Banyak riwayat yang menuturkan tentang kondisi bumi sebelum turunnya adam ke bumi. Sebagian sudah pernah saya tulis di artikel lain di blog ini juga. Kali ini saya akan singgung sedikit.
Sebagaimana disampaikan bahwa adam bukanlah makhluk penghuni bumi pertama, melainkan MANUSIA pertama. Karena kabar yang sampai baik dari wahyu ilahi maupun bukti ilmiah banyak menyampaikan tentang hal tersebut.
Kesimpulannya, makhluk yang pertama kali mengisi bumi adalah bangsa jin, karena Allah mencipta mereka dari api yang panas lebih dulu dari manusia. Allah menurunkan wahyu dan risalah kepada mereka, dan mereka pun menjadi umat-umat seperti kita sekarang, dan mengalami beberapa kurun generasi. Diantara mereka ada nabi-nabi, ada yang sholeh maupun yang kufur. Kekufuran terparah dialami pada jaman kehidupan iblis (lihat artikel lalu tentang azazil, nama lain iblis). Dan iblis yang menjadi dedengkot kekufuran yang menimpa baik dari golongan jin maupun kelak pada golongan manusia karena ia telah bersumpah akan menjauhkan makhluk Allah khususnya keturunan adam dari penciptanya.
Adapun dari sisi ilmiah, maka kita banyak menemukan beberapa peninggalan arkeologi yang menunjukkan bekas-bekas para penghuni bumi sebelum manusia, baik berupa bangunan purba maupun tulang belulang yang diperkirakan berusia jutaan tahun, sebelum waktu kemunculan adam di bumi, yang kita kenal dengan homo erectus, dll.
Adam sendiri, menurut perkiraan para ahli baru muncul kurang lebih 6000 tahun yang lalu, yang kemudian beranak pinak dan keturunannya menjadi suku-suku dan berbangsa-bangsa sekarang.
Para penghuni bumi sebelum adam, selain jin, juga ada yang berbentuk fisik, tetapi bukan manusia. Seperti tumbuhan (tumbuhan purba masih bisa ditemukan sekarang di wilayah rimba-rimba afrika, amazon dan kalimantan. Sebagian telah menjadi fosil batu-bara), hewan (fosil purba banyak ditemukan) diantaranya dikenal dengan istilah dinosaurus.
“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (Al An'aam 6:32)
Ada yang menarik dengan dinosaurus ini, yang para ahli membagi jaman triassic bahwa mereka hidup pada jaman jurassic. Pengamatan hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa dino adalam hewan-hewan purba berukuran raksasa, sebagian pemakan tumbuhan dan sebagian pemakan daging. Terkadang mereka saling memangsa antara satu dengan yang lainnya.
Namun semenjak penemuan batu aneh di peru yang menggambarkan tentang bagaimana dijaman tersebut sudah ada bentuk sosok seperti manusia, yang berburu dinosaurus bahkan menjadikan hewan ini sebagai tunggangan. Dan ukurannya pun hampir sama dengan makhluk mirip manusia tadi. Dalam tes uji laboratorium menunjukkan bahwa usia batu ini termasuk sisa peninggalan jaman purba, sebelum kedatangan adam.
Pertanyaannya, kalau prasasti pruba di peru ini betul, makhluk apakah sesungguhnya yang hidup berburu dino tersebut? apakah termasuk generasi anak cucu adam? betulkah dino itu ukurannya kecil saja sebesar kuda, karena dapat ditunggangi dan dijinakkan (t-rex bisa ditunggangi dan dipelihara) ataukah ukuran makhluk mirip manusia yang sebesar dinosaurus? betulkan keduanya pernah ada atau sekedar ilusi ilmuwan semata?
Kalau dilihat bahwa kecil kemungkinan mereka keturunan adam, karena karakteristik adam adalah makhluk dengan intelektual tinggi, cerdas dan bergaya. Kita pernah melihatnya ketika dia bertanding dan mengalahkan malaikat dan jin di Eden. Sementara para ahli pernah menemukan sosok yang tinggal di goa-goa, pakai kulit binatang, hidup berburu dan lain-lain. Kebetulan ditemukan beberapa fosil mereka, dan setelah diteliti ternyata tengkorang mereka lebih kecil daripada manusia sekarang. Berarti terbukti bahwa mereka bukan manusia, namun "mirip manusia". Charles darwin pernah menghubung-hubungkan tentang adanya kemungkinan perubahan struktur tubuh dalam teori evolusi-nya, bahwa homo erectus berubah lambat-laun menjadi homo sapiens,karena belajar, WOW! Kalau teori ini benar, setelah homo sapien akan menjadi apa? toh kita tetap begini-begini saja bentuknya gak jadi makin tinggi?
Jadi homo erectus dan homo sapiens adalah dua makhluk yang berbeda yang diciptakan Allah sebagai penghuni bumi. Kalau pembaca melihat artikel yang pernah saya posting terdahulu, maka dikisahkan bahwa riwayat ramayana maupun bharatayudha dalam mahabharata adalah benar adanya, karena reruntuhannya pun ditemukan. namun tahun benda tersebut berikut radiasi yang dikandungnya menunjukkan tahun yang melampaui tahun kehadiran nabi adam. Jadi kisah pewayangan ini bisa jadi benar adanya, namun pelakunya bukan bangsa manusia!
Berikut ini ada artikel bagus mengenai peradaban sebelum kehadiran adam, baik bangunan maupun penghuninya. Silakan disimak.
======================
Menurut pemahaman saat ini, waktu bergerak ke depan secara linear (garis lurus).Ia berawal sejak terjadi “Big Bang” yang menjadi sebab adanya alam dunia. Berdasarkan konsep ini, maka kehidupan bermula dari makhluk-makhluk hidup sederhana ber-sel satu yang muncul dari senyawa kimiawi awal (primordial chemical soup) unsur-unsur materi alam fana. Melalui proses evolusi selama jutaan tahun, makhluk-makhluk sederhana itu berubah menjadi ber-aneka jenis makhluk yang dikenal sekarang. Mengenai makhluk manusia, dikatakan ia berasal dari monyet yang berturut-turut ber-evolusi menjadi makhluk-makluk sebagaimana tercantum pada daftar dibawah ini.
Jadi menurut pandangan saat ini, peradaban manusia baru mulai berkembang sejak 40.000 tahun yang lalu. Dikatakan bahwa sebelum masa itu tidak ada manusia beradab hidup di muka Bumi.
Menurut Veda, sang waktu bergerak ke depan secara spiral atau bersiklus dengan pola sama sejak Brahma lahir diatas bunga Padma yang tumbuh dari pusar Visnu.
Ini berarti secara periodik pola dan suasana kehidupan serupa terjadi berulang-kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam material tercipta.
Ada 4 (empat) siklus masa (jaman) atau Yuga yang datang dan berlalu silih berganti bagaikan pergantian empat musim dalam perjalanan sang waktu sampai saat pralaya (kiamat) alam material kelak
Jadi menurut Veda, peradaban manusia muncul dan lenyap berulang-kali dalam perjalanan sang waktu sejak alam material tercipta. Dikatakan bahwa peradaban manusia pada masa Kali-Yuga sekarang adalah peradaban terkasar, terrendah dan terkebelakang karena dilandasi kesadaran yang didominasi sifat alam rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan).
Dengan kata lain, peradaban manusia modern Kali-Yuga sekarang adalah peradaban paling rendah karena berpondasi avidya, kegelapan spiritual. Manusia beranggapan bahwa materi adalah asal-mula segala sesuatu dan juga sumber kebahagiaan.
Bukti-bukti yang mendukung tentang siklus waktu yang dipaparkan dalam Veda dapat kita temukan dalam semua peradaban suku bangsa kuno (China, Persia, Mesir, India, Yunani dan suku-suku Indian Inca, Aztek dan Maya, dan sebagainya) menyatakan bahwa perjalanan sang waktu bersiklus. Plato dan Aristoteles berkata bahwa peradaban manusia telah muncul dan lenyap berkali-kali dimasa silam dalam perjalanan sang waktu.
Dalam bukunya berjudul “Critias”, Plato mengutip kata-kata seorang pandita Mesir kepada Solon, “Banyak peradaban telah lenyap dimasa lalu, dan nanti akan terjadi lagi kehancuran peradaban manusia karena berbagai sebab”.
Menurut Veda, peradaban manusia hancur karena sifat rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan) mendominasi kesadaran penduduk sehingga mereka berperangai buruk dan jahat (asuri-sampad).
Akibatnya, kegiatan pemuasan indriya mereka yang berlebih-lebihan merusak Bumi tempat tinggalnya sendiri. Mereka saling bermusuhan dan berkelahi (berperang) dalam ikhtiarnya menikmati kesenangan duniawi sepuas-puasnya.
Beraneka-macam sisa peninggalan (bangunan, patung, dan lain-lain) purba ditemukan diberbagai tempat di muka Bumi.
Semuanya adalah bukti bahwa manusia beradab telah pernah hidup di Bumi ratusan ribu dan bahkan jutaan tahun yang lalu.
Berbagai jenis fossil makhluk hidup dan perkakas karya manusia berusia ratusan ribu dan bahkan jutaan tahun ditemukan dalam penggalian fossil diberbagai tempat di Bumi.
Orang-orang modern pada jaman Kali Yuga amat bangga dengan pengetahuan material dan teknologi miliknya. Mereka tidak sadar bahwa pengetahuan materialnya amatlah terbatas dan teknologinya adalah jenis paling kasar.
Teknologi amat kasar yang dibanggakan bersumber dari pemanfaatan unsur tanah (Bumi) yang merupakan unsur materi paling kasar.
Untuk bepergian dan bekerja, manusia modern Kali-Yuga membuat beraneka-macam sarana transport dan peralatan bekerja dari besi dan berbagai jenis logam lain.
Pada masa Yuga-Yuga sebelumnya (Satya, Treta dan Dvapara-Yuga), teknologi penduduk lebih halus. Sebab mereka mampu memanfaatkan unsur materi akasa (ether), udara (vayuh), api (nalah) dan air (apah) sebagai sarana bepergian dan bekerja. Bahkan pada masa Satya Yuga, orang-orang mampu memanfaatkan pikiran (manah) untuk bepergian dan bekerja.
Menurut Veda, sisa-sisa peninggalan purba yang terdapat diberbagai tempat di Bumi adalah bukti-bukti adanya peradaban manusia yang pernah megah di jaman lampau pada masa Satya, Treta dan Dvapara Yuga.
Menurut orang-orang Koptik Mesir, piramid adalah perwujudan pengetahuan tentang “kekuasaan Tuhan”. Ia dimaksudkan untuk bisa dibaca kelak oleh mereka yang mampu membacanya agar mereka mengetahui kehidupan manusia jaman purba.
Berdasarkan naskah kuno yang ditemukan dalam piramid besar Cheops, dikatakan bahwa piramid itu dibangun “pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer”. Ini berarti, kata ahli sejarah Arab Abu Said El Balchi, piramid itu di-bangun 73.300 ribu tahun yang lalu.
Bagaimana piramid itu dibangun, bagaimana balok – balok batu besar yang beratnya 12 – 15 ton per batu itu diangkut, dipasang dan disusun secara rapi tanpa perekat semen, bagaimana batu-batu besar itu dipotong dari tebing-tebing bukit dan gunung, bagaimana orang- orang Mesir mampu mengerjakannya secara begitu halus dan artistik, indah dan mentakjubkan, dan mengapa piramid itu dibangun di tengah padang pasir; semua pertanyaan ini tidak bisa dijawab secara memuaskan dengan tingkat pengetahuan dan teknologi jaman sekarang.
Bila piramid besar ini dijadikan “Titik Triangulasi”, maka ditemukan ciri-ciri mengagumkan sebagai berikut
Masih banyak piramid lain di Mesir dan berbagai tempat lain di Bumi khususnya di Amerika Tengan dan Selatan. Para peneliti menemukan bahwa bangunan-bangunan purba ini memiliki konstruksi serupa antara satu dengan yang lain.
Piramida yang terletak di Sakkara (30 km dari kota Cairo Mesir) bertingkat 6 (enam), tinggi 60 m dan dikelilingi tembok sepanjang 1,6 km dan tinggi 10 m. Piramid ini serupa dengan yang ada di Tiahuanaco (Peru). Diperkirakan ada hubungan budaya antara Mesir dan Amerika dimasa lampau. Sebab nama asli Tiahuanaco adalah Chucura yang mirip dengan Sakkara.
Semua piramid itu dibangun di tempat-tempat tertentu yang (menurut pemikiran para akhli) terkait dengan hal-hal astronomik seperti posisi planet dan matahari serta bulan beserta orbitnya masing-masing, rasi bintang, bintang-bintang tertentu dan juga kekuatan alam seperti daya medan magnet, arus dan tekanan udara.
Menarik untuk direnungkan bahwa kemungkinan besar masih tersisa energi elektromagnetik yang melindungi piramid-piramid di Mesir. Para sarjana masih berusaha mengungkapkan rahasia ini, khususnya rahasia bilik-bilik piramid yang masih tertutup dan belum bisa dibuka.
Di bekas reruntuhan kota kuno Tiahuanaco (kini masuk wilayah Peru dan Bolivia) banyak di-temukan sisa bangunan kuno, antara lain Gapura Matahari. Gapura ini terbuat dari satu balok batu karang utuh, tinggi 3 m, lebar 6 m, berat 10 ton dan di-perkirakan berusia ribuan tahun. Gapura ini dibuat begitu halus seperti kue lapis terpotong pisau. Di-bagian tengahnya terukir gambar deva Matahari yang dikelilingi dewa-dewa lain.
Pada bekas reruntuhan kota ini juga ditemukan sisa-sisa benteng. Benteng Akapana di bagian tengah berukuran 200 m x 50 m yakni sebesar London Tower. Benteng Kalacasaye bagian luar berukuran 133 m x 150 m, seluas taman Leister. Tebal dinding benteng kira-kira 3 m, dibangun dengan balok-balok batu besar yang beratnya puluhan ton per batu dan disusun dengan sangat akhli hingga nampak halus mengagumkan.
Peninggalan lain adalah pipa-pipa batu (beton?) halus, patung-patung berwajah negro dan kaukasus, dsb. dan juga balok- balok batu besar bekas material bangunan yang masing – masing beratnya antara 20 – 25 ton.
Kota Tiahuanaco adalah bagian dari peradaban suku Indian Inca yang terletak 4.000 m diatas permukaan laut. Lalu bagaimana batu-batu yang luar biasa berat dan besar itu di-angkut ke tempat yanga begitu tinggi? Dan bagaimana orang-orang Inca mampu membuat bangunan-bangunan hebat dan mentakjubkan seperti itu?
Di pulau Paskah Pasific ditemukan patung-patung raksasa. Yang mengherankan adalah dimana dan bagaimana patung-patung ini yang beratnya berton-ton dibuat dan terus dibawa ke pulau terpencil ini?
Di lembah Besoa dan Bada Sulawesi Tengah (Indonesia) juga ditemukan patung-patung batu besar yang asal-usulnya tidak jelas.
Pada tahun 1968 di lokasi kuno bernama El Euladrillado (Chili) yaitu suatu puncak bukit yang dikelilingi jurang dan ngarai nan curam, ditemukan bangunan ampiteater yang terbuat dari 233 batu besar persegi empat masing-masing beratnya 10 ton. Panjang ampiteater ini 3 km (ter-masuk jalan ke lokasi) dan lebarnya 0,8 km. Ditengah-tengahnya berdiri 3 tonggak batu masing-masing ber-diameter 1 – 1,5 m. Dua tonggak tepat menunjukkan arah utara-selatan bila matahari sedang bersinar diatasnya.
Di Sacsayhuaman (Peru) pada ketinggian 3.500- 3.800 m diatas permukaan laut, ditemukan kursi-kursi singgasana raksasa yang terpahat halus pada batu karang. Disana tebing karang dipotong (untuk membuat balok-balok batu segi empat) amat halus seperti memotong keju saja.
Tinggi batu karang segi empat yang terpotong 2,16 m dan lebar 3,40 m. Bila batu segi empat ini kembali dimasukkan ke tempat asalnya, ia nampak seperti garis saja. Bagaimana caranya orang Indian Inca memotong bagian belakang batu itu dari karang asalnya?
Di lembah Palpa dekat kota kuno Nasca (Peru) ditemukan jalan/jalur/landasan aneh yang disebut jalur-jalur Nasca dan garis-garis geometriknya hanya bisa dikenali dari udara.
Panjang jalur-jalur ini 60 km dan lebar 2 km. Kedua jalur ini dipisahkan oleh bukit-bukit tetapi dihubungkan oleh dua garis lurus paralel yang menerjang bukit dan jurang.
Pada bagian-bagian tertentu dari jalur-jalur itu (ujung-ujungnya) terdapat sketsa gambar monyet (tinggi 60 m), juga gambar-gambar binatang (ukuran 80 – 250 m) dan gambar laba-laba (tinggi 46 m) yang semuanya hanya bisa dikenali dari udara.
Disebelah utara Nasca, diteluk Pisco pada satu tebing terpahat gambar Trisula (yang lebih mengarah ke langit dari pada ke laut). Tinggi tiang tengahnya 250 m dan lebar 2,8 m, dan ter-lihat jelas dari jarak puluhan km.
Para sarjana memberikan tafsiran yang berbeda-beda terhadap keberadaan jalan/jalur/landasan serta tanda Trisula itu yang merupakan sisa peradaban suku Indian Inca.
Sketsa geometrik dan gambar-gambar super besar seperti itu terdapat pula di tempat-tempat lain di Amerika yaitu:
1. Gambar-gambar manusia amat besar di gurun Torapaca (Chili).
2. Gambar ber-wujud aneh suku Indian Navajo di California.
3. Gundukan-gundukan tanah tinggi berbentuk gajah dan ular di Wisconsin dan Ohio USA.
Pada tahun 1965 Juan Moricz menemukan terowongan bawah tanah yang membentang antara Equador dan Peru sepanjang ribuan km. Pada dindingnya terdapat lukisan dinosaurus yang (menurut para pakar Antropologi) dikatakan telah punah 135 jt tahun yang lalu. Terowongan ini berupa dua sistem goa yang saling berhubungan.
Dalam satu goa (terowongan) yang dimasuki oleh Moricz dan Daniken, terdapat satu kamar besar berisi perpustakaan berupa lembar-lembar logam dengan tulisan yang belum bisa dipahami sampai sekarang. Dikatakan bahwa dinding terowongan seperti beton tanpa sambungan dan tergosok halus. Teknik pembuatannya melampaui teknik jaman modern sekarang.
Terowongan sepanjang kira-kira 1.350 km yang di-temukan oleh Peter Kolodino, mem-bentang dari Lima ke Cusco dan terus ke Bolivia. Terowongan ini begitu hebat dan megah dan di-perkirakan di-bangun dengan peralatan ultra-sonic.
Dalam bukunya “Timeless Earth”, Kolodino berkata bahwa terowongan -terowongan serupa ditemukan hampir diseluruh bagian Bumi seperti di California, Hawaii, Asia, Eropah, Afrika dan Pasific.
Terowongan antara Maroko dan Spanyol telah diselidiki sepenjang 45 km dan keadaannya mirip dengan terowongan di Amerika Selatan.
Menurut ceritra-ceritra kuno, ada terowongan dari (dekat) kota Rio di Brazil tembus ke Mexico. Dari Mongolia luar ke Afganistan dan Hindu Kush. Dari Kaukasus ke Georgia, Mongolia dalam, Cina dan Tibet.
Diperkirakan terowongan-terowongan ini membentuk jaringan lorong bawah tanah untuk bepergian ke planet-planet lain.
Disamping itu juga banyak ditemukan peta-peta kuno. Peta Peri Reis ditemukan Di Istana Tokapu Istambul (Turki) tahun 1925. Dikatakan peta ini bagian dari peta yang lebih besar, berasal dari masa Raja Makedonia Iskandar Agung. Diperkirakan beliau memperolehnya dari Mesir. Usia peta lebih dari 10.000 tahun. Peta ini dipakai oleh Laksamana Turki Peri Reis ketika mengepung kota Gibraltar tahun 1513.
Peta ini memperlihatkan benua Amerika Selatan, pantai barat Afrika dan bagian utara benua Antartika. Para pakar peta yaitu Mallery, Walters dan Lineham kagum atas ketepatan ukuran peta tersebut. Sebab, bentuknya persis seperti peta foto satelit.
Mallery berkata, “Peta ini tidak mungkin dibuat dengan ketepatan yang begitu tinggi tanpa peng-inderaan dari udara”.
Diperkirakan benua Antartika telah tertutup es selama lebih dari 6.000 tahun yang lalu. Ini berarti peta Peri Reis dibuat sebelum ada catatan tentang sejarah manusia modern. Diperkirakan peta tsb. dibuat ketika peradaban Atlantean sedang berkembang.
King Jaime World Chart 1502 adalah copy peta-peta kuno yang lebih tua. Ia memperlihatkan bahwa dimasa silam gurun sahara adalah daratan subur dengan banyak sungai dan danau indah, dan banyak kota-kota besar nan megah.
Peta Buoche world 1737 adalah copy dari peta Yunani purba. Peta ini memperlihatkan benua Antartika tanpa tertutup es dan terdiri dari dua pulau besar yang di-pisahkan oleh lautan. Padahal menurut catatan sejarah modern, Antartika baru secara resmi ditemukan tahun 1820. Dan bahwa Antartika terdiri dari dua pulau besar baru diketahui tahun 1958 bertepatan dengan tahun Geofisika.
Peta-peta kuno lainnya memperlihatkan glacier (sungai-sungai salju) pada akhir jaman es di beberapa wilayah Eropa, Inggris dan Irlandia. Juga diperlihatkan bahwa dahulu selat Bering adalah dataran rendah yang menghubungkan Siberia (Asia) dan Alaska (Amerika).
Peta-peta kuno tersebut diatas membuktikan adanya peradaban tinggi pada masa silam. Sebab, peta-peta itu memiliki koordinat-koordinat yang tepat dan pengetahuan tentang derajat bujur yang baru dikenal oleh manusia modern di abad ke 18.
Fakta ini menunjukkan bahwa sekitar 8.000 – 10.000 tahun yang lalu manusia telah mengenal ilmu Trigometri Bumi dan telah memanfaatkan peralatan Geodetik yang mampu mengukur jarak secar tepat untuk membuat peta-peta itu.
Di Rio Bronco (Brazil) ditemukan bola batu pnuh sketsa, gambar dan simbul matahari. Panjangnya 100 m dan tingginya 30 m.
Di San Jose (Costa Rica) ditemukan bola batu berdiameter 2,16 m. Sedangkan di hutan-hutan belukar negeri ini ditemukan ratusan bola batu berdiameter 2 m. Yang terbesar beratnya 16 ton.
Di dekat kota Ica (Peru) ditemukan bola-bola batu halus ber-diameter rata-rata 40 cm dan dihias dengan beraneka-macam gambar yang memperlihatkan kegiatan penduduk Amerika Selatan di masa silam.
Menurut sang pakar Dr Cabrera, batu-batu tersebut sudah ada disana sejak ribuan tahun yang lalu. Kegiatan-kegiatan yang tergambar adalah sebagai berikut;
Fosil bekas tapak sepatu ditemukan tahun 1968 di Antelope Spring Utah USA. Fosil ini diperkirakan berusia 540 juta tahun.
Di gurun Gobi juga ditemukan bekas tapak sepatu (sandal?) dan diperkirakan berumur beberapa juta tahun.
Di delta Utah USA ditemukan bekas telapak sandal yang telah membatu dan trilobite (kerang purba) tertempel padanya. Usianya diperkirakan 200 juta tahun.
Di California ditemukan paku besi ter-tanam dalam satu gumpalan bijih besi, dan diperkirakan berumur jutaan tahun.
Pada tahun 1865 di pertambangan Abbey Nevada USA ditemukan dalam satu gumpalan bijih logam satu skrup besi sepanjang 2 inci (= 5 cm). Benda karya manusia ini telah ber-oksidasi (mengkarat dan hancur) tetapi dengan jelas meninggalkan bentuknya dalam gumpalan bijih logam itu. Fosil ini diperkirakan berusia jutaan tahun.
Di satu pertambangan di Peru ditemukan paku besi ter-benam dalam karang. Sebelum kedatangan orang-orang Spanyol ke Amerika, paku besi tidak dikenal. Fosil paku ini diperkirakan berusia jutaan tahun.
Di Desa Schondorf Austria di-temukan besi bentuk kubus (panjang dan lebar kurang dari 1 cm) di dalam gumpalan batu-bara yang pecah. Kubus ini beralur disekelilingnya dan tepi alurnya rata. Benda ini seolah – olah merupakan bagian dari peralatan mesin, dan diperkirakan ber-umur jutaan tahun.
Di Blue Lick Spring Kentucky USA ditemukan kerangka mostodon (gajah purba) dalam satu penggalian sedalam 4 m. Tetapi ketika dilakukan penggalian 1 m lebih dalam, ditemukan bantaran jalan yang terbuat dari potongan-potongan batu yang terpasang rapi. Diperkirakan bantaran jalan ini berusia jutaan tahun.
Pada barisan-barisan karang yang ada di Amerika Utara dan Selatan ditemukan banyak petroglyph (pahatan/ukiran pada batu) yang memperlihatkan gambar-gambar dinosaurus.
Pada tahun 1924 Doheny Expedition menemukan petroglyph yang amat purba di Havasupai dekat Grand Canyon USA. Satu gambar memperlihatkan orang-orang menyerang mammoth (gajah purba). Gambar lain memperlihatkan seekor tyrennosaurus (kadal purba raksasa) sedang ber-diri bertumpu pada ekornya.
Petroglyph-petroglyph yang ditemukan sepanjang sungai Amazon serta anak-anak sungainya, memperlihatkan gambar-gambar binatang purba khususnya stegosaurus.
Tapak-tapak kaki dinosaurus ditemukan di dasar sungai Paluxy dekat Glen Rose Texas USA berdampingan dengan tapak-tapak kaki manusia.
Pada tahun 1945 dekat desa Acambaro Mexico digali patung-patung berupa badak, onta, kuda, kera besar dan dinosaurus masa Mesozoic (200 juta tahun) dan juga sejenis dinosaurus yaitu brachiosaur.
Dr Rex Gilroy, arkeologist Australia, Direktur Mt York National History Musem, menemukan tapak kaki membatu di pegunungan Victorian Australia.
Lukisan-lukisan di didinding goa Tassili Sahara dan Val Camonica, perhiasan emas dari satu kuburan di Columbia yang menyerupai pesawat terbang, perhiasan kuno suku Indian Inca dan kalender Venus suku Indian Maya, semua ini menunjukkan bahwa kehidupan beradab pernah ada di jaman purba.
Observatorium di Chicen Amerika Tengah bertingkat tiga adalah sisa peninggalan peradaban suku Indian Maya. Ia dibangun dengan sangat sempurna dan masih bisa dimanfaatkan sampai sekarang setelah di renovasi. Pada dindingnya terlukis makhluk-makhluk manusia bersayap.
Termasuk dalam peradaban suku Indian Maya ini adalah sistem kalender yang dapat diringkas sebagai berikut.
Berdasarkan penelitian para akhli astronomi, kalender Maya bisa dipakai sampai 64 juta tahun. Dan bahkan sekarang ia diperkirakan bisa dipakai sampai 400 juta tahun.
