblis makhluk Allah yang terkutuk.

"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu, Hei Iblis?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (7:12)

Ini cuma alasan iblis, alibi dia agar tidak terlalu disalahkan dengan keingkarannya kepada Allah sang Pencipta. Kemana ilmunya si iblis yang dia pahami bahwa sebaik-baik makhluk adalah yang paling taat dan paling bertakwa kepada Allah? ocehan apa lagi yang dia pertotntonkan dengan mengungkit-ungkit jasad kasar antara api dengan tanah, bukankah keduanya benda materi semata? logika yang terlalu naif untuk seorang azazil yang katanya pernah dipuja dan membuat kagum seluruh malaikat karena ibadahnya dan ilmu agamanya.

"Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu menyombongkan diri di dalamnya, keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (7:13)

Keras sekali nada firman Allah. Ini pengusiran paling pedas untuk mantan ahli ilmu dan ahli ibadah, sekaligus memalukan. Inilah hakikat sebenarnya, dan Allah telah mengetahuinya sejak awal tentang kelakuan jin yang satu ini, dan dia hendak menunjukkan yang sebenarnya kepada seluruh pemujanya dari para malaikat dan jin yang lain, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada yang pantas ditaati dan disembah selain Dia.

Apakah iblis sadar dengan kecaman ini? lalu dia bertaubat seraya menangis tersedu-sedu menyesali kecerobohan dan kebodohan perilakunya? ternyata tidak! Justru malah makin berkobar hebat kesombongannya, dan amarahnya kian meledak, seperti kesurupan diapun menuding Adam, sebagai penyebab dia berperilaku seperti ini, adam lah si pembuat gara-gara dan segala kekacauan yang terjadi.

Baik, okey, Nggak masalah. Siapa takut? Begitu kira-kira ocehan si iblis yang sudah gelap mata.

"Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya, sampai waktu mereka dibangkitkan." (7:14)

Beri saya waktu, akan aku buktikan bahwa aku lebih hebat dari makhluk baru sialan ini. Begitu kata makhluk celaka ini. Bukannya sadar dari kekhilafan, eh, malah menantang Allah. Seolah-olah, "kalau Engkau berani, jangan curang dong dengan memusnahkan dan mematikan aku sekarang, Wahai Dzat Pencipta yang memberi hidup dan mati, berilah aku waktu untuk berbuat, beri aku kekuatan, niscaya semua akan menyaksikan kehebatanku.

Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (7:15)

Inilah Allah yang Maha bijak dan Maha adil, dan Maha awas dengan yang akan terjadi. Dan pemberian tangguh ini pun bagian dari fenomena kedigjayaan dan kehabatan Sang Penguasa dan Sang Pencipta. Banyak yang mengatakan apakah iblis dalam hal ini menjadi martir demi terlaksananya kehendak? tetapi bukankah Allah telah memberi makhluk kafir ini kecerdasan yang tinggi serta kemampuan untuk memilih jalan terbaik? mengapa iblis tidak menggunakan kehebatan ini dalam memperbaiki pengabdian kepada-Nya? Hanya kepada Allah jua lah dikembalikan segala urusan.

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)(7:16-17)

Sampai detik ini, si iblis tidak pernah memandang sebelah mata sedikit pun kepada adam, seolah-olah makhluk yang telah memenangkan pertandingan, yang telah mempecundanginya itu pun tidak hadir, seolah anak kecil yang tidak penting dipedulikan.

Gara-gara si adam sialan ini, gua jadi begini. Okeh, bagaimana pun aku lebih baik, kalo saja aku punya waktu lebih banyak, akan kutunjukkan pada semuanya.

Dan satu lagi, iblis ini telah lancang, kita dengar omongannya, "..karena Engkau telah menghukum saya tersesat..." wow, luar biasa kurang ajar. Seolah-olah Allah telah kesalahan menjatuhkan hukuman itu kepadanya. Sungguh prasangka yang tidak layak disandang Yang Maha Suci dan Maha Tahu. Prasangka entah kurang ajar entah memang bodoh dan nista. bagaimana mungkin Dzat yang Maha Teliti mencipta langit dan bumi dengan berbagai ukuran yang tepat dan harmonis serta pelik ini melakukan kesalahan? Allah melakukan kesalahan? Ini mustahil disandang olehNya. Yang melakukan kesalahan itu pasti si iblis yang telah kacau pikiran dan sesat, dan tidak paham lagi arah kebaikan.

Kita dengar lagi sumpah serapah si iblis. Katanya, dulu ketika timbul huru-hara bangsa jin, saya yang memadamkan. Sekarang alam tenang tentram. Dan gara-gara "kesalahan" Tuhan mem-vonis dan menghukum dia bersalah, wokey..akan kutunjukan bahwa aku sanggup memporak-porandakan ketentraman itu. Alam yang semula harmonis tenang, akan kubuat kacau, semua gara-gara kesalahan-Mu wahai Tuhan, Engkau salah menghukum aku, Engkau salah telah memilih makhluk baru dari pada aku, Engkau salah telah melebihkan dia daripada aku, Engkau salah telah terburu-buru mengusirku, karena akulah makhlukmu yang terhebat bukan yang lain. Engkau pasti akan kehilangan aku. Dan gara-gara ini semua, maka Engkau lihat, akan kuganggu makhluk ini dan keturunannya, kelak tidak ada satu pun lagi dari mereka yang menyembah-Mu! weleh..weleh..dasar si ableh..emang dia yang punya n bikin makhluk? kagak mikir amat ya!

Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya." (7:18)

Allah adalah pemilik segala-galanya. Pantaskah Allah takut dengan si pembual yang cuma omong besar ini? yang bahkan dia sendiri tidak mampu menciptakan dengkulnya sendiri, dengkulmu! Allah tahu persis tentang hal ini, dan Allah adalah Sang Perencana yang Maha Teliti.

Dengan lantang dan pasti, Allah mengusir iblis terlaknat dari surga ciptaan-Nya yang penuh rahmat dan nikmat, yang memang tak pantas dihuni makhluk terlaknat seperti iblis pembangkang. Firman Allah berlaku tegas untuk si iblis, juga yang mengikuti jalannya iblis baik dari golongan jin maupun manusia. Iblis pun diseret keluar dengan terhina, dan Allah pun berpaling darinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar