Banyak riwayat yang menuturkan tentang kondisi bumi sebelum turunnya adam ke bumi. Sebagian sudah pernah saya tulis di artikel lain di blog ini juga. Kali ini saya akan singgung sedikit.
Sebagaimana disampaikan bahwa adam bukanlah makhluk penghuni bumi pertama, melainkan MANUSIA pertama. Karena kabar yang sampai baik dari wahyu ilahi maupun bukti ilmiah banyak menyampaikan tentang hal tersebut.
Kesimpulannya, makhluk yang pertama kali mengisi bumi adalah bangsa jin, karena Allah mencipta mereka dari api yang panas lebih dulu dari manusia. Allah menurunkan wahyu dan risalah kepada mereka, dan mereka pun menjadi umat-umat seperti kita sekarang, dan mengalami beberapa kurun generasi. Diantara mereka ada nabi-nabi, ada yang sholeh maupun yang kufur. Kekufuran terparah dialami pada jaman kehidupan iblis (lihat artikel lalu tentang azazil, nama lain iblis). Dan iblis yang menjadi dedengkot kekufuran yang menimpa baik dari golongan jin maupun kelak pada golongan manusia karena ia telah bersumpah akan menjauhkan makhluk Allah khususnya keturunan adam dari penciptanya.
Adapun dari sisi ilmiah, maka kita banyak menemukan beberapa peninggalan arkeologi yang menunjukkan bekas-bekas para penghuni bumi sebelum manusia, baik berupa bangunan purba maupun tulang belulang yang diperkirakan berusia jutaan tahun, sebelum waktu kemunculan adam di bumi, yang kita kenal dengan homo erectus, dll.
Adam sendiri, menurut perkiraan para ahli baru muncul kurang lebih 6000 tahun yang lalu, yang kemudian beranak pinak dan keturunannya menjadi suku-suku dan berbangsa-bangsa sekarang.
Para penghuni bumi sebelum adam, selain jin, juga ada yang berbentuk fisik, tetapi bukan manusia. Seperti tumbuhan (tumbuhan purba masih bisa ditemukan sekarang di wilayah rimba-rimba afrika, amazon dan kalimantan. Sebagian telah menjadi fosil batu-bara), hewan (fosil purba banyak ditemukan) diantaranya dikenal dengan istilah dinosaurus.
“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (Al An'aam 6:32)
Ada yang menarik dengan dinosaurus ini, yang para ahli membagi jaman triassic bahwa mereka hidup pada jaman jurassic. Pengamatan hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa dino adalam hewan-hewan purba berukuran raksasa, sebagian pemakan tumbuhan dan sebagian pemakan daging. Terkadang mereka saling memangsa antara satu dengan yang lainnya.
Namun semenjak penemuan batu aneh di peru yang menggambarkan tentang bagaimana dijaman tersebut sudah ada bentuk sosok seperti manusia, yang berburu dinosaurus bahkan menjadikan hewan ini sebagai tunggangan. Dan ukurannya pun hampir sama dengan makhluk mirip manusia tadi. Dalam tes uji laboratorium menunjukkan bahwa usia batu ini termasuk sisa peninggalan jaman purba, sebelum kedatangan adam.
Pertanyaannya, kalau prasasti pruba di peru ini betul, makhluk apakah sesungguhnya yang hidup berburu dino tersebut? apakah termasuk generasi anak cucu adam? betulkah dino itu ukurannya kecil saja sebesar kuda, karena dapat ditunggangi dan dijinakkan (t-rex bisa ditunggangi dan dipelihara) ataukah ukuran makhluk mirip manusia yang sebesar dinosaurus? betulkan keduanya pernah ada atau sekedar ilusi ilmuwan semata?
Kalau dilihat bahwa kecil kemungkinan mereka keturunan adam, karena karakteristik adam adalah makhluk dengan intelektual tinggi, cerdas dan bergaya. Kita pernah melihatnya ketika dia bertanding dan mengalahkan malaikat dan jin di Eden. Sementara para ahli pernah menemukan sosok yang tinggal di goa-goa, pakai kulit binatang, hidup berburu dan lain-lain. Kebetulan ditemukan beberapa fosil mereka, dan setelah diteliti ternyata tengkorang mereka lebih kecil daripada manusia sekarang. Berarti terbukti bahwa mereka bukan manusia, namun "mirip manusia". Charles darwin pernah menghubung-hubungkan tentang adanya kemungkinan perubahan struktur tubuh dalam teori evolusi-nya, bahwa homo erectus berubah lambat-laun menjadi homo sapiens,karena belajar, WOW! Kalau teori ini benar, setelah homo sapien akan menjadi apa? toh kita tetap begini-begini saja bentuknya gak jadi makin tinggi?
Jadi homo erectus dan homo sapiens adalah dua makhluk yang berbeda yang diciptakan Allah sebagai penghuni bumi. Kalau pembaca melihat artikel yang pernah saya posting terdahulu, maka dikisahkan bahwa riwayat ramayana maupun bharatayudha dalam mahabharata adalah benar adanya, karena reruntuhannya pun ditemukan. namun tahun benda tersebut berikut radiasi yang dikandungnya menunjukkan tahun yang melampaui tahun kehadiran nabi adam. Jadi kisah pewayangan ini bisa jadi benar adanya, namun pelakunya bukan bangsa manusia!
Berikut ini ada artikel bagus mengenai peradaban sebelum kehadiran adam, baik bangunan maupun penghuninya. Silakan disimak.
======================
Menurut pemahaman saat ini, waktu bergerak ke depan secara linear (garis lurus).Ia berawal sejak terjadi “Big Bang” yang menjadi sebab adanya alam dunia. Berdasarkan konsep ini, maka kehidupan bermula dari makhluk-makhluk hidup sederhana ber-sel satu yang muncul dari senyawa kimiawi awal (primordial chemical soup) unsur-unsur materi alam fana. Melalui proses evolusi selama jutaan tahun, makhluk-makhluk sederhana itu berubah menjadi ber-aneka jenis makhluk yang dikenal sekarang. Mengenai makhluk manusia, dikatakan ia berasal dari monyet yang berturut-turut ber-evolusi menjadi makhluk-makluk sebagaimana tercantum pada daftar dibawah ini.
Jadi menurut pandangan saat ini, peradaban manusia baru mulai berkembang sejak 40.000 tahun yang lalu. Dikatakan bahwa sebelum masa itu tidak ada manusia beradab hidup di muka Bumi.
Menurut Veda, sang waktu bergerak ke depan secara spiral atau bersiklus dengan pola sama sejak Brahma lahir diatas bunga Padma yang tumbuh dari pusar Visnu.
Ini berarti secara periodik pola dan suasana kehidupan serupa terjadi berulang-kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam material tercipta.
Ada 4 (empat) siklus masa (jaman) atau Yuga yang datang dan berlalu silih berganti bagaikan pergantian empat musim dalam perjalanan sang waktu sampai saat pralaya (kiamat) alam material kelak
Jadi menurut Veda, peradaban manusia muncul dan lenyap berulang-kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam material tercipta. Dikatakan bahwa peradaban manusia pada masa Kali-Yuga sekarang adalah peradaban terkasar, terrendah dan terkebelakang karena dilandasi kesadaran yang didominasi sifat alam rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan).
Dengan kata lain, peradaban manusia modern Kali-Yuga sekarang adalah peradaban paling rendah karena berpondasi avidya, kegelapan spiritual. Manusia beranggapan bahwa materi adalah asal-mula segala sesuatu dan juga sumber kebahagiaan.
Bukti-bukti yang mendukung tentang siklus waktu yang dipaparkan dalam Veda dapat kita temukan dalam semua peradaban suku bangsa kuno (China, Persia, Mesir, India, Yunani dan suku-suku Indian Inca, Aztek dan Maya, dan sebagainya) menyatakan bahwa perjalanan sang waktu bersiklus. Plato dan Aristoteles berkata bahwa peradaban manusia telah muncul dan lenyap berkali-kali dimasa silam dalam perjalanan sang waktu.
Dalam bukunya berjudul “Critias”, Plato mengutip kata-kata seorang pandita Mesir kepada Solon, “Banyak peradaban telah lenyap dimasa lalu, dan nanti akan terjadi lagi kehancuran peradaban manusia karena berbagai sebab”.
Menurut Veda, peradaban manusia hancur karena sifat rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan) mendominasi kesadaran penduduk sehingga mereka berperangai buruk dan jahat (asuri-sampad).
Akibatnya, kegiatan pemuasan indriya mereka yang berlebih-lebihan merusak Bumi tempat tinggalnya sendiri. Mereka saling bermusuhan dan berkelahi (berperang) dalam ikhtiarnya menikmati kesenangan duniawi sepuas-puasnya.
Beraneka-macam sisa peninggalan (bangunan, patung, dan lain-lain) purba ditemukan diberbagai tempat di muka Bumi.
Semuanya adalah bukti bahwa manusia beradab telah pernah hidup di Bumi ratusan ribu dan bahkan jutaan tahun yang lalu.
Berbagai jenis fossil makhluk hidup dan perkakas karya manusia berusia ratusan ribu dan bahkan jutaan tahun ditemukan dalam penggalian fossil diberbagai tempat di Bumi.
Orang-orang modern pada jaman Kali Yuga amat bangga dengan pengetahuan material dan teknologi miliknya. Mereka tidak sadar bahwa pengetahuan materialnya amatlah terbatas dan teknologinya adalah jenis paling kasar.
Teknologi amat kasar yang dibanggakan bersumber dari pemanfaatan unsur tanah (Bumi) yang merupakan unsur materi paling kasar.
Untuk bepergian dan bekerja, manusia modern Kali-Yuga membuat beraneka-macam sarana transport dan peralatan bekerja dari besi dan berbagai jenis logam lain.
Pada masa Yuga-Yuga sebelumnya (Satya, Treta dan Dvapara-Yuga), teknologi penduduk lebih halus. Sebab mereka mampu memanfaatkan unsur materi akasa (ether), udara (vayuh), api (nalah) dan air (apah) sebagai sarana bepergian dan bekerja. Bahkan pada masa Satya Yuga, orang-orang mampu memanfaatkan pikiran (manah) untuk bepergian dan bekerja.
Menurut Veda, sisa-sisa peninggalan purba yang terdapat diberbagai tempat di Bumi adalah bukti-bukti adanya peradaban manusia yang pernah megah di jaman lampau pada masa Satya, Treta dan Dvapara Yuga.
Menurut orang-orang Koptik Mesir, piramid adalah perwujudan pengetahuan tentang “kekuasaan Tuhan”. Ia dimaksudkan untuk bisa dibaca kelak oleh mereka yang mampu membacanya agar mereka mengetahui kehidupan manusia jaman purba.
Berdasarkan naskah kuno yang ditemukan dalam piramid besar Cheops, dikatakan bahwa piramid itu dibangun “pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer”. Ini berarti, kata ahli sejarah Arab Abu Said El Balchi, piramid itu di-bangun 73.300 ribu tahun yang lalu.
Bagaimana piramid itu dibangun, bagaimana balok – balok batu besar yang beratnya 12 – 15 ton per batu itu diangkut, dipasang dan disusun secara rapi tanpa perekat semen, bagaimana batu-batu besar itu dipotong dari tebing-tebing bukit dan gunung, bagaimana orang- orang Mesir mampu mengerjakannya secara begitu halus dan artistik, indah dan mentakjubkan, dan mengapa piramid itu dibangun di tengah padang pasir; semua pertanyaan ini tidak bisa dijawab secara memuaskan dengan tingkat pengetahuan dan teknologi jaman sekarang.
Bila piramid besar ini dijadikan “Titik Triangulasi”, maka ditemukan ciri-ciri mengagumkan sebagai berikut
Masih banyak piramid lain di Mesir dan berbagai tempat lain di Bumi khususnya di Amerika Tengan dan Selatan. Para peneliti menemukan bahwa bangunan-bangunan purba ini memiliki konstruksi serupa antara satu dengan yang lain.
Piramida yang terletak di Sakkara (30 km dari kota Cairo Mesir) bertingkat 6 (enam), tinggi 60 m dan dikelilingi tembok sepanjang 1,6 km dan tinggi 10 m. Piramid ini serupa dengan yang ada di Tiahuanaco (Peru). Diperkirakan ada hubungan budaya antara Mesir dan Amerika dimasa lampau. Sebab nama asli Tiahuanaco adalah Chucura yang mirip dengan Sakkara.
Semua piramid itu dibangun di tempat-tempat tertentu yang (menurut pemikiran para akhli) terkait dengan hal-hal astronomik seperti posisi planet dan matahari serta bulan beserta orbitnya masing-masing, rasi bintang, bintang-bintang tertentu dan juga kekuatan alam seperti daya medan magnet, arus dan tekanan udara.
Menarik untuk direnungkan bahwa kemungkinan besar masih tersisa energi elektromagnetik yang melindungi piramid-piramid di Mesir. Para sarjana masih berusaha mengungkapkan rahasia ini, khususnya rahasia bilik-bilik piramid yang masih tertutup dan belum bisa dibuka.
Di bekas reruntuhan kota kuno Tiahuanaco (kini masuk wilayah Peru dan Bolivia) banyak di-temukan sisa bangunan kuno, antara lain Gapura Matahari. Gapura ini terbuat dari satu balok batu karang utuh, tinggi 3 m, lebar 6 m, berat 10 ton dan di-perkirakan berusia ribuan tahun. Gapura ini dibuat begitu halus seperti kue lapis terpotong pisau. Di-bagian tengahnya terukir gambar deva Matahari yang dikelilingi dewa-dewa lain.
Pada bekas reruntuhan kota ini juga ditemukan sisa-sisa benteng. Benteng Akapana di bagian tengah berukuran 200 m x 50 m yakni sebesar London Tower. Benteng Kalacasaye bagian luar berukuran 133 m x 150 m, seluas taman Leister. Tebal dinding benteng kira-kira 3 m, dibangun dengan balok-balok batu besar yang beratnya puluhan ton per batu dan disusun dengan sangat akhli hingga nampak halus mengagumkan.
Peninggalan lain adalah pipa-pipa batu (beton?) halus, patung-patung berwajah negro dan kaukasus, dsb. dan juga balok- balok batu besar bekas material bangunan yang masing – masing beratnya antara 20 – 25 ton.
Kota Tiahuanaco adalah bagian dari peradaban suku Indian Inca yang terletak 4.000 m diatas permukaan laut. Lalu bagaimana batu-batu yang luar biasa berat dan besar itu di-angkut ke tempat yanga begitu tinggi? Dan bagaimana orang-orang Inca mampu membuat bangunan-bangunan hebat dan mentakjubkan seperti itu?
Di pulau Paskah Pasific ditemukan patung-patung raksasa. Yang mengherankan adalah dimana dan bagaimana patung-patung ini yang beratnya berton-ton dibuat dan terus dibawa ke pulau terpencil ini?
Di lembah Besoa dan Bada Sulawesi Tengah (Indonesia) juga ditemukan patung-patung batu besar yang asal-usulnya tidak jelas.
Pada tahun 1968 di lokasi kuno bernama El Euladrillado (Chili) yaitu suatu puncak bukit yang dikelilingi jurang dan ngarai nan curam, ditemukan bangunan ampiteater yang terbuat dari 233 batu besar persegi empat masing-masing beratnya 10 ton. Panjang ampiteater ini 3 km (ter-masuk jalan ke lokasi) dan lebarnya 0,8 km. Ditengah-tengahnya berdiri 3 tonggak batu masing-masing ber-diameter 1 – 1,5 m. Dua tonggak tepat menunjukkan arah utara-selatan bila matahari sedang bersinar diatasnya.
Di Sacsayhuaman (Peru) pada ketinggian 3.500- 3.800 m diatas permukaan laut, ditemukan kursi-kursi singgasana raksasa yang terpahat halus pada batu karang. Disana tebing karang dipotong (untuk membuat balok-balok batu segi empat) amat halus seperti memotong keju saja.
Tinggi batu karang segi empat yang terpotong 2,16 m dan lebar 3,40 m. Bila batu segi empat ini kembali dimasukkan ke tempat asalnya, ia nampak seperti garis saja. Bagaimana caranya orang Indian Inca memotong bagian belakang batu itu dari karang asalnya?
Di lembah Palpa dekat kota kuno Nasca (Peru) ditemukan jalan/jalur/landasan aneh yang disebut jalur-jalur Nasca dan garis-garis geometriknya hanya bisa dikenali dari udara.
Panjang jalur-jalur ini 60 km dan lebar 2 km. Kedua jalur ini dipisahkan oleh bukit-bukit tetapi dihubungkan oleh dua garis lurus paralel yang menerjang bukit dan jurang.
Pada bagian-bagian tertentu dari jalur-jalur itu (ujung-ujungnya) terdapat sketsa gambar monyet (tinggi 60 m), juga gambar-gambar binatang (ukuran 80 – 250 m) dan gambar laba-laba (tinggi 46 m) yang semuanya hanya bisa dikenali dari udara.
Disebelah utara Nasca, diteluk Pisco pada satu tebing terpahat gambar Trisula (yang lebih mengarah ke langit dari pada ke laut). Tinggi tiang tengahnya 250 m dan lebar 2,8 m, dan ter-lihat jelas dari jarak puluhan km.
Para sarjana memberikan tafsiran yang berbeda-beda terhadap keberadaan jalan/jalur/landasan serta tanda Trisula itu yang merupakan sisa peradaban suku Indian Inca.
Sketsa geometrik dan gambar-gambar super besar seperti itu terdapat pula di tempat-tempat lain di Amerika yaitu:
1. Gambar-gambar manusia amat besar di gurun Torapaca (Chili).
2. Gambar ber-wujud aneh suku Indian Navajo di California.
3. Gundukan-gundukan tanah tinggi berbentuk gajah dan ular di Wisconsin dan Ohio USA.
Pada tahun 1965 Juan Moricz menemukan terowongan bawah tanah yang membentang antara Equador dan Peru sepanjang ribuan km. Pada dindingnya terdapat lukisan dinosaurus yang (menurut para pakar Antropologi) dikatakan telah punah 135 jt tahun yang lalu. Terowongan ini berupa dua sistem goa yang saling berhubungan.
Dalam satu goa (terowongan) yang dimasuki oleh Moricz dan Daniken, terdapat satu kamar besar berisi perpustakaan berupa lembar-lembar logam dengan tulisan yang belum bisa dipahami sampai sekarang. Dikatakan bahwa dinding terowongan seperti beton tanpa sambungan dan tergosok halus. Teknik pembuatannya melampaui teknik jaman modern sekarang.
Terowongan sepanjang kira-kira 1.350 km yang di-temukan oleh Peter Kolodino, mem-bentang dari Lima ke Cusco dan terus ke Bolivia. Terowongan ini begitu hebat dan megah dan di-perkirakan di-bangun dengan peralatan ultra-sonic.
Dalam bukunya “Timeless Earth”, Kolodino berkata bahwa terowongan -terowongan serupa ditemukan hampir diseluruh bagian Bumi seperti di California, Hawaii, Asia, Eropah, Afrika dan Pasific.
Terowongan antara Maroko dan Spanyol telah diselidiki sepenjang 45 km dan keadaannya mirip dengan terowongan di Amerika Selatan.
Menurut ceritra-ceritra kuno, ada terowongan dari (dekat) kota Rio di Brazil tembus ke Mexico. Dari Mongolia luar ke Afganistan dan Hindu Kush. Dari Kaukasus ke Georgia, Mongolia dalam, Cina dan Tibet.
Diperkirakan terowongan-terowongan ini membentuk jaringan lorong bawah tanah untuk bepergian ke planet-planet lain.
Disamping itu juga banyak ditemukan peta-peta kuno. Peta Peri Reis ditemukan Di Istana Tokapu Istambul (Turki) tahun 1925. Dikatakan peta ini bagian dari peta yang lebih besar, berasal dari masa Raja Makedonia Iskandar Agung. Diperkirakan beliau memperolehnya dari Mesir. Usia peta lebih dari 10.000 tahun. Peta ini dipakai oleh Laksamana Turki Peri Reis ketika mengepung kota Gibraltar tahun 1513.
Peta ini memperlihatkan benua Amerika Selatan, pantai barat Afrika dan bagian utara benua Antartika. Para pakar peta yaitu Mallery, Walters dan Lineham kagum atas ketepatan ukuran peta tersebut. Sebab, bentuknya persis seperti peta foto satelit.
Mallery berkata, “Peta ini tidak mungkin dibuat dengan ketepatan yang begitu tinggi tanpa peng-inderaan dari udara”.
Diperkirakan benua Antartika telah tertutup es selama lebih dari 6.000 tahun yang lalu. Ini berarti peta Peri Reis dibuat sebelum ada catatan tentang sejarah manusia modern. Diperkirakan peta tsb. dibuat ketika peradaban Atlantean sedang berkembang.
King Jaime World Chart 1502 adalah copy peta-peta kuno yang lebih tua. Ia memperlihatkan bahwa dimasa silam gurun sahara adalah daratan subur dengan banyak sungai dan danau indah, dan banyak kota-kota besar nan megah.
Peta Buoche world 1737 adalah copy dari peta Yunani purba. Peta ini memperlihatkan benua Antartika tanpa tertutup es dan terdiri dari dua pulau besar yang di-pisahkan oleh lautan. Padahal menurut catatan sejarah modern, Antartika baru secara resmi ditemukan tahun 1820. Dan bahwa Antartika terdiri dari dua pulau besar baru diketahui tahun 1958 bertepatan dengan tahun Geofisika.
Peta-peta kuno lainnya memperlihatkan glacier (sungai-sungai salju) pada akhir jaman es di beberapa wilayah Eropa, Inggris dan Irlandia. Juga diperlihatkan bahwa dahulu selat Bering adalah dataran rendah yang menghubungkan Siberia (Asia) dan Alaska (Amerika).
Peta-peta kuno tersebut diatas membuktikan adanya peradaban tinggi pada masa silam. Sebab, peta-peta itu memiliki koordinat-koordinat yang tepat dan pengetahuan tentang derajat bujur yang baru dikenal oleh manusia modern di abad ke 18.
Fakta ini menunjukkan bahwa sekitar 8.000 – 10.000 tahun yang lalu manusia telah mengenal ilmu Trigometri Bumi dan telah memanfaatkan peralatan Geodetik yang mampu mengukur jarak secar tepat untuk membuat peta-peta itu.
Di Rio Bronco (Brazil) ditemukan bola batu pnuh sketsa, gambar dan simbul matahari. Panjangnya 100 m dan tingginya 30 m.
Di San Jose (Costa Rica) ditemukan bola batu berdiameter 2,16 m. Sedangkan di hutan-hutan belukar negeri ini ditemukan ratusan bola batu berdiameter 2 m. Yang terbesar beratnya 16 ton.
Di dekat kota Ica (Peru) ditemukan bola-bola batu halus ber-diameter rata-rata 40 cm dan dihias dengan beraneka-macam gambar yang memperlihatkan kegiatan penduduk Amerika Selatan di masa silam.
Menurut sang pakar Dr Cabrera, batu-batu tersebut sudah ada disana sejak ribuan tahun yang lalu. Kegiatan-kegiatan yang tergambar adalah sebagai berikut;
Fosil bekas tapak sepatu ditemukan tahun 1968 di Antelope Spring Utah USA. Fosil ini diperkirakan berusia 540 juta tahun.
Di gurun Gobi juga ditemukan bekas tapak sepatu (sandal?) dan diperkirakan berumur beberapa juta tahun.
Di delta Utah USA ditemukan bekas telapak sandal yang telah membatu dan trilobite (kerang purba) tertempel padanya. Usianya diperkirakan 200 juta tahun.
Di California ditemukan paku besi ter-tanam dalam satu gumpalan bijih besi, dan diperkirakan berumur jutaan tahun.
Pada tahun 1865 di pertambangan Abbey Nevada USA ditemukan dalam satu gumpalan bijih logam satu skrup besi sepanjang 2 inci (= 5 cm). Benda karya manusia ini telah ber-oksidasi (mengkarat dan hancur) tetapi dengan jelas meninggalkan bentuknya dalam gumpalan bijih logam itu. Fosil ini diperkirakan berusia jutaan tahun.
Di satu pertambangan di Peru ditemukan paku besi ter-benam dalam karang. Sebelum kedatangan orang-orang Spanyol ke Amerika, paku besi tidak dikenal. Fosil paku ini diperkirakan berusia jutaan tahun.
Di Desa Schondorf Austria di-temukan besi bentuk kubus (panjang dan lebar kurang dari 1 cm) di dalam gumpalan batu-bara yang pecah. Kubus ini beralur disekelilingnya dan tepi alurnya rata. Benda ini seolah – olah merupakan bagian dari peralatan mesin, dan diperkirakan ber-umur jutaan tahun.
Di Blue Lick Spring Kentucky USA ditemukan kerangka mostodon (gajah purba) dalam satu penggalian sedalam 4 m. Tetapi ketika dilakukan penggalian 1 m lebih dalam, ditemukan bantaran jalan yang terbuat dari potongan-potongan batu yang terpasang rapi. Diperkirakan bantaran jalan ini berusia jutaan tahun.
Pada barisan-barisan karang yang ada di Amerika Utara dan Selatan ditemukan banyak petroglyph (pahatan/ukiran pada batu) yang memperlihatkan gambar-gambar dinosaurus.
Pada tahun 1924 Doheny Expedition menemukan petroglyph yang amat purba di Havasupai dekat Grand Canyon USA. Satu gambar memperlihatkan orang-orang menyerang mammoth (gajah purba). Gambar lain memperlihatkan seekor tyrennosaurus (kadal purba raksasa) sedang ber-diri bertumpu pada ekornya.
Petroglyph-petroglyph yang ditemukan sepanjang sungai Amazon serta anak-anak sungainya, memperlihatkan gambar-gambar binatang purba khususnya stegosaurus.
Tapak-tapak kaki dinosaurus ditemukan di dasar sungai Paluxy dekat Glen Rose Texas USA berdampingan dengan tapak-tapak kaki manusia.
Pada tahun 1945 dekat desa Acambaro Mexico digali patung-patung berupa badak, onta, kuda, kera besar dan dinosaurus masa Mesozoic (200 juta tahun) dan juga sejenis dinosaurus yaitu brachiosaur.
Dr Rex Gilroy, arkeologist Australia, Direktur Mt York National History Musem, menemukan tapak kaki membatu di pegunungan Victorian Australia.
Lukisan-lukisan di didinding goa Tassili Sahara dan Val Camonica, perhiasan emas dari satu kuburan di Columbia yang menyerupai pesawat terbang, perhiasan kuno suku Indian Inca dan kalender Venus suku Indian Maya, semua ini menunjukkan bahwa kehidupan beradab pernah ada di jaman purba.
Observatorium di Chicen Amerika Tengah bertingkat tiga adalah sisa peninggalan peradaban suku Indian Maya. Ia dibangun dengan sangat sempurna dan masih bisa dimanfaatkan sampai sekarang setelah di renovasi. Pada dindingnya terlukis makhluk-makhluk manusia bersayap.
Termasuk dalam peradaban suku Indian Maya ini adalah sistem kalender yang dapat diringkas sebagai berikut.
Berdasarkan penelitian para akhli astronomi, kalender Maya bisa dipakai sampai 64 juta tahun. Dan bahkan sekarang ia diperkirakan bisa dipakai sampai 400 juta tahun.
Dekat (70 m dari) Observatorium itu terdapat satu sumur. Arkeoloh Inggris menemukan banyak perhiasan emas dan juga kerangka anak-anak di dalam sumur itu.
Di bekas-bekas kota yang berdekatan dengan Chicen yaitu Capan, Palenque dan Tikal ditemukan piramida-piramida besar yang dibangun dengan balok-balok batu besar seberat 10 ton per batu. Bangunan-bangunan indah ini kini hanya tinggal reruntuhan.
Di Lesotho Afrika ditemukan tambang besi Ngwenya yang telah dikerjakan 43.000 tahun yang lalu
Benin adalah Negara kecil di Afrika Barat yang kaya uranium. Tahun 1974 para pakar pisika melakukan penelitian disana. Mereka menemukan bahwa uranium yang banyak ditemukan di Benin adalah sisa-sisa bahan bakar reaktor-reaktor nuklir raksasa yang beroperasi 500 juta tahun yang lalu.
Pertambangan tembaga luas di utara Michigan telah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebelum orang-orang Indian hidup disana.
Di Wattish Utah USA ketika digali terowongan tambang batu bara, terowongan baru ini bertemu dengan rangkaian terowongan kuno yang tidak diketahui siapa membuat dan berapa usianya.
Pada dinding (tembok) kuil Hathor di Dendera Mesir yang berusia ribuan tahun, terdapat ukiran yang dahulu disebut “benda ritual”.Tetapi dari penglihatan modern, benda-benda ini adalah bola-bola lampu listrik amat besar lengkap dengan kabel yang terjalin dan terhubungkan pada pusat tenaga (generator).
Adanya lampu-lampu listrik demikian diperkuat oleh fakta bahwa terowongan-terowongan dan lorong bawah tanah di Mesir yang berhiaskan lukisan dan ukira indah, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pemakaian lampu minyak atau obor sebagai sarana penerang pada langit-langit dan dinding terowongan.
Arkeologis Jerman Wilhelm Koenig melakukan penggalian di satu lokasi berusia 2.000 tahun dekat Bagdad tidak lama sebelum perang dunia kedua pecah. Yang tergali adalah bberapa silinder aneh bergaris aspal dan tersimpan dalam guci-guci. Silinder-silinder itu dilengkapi dengan sumbat besi.
Setelah diteliti ternyata silinder-silinder itu adalah baterai-baterai kering tanpa elektrolit. Kemudian baterai-baterai itu ber-fungsi kembali setelah dilengkapi dengan elektrolit terbuat dari tembaga.
Di pegunungan El Fuerta (Bolivia) terdapat celah- celah simetris mulai dari kaki Gunung sampai ke puncaknya. Celah-celah ini seperti jalur atau alur peluncuran.
Di atas jalur-jalur ini pada dataran tinggi terdapat tangki-tangki batu berbagai ukuran, lingkaran batu, tempat pengeringan, segi-segi tiga menonjol dan menara-menara mini. Semua bentuk peninggalan ini dihubungkan satu dengan yang lain dengan sistem saluran misterius.
Di Turki Tenggara terdapat peninggalan kota kuno bawah tanah bernama Derinkuyu. Diperkirakan kota purba ini pernah dihuni oleh 1,2 juta orang. Kota ini dilengkapi dengan ruang-ruang pertemuan, rumah-rumah tinggal beserta kamar-kamarnya, toko-toko serta gudang tempat menyimpan bahan makanan, loteng-loteng, sumur, kuburan, gudang senjata dan jalur-jalur untuk keluar kota.
Seluruh ruang bawah tanah dilengkapi sistem ventilasi sempurna sehingga udara segar bisa keluar masuk secara bebas ke tiap sudut kota.
Sampai saat ini telah tergali 13 tingkat dibawah tanah. Setiap tingkat dihubungkan satu dengan yang lain dengan terusan berpintu batu-batu bundar besar yang bisa dikunci dari dalam tetapi tak bisa dibuka dari luar.
Di Turki Tenggara juga ditemukan bangunan mirip piramid yang disebu Nemrud Dag. Ia terbuat dari batu-batu pecah dan disusun mencapai ketinggian 2.150 m. Di lokasi ini terdapat pula sisa-sisa patung singa, rajawali, para deva Yunani purba dan patung lembu.
Dari makam Jenderal Chow yang hidup pada abad ke 3 M di temukan sabuk yang bahannya antara lain: 5% mangan, 10% kuningan dan 85% aluminium. Padahal aluminium baru ditemukan tahun 1875 oleh Orsted berupa bubuk, belum pemanfaatannya.
Di Irak ditemukan lensa-lensa kristal yang menurut teknologi modern hanya bisa diproduksi dengan menggunakan kasumoxyd.
Pada tahun 1900 ditemukan mesin hitung Astronomi mini di laut Antihythera oleh para penyelam Yunani. Benda ini diperkirakan dibuat pada tahun 82 M.
Tiang Kutb Minar di New Delhi yang tingginya 71/2 m dan berat 6 ton dikatakan berasal dari abad ke 5 M. Tiang besi ini tidak pernah berkarat.
Meskipun suku-suku bangsa kuno (diperkirakan) tidak mengenal telescop, namun mereka telah mengetahui:
1. Ke 2 (dua) bulan planet Mars dan jarak mereka ke planet tersebut.
2. Ke 7 (tujuh) satelit Saturnus.
3. Ke 4 (empat) bulan Yupiter, dan
4. Perputaran planet Venus ke belakang (yang oleh orang- orang Babilon disebut “tanduk”).
Suku-suku bangsa kuno itu juga telah mengenal konstelasi/rasi bintang seperti rasi Scorpio (yang hanya bisa dilihat dengan telescop amat kuat atau canggih).
Sungguh mengherankan, peradaban suku-suku bangsa kuno (sebelum jaman keemasan Yunani Purba dan Romawi) telah begitu maju. Sebab mereka telah memiliki pengetahuan astronomi dan matematika tinggi, perhitungan waktu, ukuran Bumi dan pengetahuan tentang sistem tata surya.
Mereka telah memiliki semua pengetahuan tinggi itu jauh dimasa silam yang baru diketahui oleh manusia modern sekitar 1 – 2 abad terakhir ini.
=============
Terdapat banyak gambar-gambar dalam artikel ini, dan pernah saya lampirkan di artikel-artikel tentang para penghuni bumi sebelum manusia, silakan dilihat.
Pada tulisan mendatang akan kita simak tentang perjalanan adam di bumi beserta kisah keturunannya. Terima kasih sudah mengikuti.
Rabu, 06 Juli 2011
Bumi sebelum kedatangan Adam
Label:
Peradaban Manusia,
Sains Teknologi
Senin, 04 Juli 2011
Adam, Sang Khalifah
(lanjutan Nasib Azazil)
Pertandingan itu telah menaikan pamor Adam di mata seluruh makhluk lainnya. Apalagi kini tidak ada lagi azazil yang telah berubah menjadi iblis, sehingga kontan seluruh penghuni Adn (Eden) begitu memujanya. Dan Adam betul-betul telah menjadi makhluk yang ditinggikan lagi terpandang serta dihormati.
Namun rasa bangga ini tidak berlangsung lama ketika Adam menyadari bahwa dia - walau pun sudah terkenal - tetap masih merasa sendirian. Dia butuh teman yang sejenis dengannya. Dan Allah, Sang Maha Penyayang - amat mengetahui hal itu. Maka terciptalah manusia baru, dalam bentuk yang berbeda, dan membuat Adam terpana, dialah Hawa.
Kehadiran Hawa mendatangkan semangat baru bagi Adam, dan suka-citalah ia. Bahkan hampir-hampir lupa diri dalam berbagai kenikmatan. Apalagi ketika Allah menikahkannya dengan Hawa, maka komplit sudah kebahagiaannya.
Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (7:19)
Allah sang pencipta hendak membentuk khalifah yang terbaik, yang tahan uji, dan lurus. Maka harus diajarkan cara disiplin dan menegakkan aturan-aturan. Kehidupan yang tidak teratur akan membuat pelakunya jatuh pada kerusakan dan kebinasaan. Maka mulailah dibuat aturan tata tertib, diantaranya adalah agar tidak mendekati salah satu pohon, satu saja. Yang selainnya boleh. Tapi yang satu itu, jangankan menjamah, mendekati saja terlarang.
Apakah itu pohon khulud (kekekalan)? Apakah pohon ini betul-betul ada, ataukah sekedar perumpamaan? apakah benar-benar berefek mengekalkan? istilah khuldi hanyalah kutipan dari ucapan iblis ketika sedang menipu adam tatkala dia melancarkan tipuan perdana-nya, yang nanti kita ikuti.
Tapi intinya, mulai sekarang adam sudah memiliki larangan. kalau kemarin dia masih bebas sebebas-bebasnya, sekarang harus teruji ketaatan seorang hamba Allah. ketika berbagai kenikmatan berlimpah ruah, apakah dia menjadi hamba yang bersyukur, ataukah kufur seperti iblis? apakah dia taat atau justru melanggar dan kemaruk?
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Inilah episodenya. Kehadiran wanita terkadang membawa kebahagiaan dan kesenangan. Namun disisi lain godaannya begitu memukau bahkan seringkali membuat para lelaki lupa diri. Seperti halnya adam. Adam adalah seorang hamba Allah yang sholeh, cerdas dan berwibawa, bahkan mampu menaklukan para malaikat dan jin. namun ketika berhadapan dengan wanita, lemah-lunglai tubuhnya, terkapar dia diserang panas dingin. Begitulah kodrat Allah.
Dan ide untuk mulai mendekati pohon pun tumbuh dari pihak perempuan. kenapa sih bang, kita tidak boleh mendekati? ada apa sih disana? seperti apa rupanya? dan tahukah sidang pembaca sekalian, kalau si iblis ternyata belum jauh-jauh amat perginya dari sana.
Bagaimana mungkin jauh, padahal dia sudah bersumpah untuk menggoda adam dan keturunannya agar terjauh dari Allah seperti dia telah terusir. Maka adam pun harus terusir pula, dan dilaknati Allah seperti dia. Ya..seperti gue, bleh...!
Mulailah iblis merayap-rayap, mengintip-intip kapan ada celah guna menipu dan menggoda adam. Tiap kali dia mendekati ada, saat itu pula ada Jibril dan Mikail serta malaikat lain mengusir dia jauh-jauh,mereka selalu menjaga keselamatan adam. Hm..penjagaan yang betul-betul rapat, sulit ditembus! begitu kali pikir iblis.
Sampai akhirnya dia mendengar kabar tentang undang-udang baru untuk adam soal pelarangan mendekati sebatang pohon. "Lakadalah, adam emang cerdas tapi kan baru anak kemarin sore gampang dikadalin, apalagi sedang kasmaran sama bini yang cantik jelita, ini mah gampang atuh..." teriak iblis sambil tertawa terbahak dan lompat ke danau disamping pohon khuldi. Byurr...
Adam yang tengah asyik berduaan dengan hawa pun tiba-tiba berpikir hal serupa dengan istrinya. Iya ya, kenapa Allah melarang mendekati pohon itu? kan gak ada salahnya sekedar tahu? apalagi saya makhluk cerdas, pemenang perang tanding alam Eden, masa tidak paham hakikat sesuatu, pakai harus menjauh segala. Coba ah, bukankah ini akan menyenangkan hati Hawa sayangku, yang dari kemarin merengek terus ingin melihat pohon tersebut? Aku memang ingat tentang larangan Allah, tapi justru kalau sudah tahu akan semakin berjaga-jaga agar tidak sampai mendekatinya.Bukankah begitu? begitu bukan, Bleh..si Ableh kemana lagi sih?
Maka adam pun mulai berani mendekati. Dan hawa malah berlari. Keduanya mulai bermain di sekitar pohon larangan tersebut. Dan kalau tadi adam masih takut-takut kalau Allah marah, namun senyum adinda tercinta membuat dia lupa segalanya, hanyutlah keduanya saat itu.
Tiba-tiba keasyikan keduanya dikejutkan oleh kehadiran sosok yang tertatih, letih, sayu dan miskin. Sebagian mufasir mengatakan ini mirip ular yang mampu berbicara. Wallahu A'lam. Namun kepada keduanya,makhluk pendatang itu mengaku bahwa dialah penjaga pohon terlarang. Dia sudah bertahun-tahun tinggal disitu dan paham betul akan hakikat kesaktian pohon tersebut.
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Demikian si iblis yang menyamar ini memberi "wejangan" disertai ajian sirep pati-geni agar adam percaya dengan segala ucapannya. Terpaksa ajian ini dia keluarkan karena dia sadar kalau adam terlalu cerdas untuk bisa digoda, untung ada Hawa yang membantu pekerjaanya, hehehe...
Walhasil adam pun manggut-manggut mendengar bualan iblis ini, seperti di firman itu, kamu tidak akan menjadi malaikat atau pun makhluk kekal.
Maksudnya apa lagi si iblis ini? Eit, jangan lupa walau sudah terusir dan kurang waras, ternyata otak si iblis masih lumayan juga. Apalagi dia melihat adam tengah mereguk berbagai kenikmatan dari Allah, tentu adam tak mau semua itu hilang darinya. Dan ternyata tipuan ini berhasil, luar biasa....!
"Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua," maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya." (7:21-22)
Adam yang pada mulanya tidak yakin pun berubah menjadi mantap, apalagi ketika mendengar iblis bersumpah "Demi Allah, gue nasehatin lo bedua nih.." wah, berani juga nih makhluk pake nama Allah segala. Mungkin bener kali demikian, ada Allahnya, dan gue perlu berguru juga nih sama Mbah...eh, Mbah siapa sih namanya? kok belum kenalan, kemana tuh makhluk tadi perginya?
Setelah direnungkan ucapan iblis tadi, merasuklah sifat rakus dan serakah untuk menguasai kenikmatan selama-lamanya,baik dalam diri adam maupun hawa. Masa Allah tega mengusir mereka dari sorga ini? apa alasan Allah untuk tidak menjadikan mereka malaikat?
Akhirnya keduanya sepakat bahwa pohon khuldi bukan pantangan lagi. Sekarang mereka bukan saja mendekati, melainkan memetik dan memakan buahnya!
Ketika tiba-tiba angin kencang gemuruh, dan pakaian mereka hilang beterbangan, barulah mereka sadar bahwa mereka baru saja berbuat kesalahan yang membuat Allah - sang pemberi nikmat - marah.
"Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah aurat keduanya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (7:22)
Ya, mereka - adam dan hawa - betul telah mencicipi buah pohon ini. Alangkah beraninya, padahal mendekatinya pun mereka dilarang, ini sama saja menentang perintah, melawan. Kalau aku begini anda mau apa? woow..apa bedanya dengan si iblis terlaknat? Weit, ada bedanya dari si begajul itu. Tatkala tersingkap aurat mereka, adam pun menyadari kesalahannya, dan MAU BERTOBAT! Inilah bedanya, Broer..
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (7:23)
Wahai Dzat pemberi nikmat, jangan kau siksa kami gara-gara kesalahan kami, jangan kau laknat kami karena kekhilafan kami, ampuni kami ya Rabb.
Dan Allah pun mengampuni mereka. Namun untuk itu ada konsekuensinya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan." (7:24)
Turunnya mereka bukan sebagai terpidana yang dibuang atau diasingkan ke bumi. Tapi lebih ke arah pendewasaan dan pematangan diri, dan penobatan adam sebagai khalifah di bumi.
Turunnya adam diikuti oleh iblis. Kenapa sih iblis ikut-ikutan melulu? Lhaa gak ngerti juga, kan dia udah janji mo bikin adam dan keturunannya merana dan lupa kepada Allah, sehingga menjadi makhluk celaka seperti dirinya....Wallahu A'lam Bishowab.
Mengenai perjalanan adam dan hawa di bumi beserta kisah keturunannya insya Allah akan dibahas lain tempat, syukran katsiiran...(TAMAT)
Pertandingan itu telah menaikan pamor Adam di mata seluruh makhluk lainnya. Apalagi kini tidak ada lagi azazil yang telah berubah menjadi iblis, sehingga kontan seluruh penghuni Adn (Eden) begitu memujanya. Dan Adam betul-betul telah menjadi makhluk yang ditinggikan lagi terpandang serta dihormati.
Namun rasa bangga ini tidak berlangsung lama ketika Adam menyadari bahwa dia - walau pun sudah terkenal - tetap masih merasa sendirian. Dia butuh teman yang sejenis dengannya. Dan Allah, Sang Maha Penyayang - amat mengetahui hal itu. Maka terciptalah manusia baru, dalam bentuk yang berbeda, dan membuat Adam terpana, dialah Hawa.
Kehadiran Hawa mendatangkan semangat baru bagi Adam, dan suka-citalah ia. Bahkan hampir-hampir lupa diri dalam berbagai kenikmatan. Apalagi ketika Allah menikahkannya dengan Hawa, maka komplit sudah kebahagiaannya.
Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (7:19)
Allah sang pencipta hendak membentuk khalifah yang terbaik, yang tahan uji, dan lurus. Maka harus diajarkan cara disiplin dan menegakkan aturan-aturan. Kehidupan yang tidak teratur akan membuat pelakunya jatuh pada kerusakan dan kebinasaan. Maka mulailah dibuat aturan tata tertib, diantaranya adalah agar tidak mendekati salah satu pohon, satu saja. Yang selainnya boleh. Tapi yang satu itu, jangankan menjamah, mendekati saja terlarang.
Apakah itu pohon khulud (kekekalan)? Apakah pohon ini betul-betul ada, ataukah sekedar perumpamaan? apakah benar-benar berefek mengekalkan? istilah khuldi hanyalah kutipan dari ucapan iblis ketika sedang menipu adam tatkala dia melancarkan tipuan perdana-nya, yang nanti kita ikuti.
Tapi intinya, mulai sekarang adam sudah memiliki larangan. kalau kemarin dia masih bebas sebebas-bebasnya, sekarang harus teruji ketaatan seorang hamba Allah. ketika berbagai kenikmatan berlimpah ruah, apakah dia menjadi hamba yang bersyukur, ataukah kufur seperti iblis? apakah dia taat atau justru melanggar dan kemaruk?
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Inilah episodenya. Kehadiran wanita terkadang membawa kebahagiaan dan kesenangan. Namun disisi lain godaannya begitu memukau bahkan seringkali membuat para lelaki lupa diri. Seperti halnya adam. Adam adalah seorang hamba Allah yang sholeh, cerdas dan berwibawa, bahkan mampu menaklukan para malaikat dan jin. namun ketika berhadapan dengan wanita, lemah-lunglai tubuhnya, terkapar dia diserang panas dingin. Begitulah kodrat Allah.
Dan ide untuk mulai mendekati pohon pun tumbuh dari pihak perempuan. kenapa sih bang, kita tidak boleh mendekati? ada apa sih disana? seperti apa rupanya? dan tahukah sidang pembaca sekalian, kalau si iblis ternyata belum jauh-jauh amat perginya dari sana.
Bagaimana mungkin jauh, padahal dia sudah bersumpah untuk menggoda adam dan keturunannya agar terjauh dari Allah seperti dia telah terusir. Maka adam pun harus terusir pula, dan dilaknati Allah seperti dia. Ya..seperti gue, bleh...!
Mulailah iblis merayap-rayap, mengintip-intip kapan ada celah guna menipu dan menggoda adam. Tiap kali dia mendekati ada, saat itu pula ada Jibril dan Mikail serta malaikat lain mengusir dia jauh-jauh,mereka selalu menjaga keselamatan adam. Hm..penjagaan yang betul-betul rapat, sulit ditembus! begitu kali pikir iblis.
Sampai akhirnya dia mendengar kabar tentang undang-udang baru untuk adam soal pelarangan mendekati sebatang pohon. "Lakadalah, adam emang cerdas tapi kan baru anak kemarin sore gampang dikadalin, apalagi sedang kasmaran sama bini yang cantik jelita, ini mah gampang atuh..." teriak iblis sambil tertawa terbahak dan lompat ke danau disamping pohon khuldi. Byurr...
Adam yang tengah asyik berduaan dengan hawa pun tiba-tiba berpikir hal serupa dengan istrinya. Iya ya, kenapa Allah melarang mendekati pohon itu? kan gak ada salahnya sekedar tahu? apalagi saya makhluk cerdas, pemenang perang tanding alam Eden, masa tidak paham hakikat sesuatu, pakai harus menjauh segala. Coba ah, bukankah ini akan menyenangkan hati Hawa sayangku, yang dari kemarin merengek terus ingin melihat pohon tersebut? Aku memang ingat tentang larangan Allah, tapi justru kalau sudah tahu akan semakin berjaga-jaga agar tidak sampai mendekatinya.Bukankah begitu? begitu bukan, Bleh..si Ableh kemana lagi sih?
Maka adam pun mulai berani mendekati. Dan hawa malah berlari. Keduanya mulai bermain di sekitar pohon larangan tersebut. Dan kalau tadi adam masih takut-takut kalau Allah marah, namun senyum adinda tercinta membuat dia lupa segalanya, hanyutlah keduanya saat itu.
Tiba-tiba keasyikan keduanya dikejutkan oleh kehadiran sosok yang tertatih, letih, sayu dan miskin. Sebagian mufasir mengatakan ini mirip ular yang mampu berbicara. Wallahu A'lam. Namun kepada keduanya,makhluk pendatang itu mengaku bahwa dialah penjaga pohon terlarang. Dia sudah bertahun-tahun tinggal disitu dan paham betul akan hakikat kesaktian pohon tersebut.
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Demikian si iblis yang menyamar ini memberi "wejangan" disertai ajian sirep pati-geni agar adam percaya dengan segala ucapannya. Terpaksa ajian ini dia keluarkan karena dia sadar kalau adam terlalu cerdas untuk bisa digoda, untung ada Hawa yang membantu pekerjaanya, hehehe...
Walhasil adam pun manggut-manggut mendengar bualan iblis ini, seperti di firman itu, kamu tidak akan menjadi malaikat atau pun makhluk kekal.
Maksudnya apa lagi si iblis ini? Eit, jangan lupa walau sudah terusir dan kurang waras, ternyata otak si iblis masih lumayan juga. Apalagi dia melihat adam tengah mereguk berbagai kenikmatan dari Allah, tentu adam tak mau semua itu hilang darinya. Dan ternyata tipuan ini berhasil, luar biasa....!
"Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua," maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya." (7:21-22)
Adam yang pada mulanya tidak yakin pun berubah menjadi mantap, apalagi ketika mendengar iblis bersumpah "Demi Allah, gue nasehatin lo bedua nih.." wah, berani juga nih makhluk pake nama Allah segala. Mungkin bener kali demikian, ada Allahnya, dan gue perlu berguru juga nih sama Mbah...eh, Mbah siapa sih namanya? kok belum kenalan, kemana tuh makhluk tadi perginya?
Setelah direnungkan ucapan iblis tadi, merasuklah sifat rakus dan serakah untuk menguasai kenikmatan selama-lamanya,baik dalam diri adam maupun hawa. Masa Allah tega mengusir mereka dari sorga ini? apa alasan Allah untuk tidak menjadikan mereka malaikat?
Akhirnya keduanya sepakat bahwa pohon khuldi bukan pantangan lagi. Sekarang mereka bukan saja mendekati, melainkan memetik dan memakan buahnya!
Ketika tiba-tiba angin kencang gemuruh, dan pakaian mereka hilang beterbangan, barulah mereka sadar bahwa mereka baru saja berbuat kesalahan yang membuat Allah - sang pemberi nikmat - marah.
"Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah aurat keduanya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (7:22)
Ya, mereka - adam dan hawa - betul telah mencicipi buah pohon ini. Alangkah beraninya, padahal mendekatinya pun mereka dilarang, ini sama saja menentang perintah, melawan. Kalau aku begini anda mau apa? woow..apa bedanya dengan si iblis terlaknat? Weit, ada bedanya dari si begajul itu. Tatkala tersingkap aurat mereka, adam pun menyadari kesalahannya, dan MAU BERTOBAT! Inilah bedanya, Broer..
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (7:23)
Wahai Dzat pemberi nikmat, jangan kau siksa kami gara-gara kesalahan kami, jangan kau laknat kami karena kekhilafan kami, ampuni kami ya Rabb.
Dan Allah pun mengampuni mereka. Namun untuk itu ada konsekuensinya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan." (7:24)
Turunnya mereka bukan sebagai terpidana yang dibuang atau diasingkan ke bumi. Tapi lebih ke arah pendewasaan dan pematangan diri, dan penobatan adam sebagai khalifah di bumi.
Turunnya adam diikuti oleh iblis. Kenapa sih iblis ikut-ikutan melulu? Lhaa gak ngerti juga, kan dia udah janji mo bikin adam dan keturunannya merana dan lupa kepada Allah, sehingga menjadi makhluk celaka seperti dirinya....Wallahu A'lam Bishowab.
Mengenai perjalanan adam dan hawa di bumi beserta kisah keturunannya insya Allah akan dibahas lain tempat, syukran katsiiran...(TAMAT)
Label:
Peradaban Manusia
Nasib Azazil
(Lanjutan seri Persaingan Yang Ketat)
Bagaimana dengan azazil, apakah dia sadar bahwa dia baru saja melakukan suatu perlawanan terhadap perintah Allah, ketidakpatuhan akan kehendak penciptanya, yang selama ini telah melindungi dan memberinya berbagai kekuatan, kini dia lupa diri, kesombongan telah menutup hatinya. Gelap, pekat. Yang ada hanya dendam dan iri, terutama kepada makhluk baru yang masih melongo di depan sana.
Ya. Allah memang murka, sudah ada yang berani menentang titah-Nya. Berani betul. Apa dia tidak sadar siapa yang telah menciptakan, membuatnya hidup dan memberinya kekuatan? kini ada yang mencoba berebut "selendang"-Nya. Allah pun mengutuk Azazil dan menamainya Iblis, artinya makhluk yang terputus dari Allah. Dan jadilah iblis makhluk Allah yang terkutuk.
"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu, Hei Iblis?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (7:12)
Ini cuma alasan iblis, alibi dia agar tidak terlalu disalahkan dengan keingkarannya kepada Allah sang Pencipta. Kemana ilmunya si iblis yang dia pahami bahwa sebaik-baik makhluk adalah yang paling taat dan paling bertakwa kepada Allah? ocehan apa lagi yang dia pertotntonkan dengan mengungkit-ungkit jasad kasar antara api dengan tanah, bukankah keduanya benda materi semata? logika yang terlalu naif untuk seorang azazil yang katanya pernah dipuja dan membuat kagum seluruh malaikat karena ibadahnya dan ilmu agamanya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu menyombongkan diri di dalamnya, keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (7:13)
Keras sekali nada firman Allah. Ini pengusiran paling pedas untuk mantan ahli ilmu dan ahli ibadah, sekaligus memalukan. Inilah hakikat sebenarnya, dan Allah telah mengetahuinya sejak awal tentang kelakuan jin yang satu ini, dan dia hendak menunjukkan yang sebenarnya kepada seluruh pemujanya dari para malaikat dan jin yang lain, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada yang pantas ditaati dan disembah selain Dia.
Apakah iblis sadar dengan kecaman ini? lalu dia bertaubat seraya menangis tersedu-sedu menyesali kecerobohan dan kebodohan perilakunya? ternyata tidak! Justru malah makin berkobar hebat kesombongannya, dan amarahnya kian meledak, seperti kesurupan diapun menuding Adam, sebagai penyebab dia berperilaku seperti ini, adam lah si pembuat gara-gara dan segala kekacauan yang terjadi.
Baik, okey, Nggak masalah. Siapa takut? Begitu kira-kira ocehan si iblis yang sudah gelap mata.
"Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya, sampai waktu mereka dibangkitkan." (7:14)
Beri saya waktu, akan aku buktikan bahwa aku lebih hebat dari makhluk baru sialan ini. Begitu kata makhluk celaka ini. Bukannya sadar dari kekhilafan, eh, malah menantang Allah. Seolah-olah, "kalau Engkau berani, jangan curang dong dengan memusnahkan dan mematikan aku sekarang, Wahai Dzat Pencipta yang memberi hidup dan mati, berilah aku waktu untuk berbuat, beri aku kekuatan, niscaya semua akan menyaksikan kehebatanku.
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (7:15)
Inilah Allah yang Maha bijak dan Maha adil, dan Maha awas dengan yang akan terjadi. Dan pemberian tangguh ini pun bagian dari fenomena kedigjayaan dan kehabatan Sang Penguasa dan Sang Pencipta. Banyak yang mengatakan apakah iblis dalam hal ini menjadi martir demi terlaksananya kehendak? tetapi bukankah Allah telah memberi makhluk kafir ini kecerdasan yang tinggi serta kemampuan untuk memilih jalan terbaik? mengapa iblis tidak menggunakan kehebatan ini dalam memperbaiki pengabdian kepada-Nya? Hanya kepada Allah jua lah dikembalikan segala urusan.
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)(7:16-17)
Sampai detik ini, si iblis tidak pernah memandang sebelah mata sedikit pun kepada adam, seolah-olah makhluk yang telah memenangkan pertandingan, yang telah mempecundanginya itu pun tidak hadir, seolah anak kecil yang tidak penting dipedulikan.
Gara-gara si adam sialan ini, gua jadi begini. Okeh, bagaimana pun aku lebih baik, kalo saja aku punya waktu lebih banyak, akan kutunjukkan pada semuanya.
Dan satu lagi, iblis ini telah lancang, kita dengar omongannya, "..karena Engkau telah menghukum saya tersesat..." wow, luar biasa kurang ajar. Seolah-olah Allah telah kesalahan menjatuhkan hukuman itu kepadanya. Sungguh prasangka yang tidak layak disandang Yang Maha Suci dan Maha Tahu. Prasangka entah kurang ajar entah memang bodoh dan nista. bagaimana mungkin Dzat yang Maha Teliti mencipta langit dan bumi dengan berbagai ukuran yang tepat dan harmonis serta pelik ini melakukan kesalahan? Allah melakukan kesalahan? Ini mustahil disandang olehNya. Yang melakukan kesalahan itu pasti si iblis yang telah kacau pikiran dan sesat, dan tidak paham lagi arah kebaikan.
Kita dengar lagi sumpah serapah si iblis. Katanya, dulu ketika timbul huru-hara bangsa jin, saya yang memadamkan. Sekarang alam tenang tentram. Dan gara-gara "kesalahan" Tuhan mem-vonis dan menghukum dia bersalah, wokey..akan kutunjukan bahwa aku sanggup memporak-porandakan ketentraman itu. Alam yang semula harmonis tenang, akan kubuat kacau, semua gara-gara kesalahan-Mu wahai Tuhan, Engkau salah menghukum aku, Engkau salah telah memilih makhluk baru dari pada aku, Engkau salah telah melebihkan dia daripada aku, Engkau salah telah terburu-buru mengusirku, karena akulah makhlukmu yang terhebat bukan yang lain. Engkau pasti akan kehilangan aku. Dan gara-gara ini semua, maka Engkau lihat, akan kuganggu makhluk ini dan keturunannya, kelak tidak ada satu pun lagi dari mereka yang menyembah-Mu! weleh..weleh..dasar si ableh..emang dia yang punya n bikin makhluk? kagak mikir amat ya!
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya." (7:18)
Allah adalah pemilik segala-galanya. Pantaskah Allah takut dengan si pembual yang cuma omong besar ini? yang bahkan dia sendiri tidak mampu menciptakan dengkulnya sendiri, dengkulmu! Allah tahu persis tentang hal ini, dan Allah adalah Sang Perencana yang Maha Teliti.
Dengan lantang dan pasti, Allah mengusir iblis terlaknat dari surga ciptaan-Nya yang penuh rahmat dan nikmat, yang memang tak pantas dihuni makhluk terlaknat seperti iblis pembangkang. Firman Allah berlaku tegas untuk si iblis, juga yang mengikuti jalannya iblis baik dari golongan jin maupun manusia. Iblis pun diseret keluar dengan terhina, dan Allah pun berpaling darinya.
Bagaimana dengan azazil, apakah dia sadar bahwa dia baru saja melakukan suatu perlawanan terhadap perintah Allah, ketidakpatuhan akan kehendak penciptanya, yang selama ini telah melindungi dan memberinya berbagai kekuatan, kini dia lupa diri, kesombongan telah menutup hatinya. Gelap, pekat. Yang ada hanya dendam dan iri, terutama kepada makhluk baru yang masih melongo di depan sana.
Ya. Allah memang murka, sudah ada yang berani menentang titah-Nya. Berani betul. Apa dia tidak sadar siapa yang telah menciptakan, membuatnya hidup dan memberinya kekuatan? kini ada yang mencoba berebut "selendang"-Nya. Allah pun mengutuk Azazil dan menamainya Iblis, artinya makhluk yang terputus dari Allah. Dan jadilah iblis makhluk Allah yang terkutuk.
"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu, Hei Iblis?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (7:12)
Ini cuma alasan iblis, alibi dia agar tidak terlalu disalahkan dengan keingkarannya kepada Allah sang Pencipta. Kemana ilmunya si iblis yang dia pahami bahwa sebaik-baik makhluk adalah yang paling taat dan paling bertakwa kepada Allah? ocehan apa lagi yang dia pertotntonkan dengan mengungkit-ungkit jasad kasar antara api dengan tanah, bukankah keduanya benda materi semata? logika yang terlalu naif untuk seorang azazil yang katanya pernah dipuja dan membuat kagum seluruh malaikat karena ibadahnya dan ilmu agamanya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu menyombongkan diri di dalamnya, keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (7:13)
Keras sekali nada firman Allah. Ini pengusiran paling pedas untuk mantan ahli ilmu dan ahli ibadah, sekaligus memalukan. Inilah hakikat sebenarnya, dan Allah telah mengetahuinya sejak awal tentang kelakuan jin yang satu ini, dan dia hendak menunjukkan yang sebenarnya kepada seluruh pemujanya dari para malaikat dan jin yang lain, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada yang pantas ditaati dan disembah selain Dia.
Apakah iblis sadar dengan kecaman ini? lalu dia bertaubat seraya menangis tersedu-sedu menyesali kecerobohan dan kebodohan perilakunya? ternyata tidak! Justru malah makin berkobar hebat kesombongannya, dan amarahnya kian meledak, seperti kesurupan diapun menuding Adam, sebagai penyebab dia berperilaku seperti ini, adam lah si pembuat gara-gara dan segala kekacauan yang terjadi.
Baik, okey, Nggak masalah. Siapa takut? Begitu kira-kira ocehan si iblis yang sudah gelap mata.
"Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya, sampai waktu mereka dibangkitkan." (7:14)
Beri saya waktu, akan aku buktikan bahwa aku lebih hebat dari makhluk baru sialan ini. Begitu kata makhluk celaka ini. Bukannya sadar dari kekhilafan, eh, malah menantang Allah. Seolah-olah, "kalau Engkau berani, jangan curang dong dengan memusnahkan dan mematikan aku sekarang, Wahai Dzat Pencipta yang memberi hidup dan mati, berilah aku waktu untuk berbuat, beri aku kekuatan, niscaya semua akan menyaksikan kehebatanku.
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (7:15)
Inilah Allah yang Maha bijak dan Maha adil, dan Maha awas dengan yang akan terjadi. Dan pemberian tangguh ini pun bagian dari fenomena kedigjayaan dan kehabatan Sang Penguasa dan Sang Pencipta. Banyak yang mengatakan apakah iblis dalam hal ini menjadi martir demi terlaksananya kehendak? tetapi bukankah Allah telah memberi makhluk kafir ini kecerdasan yang tinggi serta kemampuan untuk memilih jalan terbaik? mengapa iblis tidak menggunakan kehebatan ini dalam memperbaiki pengabdian kepada-Nya? Hanya kepada Allah jua lah dikembalikan segala urusan.
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)(7:16-17)
Sampai detik ini, si iblis tidak pernah memandang sebelah mata sedikit pun kepada adam, seolah-olah makhluk yang telah memenangkan pertandingan, yang telah mempecundanginya itu pun tidak hadir, seolah anak kecil yang tidak penting dipedulikan.
Gara-gara si adam sialan ini, gua jadi begini. Okeh, bagaimana pun aku lebih baik, kalo saja aku punya waktu lebih banyak, akan kutunjukkan pada semuanya.
Dan satu lagi, iblis ini telah lancang, kita dengar omongannya, "..karena Engkau telah menghukum saya tersesat..." wow, luar biasa kurang ajar. Seolah-olah Allah telah kesalahan menjatuhkan hukuman itu kepadanya. Sungguh prasangka yang tidak layak disandang Yang Maha Suci dan Maha Tahu. Prasangka entah kurang ajar entah memang bodoh dan nista. bagaimana mungkin Dzat yang Maha Teliti mencipta langit dan bumi dengan berbagai ukuran yang tepat dan harmonis serta pelik ini melakukan kesalahan? Allah melakukan kesalahan? Ini mustahil disandang olehNya. Yang melakukan kesalahan itu pasti si iblis yang telah kacau pikiran dan sesat, dan tidak paham lagi arah kebaikan.
Kita dengar lagi sumpah serapah si iblis. Katanya, dulu ketika timbul huru-hara bangsa jin, saya yang memadamkan. Sekarang alam tenang tentram. Dan gara-gara "kesalahan" Tuhan mem-vonis dan menghukum dia bersalah, wokey..akan kutunjukan bahwa aku sanggup memporak-porandakan ketentraman itu. Alam yang semula harmonis tenang, akan kubuat kacau, semua gara-gara kesalahan-Mu wahai Tuhan, Engkau salah menghukum aku, Engkau salah telah memilih makhluk baru dari pada aku, Engkau salah telah melebihkan dia daripada aku, Engkau salah telah terburu-buru mengusirku, karena akulah makhlukmu yang terhebat bukan yang lain. Engkau pasti akan kehilangan aku. Dan gara-gara ini semua, maka Engkau lihat, akan kuganggu makhluk ini dan keturunannya, kelak tidak ada satu pun lagi dari mereka yang menyembah-Mu! weleh..weleh..dasar si ableh..emang dia yang punya n bikin makhluk? kagak mikir amat ya!
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya." (7:18)
Allah adalah pemilik segala-galanya. Pantaskah Allah takut dengan si pembual yang cuma omong besar ini? yang bahkan dia sendiri tidak mampu menciptakan dengkulnya sendiri, dengkulmu! Allah tahu persis tentang hal ini, dan Allah adalah Sang Perencana yang Maha Teliti.
Dengan lantang dan pasti, Allah mengusir iblis terlaknat dari surga ciptaan-Nya yang penuh rahmat dan nikmat, yang memang tak pantas dihuni makhluk terlaknat seperti iblis pembangkang. Firman Allah berlaku tegas untuk si iblis, juga yang mengikuti jalannya iblis baik dari golongan jin maupun manusia. Iblis pun diseret keluar dengan terhina, dan Allah pun berpaling darinya.
Label:
Peradaban Manusia
Persaingan yang ketat
(Lanjutan seri Kelahiran Sang Khalifah)
Ketika tiba waktunya, maka pertandingan berlangsung seru sekaligus menegangkan, karena menyangkut kehormatan masing-masing penghuni, yang kalah harus mengakui kekalahan dan menunduk kepada pemenangnya siapa pun dia. Dan inilah finalis akhir dari petandingan yaitu Jibril (Gabriel) dan Mika'il (Michael) dari grup Malaikat, Azazil mewakili bangsa Jin, dan ketiga...Adam, makhluk baru itu...
" Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini...." (Al Baqarah : 33)
Sebagian mufasir mengatakan bahwa tes uji disini seperti analisa logika, filsafat, fisika dan sebagainya. Wallahu Alam. Waktu itu tidak ada yang dapat mengalahkan kecerdasan Adam, tidak Azazil si Perkasa, tidak pula Jibril Sang Jendral Terhebat. Semua hadirin dibuat termangu, rasa kagum memuncak menyaksikan kegagahan dan kejeniusan Adam, si makhluk baru. Dan Allah pun berfirman :
"Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Al-Baqarah : 33)
Apa yang dimaksud Allah dengan "sembunyikan"??
Ternyata Allah SWT Maha Mengetahui tentang getaran hati salah satu makhluknya, getaran rasa iri-dengki, getaran ujub dan sombong yang tercundang, itulah maka disampaikan sindiran "..yang kamu sembunyikan" dengan harapan kiranya dapat menyadarkan si makhluk bahwa apa yang dirasakan merupakan godaan semata.Agar segera sadar dan bertaubat kembali taat kepada kehendak Allah SWT. Kelak akan diketahui siapa pemilik kedengkian ini tatkala Allah membuat ujian lain kepada para makhluk-Nya ini.
Allah sangat awas dengan hal tersebut. Dan sekali dia berkehendak, tak ada satu pun yang mampu menolak. Allah sering kali memberi kesempatan kepada para makhluknya untuk kembali mengikuti-Nya, ada pula yang ingkar menjauhi bahkan meninggalkan-Nya. Padahal siapakah pemberi kehidupan? Dan Allah Sang Raja Diraja, berhak mencipta ataupun menghapuskan ciptaannya sesuai kehendak-Nya. Tentu saja semuanya dalam balutan hikmah,keadilan dan kebijaksanaan-Nya dalam tatanan derajat ketuhanan alam raya.
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman: "Sujudlah kalian kepada Adam..." (2:34)
Inilah ujian itu. Adam, sang pemenang, telah nyata dihadapan semuanya sebagai yang terhebat, mengalahkan seluruh makhluk. Dan sudah layak baginya mendapat penghormatan. Allah menjadikan prosesi dan gerak sujud sebagai tanda kekalahan sekaligus penghormatan untuk makhluk yang telah dimuliakan-Nya. Disamping itu sujud disini menjadi wujud taat kepada Allah yang menitahkan prosesi tersebut.
"..maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (2:34)
Tatkala titah agung dikumandangkan, semua rebah. Semua tunduk kepada kemauan Allah. Semua takut kepada Allah kalau ingkar dan membuatNya murka. Namun ternyata ada sosok yang masih berdiri tangan bersedekap di dada dan kaki mengangkang. Matanya melirik tajam, melecehkan sang pemenang. Ternyata panasnya hati, gejolak sombong dalam dada telah mengalahkan besarnya rasa takut kepada Sang Maha Raja. Mengalahkan logika dan pertimbangan sehat akan derita siksa Yang Maha Kuasa. Itulah kelakuan Si Iblis, Pecundang...
Ketika Jibril dan Mikail melihat perilaku Iblis, maka mereka pun kembali rebah tersungkur, bersyukur bahwa Allah masih tetap menjadikan mereka sebagai hamba-Nya yang taat, berlindung dari perbuatan nista dan terjauh dari Allah...
(Bersambung)
Ketika tiba waktunya, maka pertandingan berlangsung seru sekaligus menegangkan, karena menyangkut kehormatan masing-masing penghuni, yang kalah harus mengakui kekalahan dan menunduk kepada pemenangnya siapa pun dia. Dan inilah finalis akhir dari petandingan yaitu Jibril (Gabriel) dan Mika'il (Michael) dari grup Malaikat, Azazil mewakili bangsa Jin, dan ketiga...Adam, makhluk baru itu...
" Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini...." (Al Baqarah : 33)
Sebagian mufasir mengatakan bahwa tes uji disini seperti analisa logika, filsafat, fisika dan sebagainya. Wallahu Alam. Waktu itu tidak ada yang dapat mengalahkan kecerdasan Adam, tidak Azazil si Perkasa, tidak pula Jibril Sang Jendral Terhebat. Semua hadirin dibuat termangu, rasa kagum memuncak menyaksikan kegagahan dan kejeniusan Adam, si makhluk baru. Dan Allah pun berfirman :
"Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Al-Baqarah : 33)
Apa yang dimaksud Allah dengan "sembunyikan"??
Ternyata Allah SWT Maha Mengetahui tentang getaran hati salah satu makhluknya, getaran rasa iri-dengki, getaran ujub dan sombong yang tercundang, itulah maka disampaikan sindiran "..yang kamu sembunyikan" dengan harapan kiranya dapat menyadarkan si makhluk bahwa apa yang dirasakan merupakan godaan semata.Agar segera sadar dan bertaubat kembali taat kepada kehendak Allah SWT. Kelak akan diketahui siapa pemilik kedengkian ini tatkala Allah membuat ujian lain kepada para makhluk-Nya ini.
Allah sangat awas dengan hal tersebut. Dan sekali dia berkehendak, tak ada satu pun yang mampu menolak. Allah sering kali memberi kesempatan kepada para makhluknya untuk kembali mengikuti-Nya, ada pula yang ingkar menjauhi bahkan meninggalkan-Nya. Padahal siapakah pemberi kehidupan? Dan Allah Sang Raja Diraja, berhak mencipta ataupun menghapuskan ciptaannya sesuai kehendak-Nya. Tentu saja semuanya dalam balutan hikmah,keadilan dan kebijaksanaan-Nya dalam tatanan derajat ketuhanan alam raya.
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman: "Sujudlah kalian kepada Adam..." (2:34)
Inilah ujian itu. Adam, sang pemenang, telah nyata dihadapan semuanya sebagai yang terhebat, mengalahkan seluruh makhluk. Dan sudah layak baginya mendapat penghormatan. Allah menjadikan prosesi dan gerak sujud sebagai tanda kekalahan sekaligus penghormatan untuk makhluk yang telah dimuliakan-Nya. Disamping itu sujud disini menjadi wujud taat kepada Allah yang menitahkan prosesi tersebut.
"..maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (2:34)
Tatkala titah agung dikumandangkan, semua rebah. Semua tunduk kepada kemauan Allah. Semua takut kepada Allah kalau ingkar dan membuatNya murka. Namun ternyata ada sosok yang masih berdiri tangan bersedekap di dada dan kaki mengangkang. Matanya melirik tajam, melecehkan sang pemenang. Ternyata panasnya hati, gejolak sombong dalam dada telah mengalahkan besarnya rasa takut kepada Sang Maha Raja. Mengalahkan logika dan pertimbangan sehat akan derita siksa Yang Maha Kuasa. Itulah kelakuan Si Iblis, Pecundang...
Ketika Jibril dan Mikail melihat perilaku Iblis, maka mereka pun kembali rebah tersungkur, bersyukur bahwa Allah masih tetap menjadikan mereka sebagai hamba-Nya yang taat, berlindung dari perbuatan nista dan terjauh dari Allah...
(Bersambung)
Label:
Peradaban Manusia
Kelahiran Sang Khalifah...
Setelah menjelaskan mengenai kondisi bumi dan para penghuninya sebelum manusia lahir, maka sekarang mari kita bahas sejarah tentang peradaban manusia itu sendiri, yang sampai sekarang sudah menjadi berbagai macam bangsa dengan beraneka suku.
Kita mulai dari kejadian fenomenal di mana sang khalifah dilahirkan....
-----------------
PERMULAAN KISAH
Allah SWT menciptakan semesta dalam 2 masa (tahap). Kemudian Dia memisahkan gumpalan sebagian menjadi langit dan sebagian lain menjadi bintang dan planet-planet. Diantara benda langit tersebutlah bumi(earth) sebagai fokus perhatian, yang telah di skenariokan Allah Sang Pencipta, bahwa disinilah akan terjadi berbagai kejadian yang luar biasa hingga tiba masa kehancuran, maupun kebangkitan.
Marilah kita simak tentang penghuni bumi paling awal...
Setelah Allah mencipta para malaikat dari cahaya, kemudian mengatur segala sesuatu dengan titah-Nya dan bersemayam di atas Arasy-Nya yang agung, maka Dia ciptakan alam raya beserta penghuninya yang lain, diantaranya adalah bentuk jin.
Tersebutlah ketika ALLAH menjadikan jin dari lidah api yang tiada berasap, dan dijadikan hal keada'an jin itu teramat besar dan di namakan jin yang pertama itu dengan nama MARIJ.
Dialah bapa segala bangsa bangsa jin. Kemudian ALLAH menjadikan pasangannya yang kemudian di beri nama KHARIJ.
Dari mereka inilah di turunkan bangsa bangsa jin termasuk salah satu peranakan bangsa jin yang bernama Azazil, yang kelak berganti nama menjadi Iblis laknatullah.
Pada mulanya mereka di golongkan pada martabat malaikat, mereka berbuat ta'at kepada ALLAH dengan sebenar benar ta'at. Mereka mendiami langit ketujuh sekian puluh ribu tahun lamanya.
Pada suatu waktu mereka meminta untuk di turunkan kebumi, permintaan mereka di kabulkan.
Bangsa jin itu pun beranak pinak di muka bumi yang setiap dua hari melahirkan jin yang lainnya.
Coba bayangkan berapa banyak jumlahnya sekarang!!!!
ALLAH menjadikan mereka berlainan rupa, sebahagian berupa binatang jinak, sebahagian lagi berupa binatang yang buas, ada pula yang mempunyai rupa yang sangat elok dan rupawan, ada yang bisa merubah rubah rupanya dan ke ada'annya menurut kehendak hatinya.
Karena keturunan bangsa jin begitu banyak hingga penuh bumi ini maka ALLAH menciptakan dinding (hijab) bagi mereka itu agar penghuni bumi yang berupa unggas yang buas, dan binatang binatang besar (mungkin para dinosaurus) tidak saling berdesakan.
Pada waktu itu mereka merupakan makhluq yang sangat ta'at hingga malaikat jibril dan mikail terkagum kagum karenanya.
Karena amal ibadahnya begitu kuat hingga sebagian mereka di angkat kelangit salah satu di antaranya adalah yang bernama azazil.
Hingga masanya tiba tatkala bangsa jin berbuat durhaka kepada pencipta-Nya, maka di laknatlah sebahagian mereka dan sebahagian lagi di kasih pilihan.
Ada yang memilih untuk ikut azazil yang sudah berganti nama menjadi iblis, ada yang tetap memilih ta'at pada ALLAH...
(mengenai riwayat bangsa jin lihat lagi artikel lain tentang jin di blog ini)
FENOMENA KEHENDAK...
Suatu hari terdengar percakapan agung di alam yang penuh kesucian..
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)
Dialah Adam Alaihissalam, yang tercipta langsung dari "tangan" Allah. Dibuat dari tanah lumpur hitam di bumi, dibentuknya sedemikian rupa dalam bentuknya yang terbaik, kemudian di tiupkan ruh kehidupan ke dalamnya.
Jumat pagi yang cerah itu, negeri Adn (Eden) tampak begitu semarak, semuanya bersuka cita. Berita tentang kelahiran makhluk baru menajdi perbincangan dimana-mana. Sementara itu disebuah tempat, dalam naungan kebesaran Sang Pengasih dan Penyayang, dihadapan seluruh hadirin, tergolek sebentuk tubuh baru, yang asing namun cantik, dalm wajah terbaik.
Dari semula terdiam, kini mata makhluk ini mulai bergerak-gerak dan...TERBUKA. Dilihatnya sekeliling, tak ada satu pun yang mirip dengan dirinya, tapi ia bahagia, karena menjadi kesayangan. Tiap hari ada guru pembimbing yang mengajarinya ini dan itu. Makananpun tak pernah kurang. Segala apa yang diinginkannya selalu tersedia.
Dia tumbuh dalam asuhan Yang Maha Suci dalam berbagai rupa keindahan. Sampai suatu hari ada yang memanggil dan mengatakan bahwa akan diadakan pertandingan adu kecerdasan antar penghuni wilayah tersebut. Makhluk baru ini amat gembira. Akalnya yang cerdik merancang rencana guna memenangkan pertandingan, apalagi melawan para senior yang sekaligus juga guru-gurunya.
Kita mulai dari kejadian fenomenal di mana sang khalifah dilahirkan....
-----------------
PERMULAAN KISAH
Allah SWT menciptakan semesta dalam 2 masa (tahap). Kemudian Dia memisahkan gumpalan sebagian menjadi langit dan sebagian lain menjadi bintang dan planet-planet. Diantara benda langit tersebutlah bumi(earth) sebagai fokus perhatian, yang telah di skenariokan Allah Sang Pencipta, bahwa disinilah akan terjadi berbagai kejadian yang luar biasa hingga tiba masa kehancuran, maupun kebangkitan.
Marilah kita simak tentang penghuni bumi paling awal...
Setelah Allah mencipta para malaikat dari cahaya, kemudian mengatur segala sesuatu dengan titah-Nya dan bersemayam di atas Arasy-Nya yang agung, maka Dia ciptakan alam raya beserta penghuninya yang lain, diantaranya adalah bentuk jin.
Tersebutlah ketika ALLAH menjadikan jin dari lidah api yang tiada berasap, dan dijadikan hal keada'an jin itu teramat besar dan di namakan jin yang pertama itu dengan nama MARIJ.
Dialah bapa segala bangsa bangsa jin. Kemudian ALLAH menjadikan pasangannya yang kemudian di beri nama KHARIJ.
Dari mereka inilah di turunkan bangsa bangsa jin termasuk salah satu peranakan bangsa jin yang bernama Azazil, yang kelak berganti nama menjadi Iblis laknatullah.
Pada mulanya mereka di golongkan pada martabat malaikat, mereka berbuat ta'at kepada ALLAH dengan sebenar benar ta'at. Mereka mendiami langit ketujuh sekian puluh ribu tahun lamanya.
Pada suatu waktu mereka meminta untuk di turunkan kebumi, permintaan mereka di kabulkan.
Bangsa jin itu pun beranak pinak di muka bumi yang setiap dua hari melahirkan jin yang lainnya.
Coba bayangkan berapa banyak jumlahnya sekarang!!!!
ALLAH menjadikan mereka berlainan rupa, sebahagian berupa binatang jinak, sebahagian lagi berupa binatang yang buas, ada pula yang mempunyai rupa yang sangat elok dan rupawan, ada yang bisa merubah rubah rupanya dan ke ada'annya menurut kehendak hatinya.
Karena keturunan bangsa jin begitu banyak hingga penuh bumi ini maka ALLAH menciptakan dinding (hijab) bagi mereka itu agar penghuni bumi yang berupa unggas yang buas, dan binatang binatang besar (mungkin para dinosaurus) tidak saling berdesakan.
Pada waktu itu mereka merupakan makhluq yang sangat ta'at hingga malaikat jibril dan mikail terkagum kagum karenanya.
Karena amal ibadahnya begitu kuat hingga sebagian mereka di angkat kelangit salah satu di antaranya adalah yang bernama azazil.
Hingga masanya tiba tatkala bangsa jin berbuat durhaka kepada pencipta-Nya, maka di laknatlah sebahagian mereka dan sebahagian lagi di kasih pilihan.
Ada yang memilih untuk ikut azazil yang sudah berganti nama menjadi iblis, ada yang tetap memilih ta'at pada ALLAH...
(mengenai riwayat bangsa jin lihat lagi artikel lain tentang jin di blog ini)
FENOMENA KEHENDAK...
Suatu hari terdengar percakapan agung di alam yang penuh kesucian..
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)
Dialah Adam Alaihissalam, yang tercipta langsung dari "tangan" Allah. Dibuat dari tanah lumpur hitam di bumi, dibentuknya sedemikian rupa dalam bentuknya yang terbaik, kemudian di tiupkan ruh kehidupan ke dalamnya.
Jumat pagi yang cerah itu, negeri Adn (Eden) tampak begitu semarak, semuanya bersuka cita. Berita tentang kelahiran makhluk baru menajdi perbincangan dimana-mana. Sementara itu disebuah tempat, dalam naungan kebesaran Sang Pengasih dan Penyayang, dihadapan seluruh hadirin, tergolek sebentuk tubuh baru, yang asing namun cantik, dalm wajah terbaik.
Dari semula terdiam, kini mata makhluk ini mulai bergerak-gerak dan...TERBUKA. Dilihatnya sekeliling, tak ada satu pun yang mirip dengan dirinya, tapi ia bahagia, karena menjadi kesayangan. Tiap hari ada guru pembimbing yang mengajarinya ini dan itu. Makananpun tak pernah kurang. Segala apa yang diinginkannya selalu tersedia.
Dia tumbuh dalam asuhan Yang Maha Suci dalam berbagai rupa keindahan. Sampai suatu hari ada yang memanggil dan mengatakan bahwa akan diadakan pertandingan adu kecerdasan antar penghuni wilayah tersebut. Makhluk baru ini amat gembira. Akalnya yang cerdik merancang rencana guna memenangkan pertandingan, apalagi melawan para senior yang sekaligus juga guru-gurunya.
Label:
Peradaban Manusia
Langganan:
Komentar (Atom)