Dekat (70 m dari) Observatorium itu terdapat satu sumur. Arkeoloh Inggris menemukan banyak perhiasan emas dan juga kerangka anak-anak di dalam sumur itu.
Di bekas-bekas kota yang berdekatan dengan Chicen yaitu Capan, Palenque dan Tikal ditemukan piramida-piramida besar yang dibangun dengan balok-balok batu besar seberat 10 ton per batu. Bangunan-bangunan indah ini kini hanya tinggal reruntuhan.
Di Lesotho Afrika ditemukan tambang besi Ngwenya yang telah dikerjakan 43.000 tahun yang lalu
Benin adalah Negara kecil di Afrika Barat yang kaya uranium. Tahun 1974 para pakar pisika melakukan penelitian disana. Mereka menemukan bahwa uranium yang banyak ditemukan di Benin adalah sisa-sisa bahan bakar reaktor-reaktor nuklir raksasa yang beroperasi 500 juta tahun yang lalu.
Pertambangan tembaga luas di utara Michigan telah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebelum orang-orang Indian hidup disana.
Di Wattish Utah USA ketika digali terowongan tambang batu bara, terowongan baru ini bertemu dengan rangkaian terowongan kuno yang tidak diketahui siapa membuat dan berapa usianya.
Pada dinding (tembok) kuil Hathor di Dendera Mesir yang berusia ribuan tahun, terdapat ukiran yang dahulu disebut “benda ritual”.Tetapi dari penglihatan modern, benda-benda ini adalah bola-bola lampu listrik amat besar lengkap dengan kabel yang terjalin dan terhubungkan pada pusat tenaga (generator).
Adanya lampu-lampu listrik demikian diperkuat oleh fakta bahwa terowongan-terowongan dan lorong bawah tanah di Mesir yang berhiaskan lukisan dan ukira indah, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pemakaian lampu minyak atau obor sebagai sarana penerang pada langit-langit dan dinding terowongan.
Arkeologis Jerman Wilhelm Koenig melakukan penggalian di satu lokasi berusia 2.000 tahun dekat Bagdad tidak lama sebelum perang dunia kedua pecah. Yang tergali adalah bberapa silinder aneh bergaris aspal dan tersimpan dalam guci-guci. Silinder-silinder itu dilengkapi dengan sumbat besi.
Setelah diteliti ternyata silinder-silinder itu adalah baterai-baterai kering tanpa elektrolit. Kemudian baterai-baterai itu ber-fungsi kembali setelah dilengkapi dengan elektrolit terbuat dari tembaga.
Di pegunungan El Fuerta (Bolivia) terdapat celah- celah simetris mulai dari kaki Gunung sampai ke puncaknya. Celah-celah ini seperti jalur atau alur peluncuran.
Di atas jalur-jalur ini pada dataran tinggi terdapat tangki-tangki batu berbagai ukuran, lingkaran batu, tempat pengeringan, segi-segi tiga menonjol dan menara-menara mini. Semua bentuk peninggalan ini dihubungkan satu dengan yang lain dengan sistem saluran misterius.
Di Turki Tenggara terdapat peninggalan kota kuno bawah tanah bernama Derinkuyu. Diperkirakan kota purba ini pernah dihuni oleh 1,2 juta orang. Kota ini dilengkapi dengan ruang-ruang pertemuan, rumah-rumah tinggal beserta kamar-kamarnya, toko-toko serta gudang tempat menyimpan bahan makanan, loteng-loteng, sumur, kuburan, gudang senjata dan jalur-jalur untuk keluar kota.
Seluruh ruang bawah tanah dilengkapi sistem ventilasi sempurna sehingga udara segar bisa keluar masuk secara bebas ke tiap sudut kota.
Sampai saat ini telah tergali 13 tingkat dibawah tanah. Setiap tingkat dihubungkan satu dengan yang lain dengan terusan berpintu batu-batu bundar besar yang bisa dikunci dari dalam tetapi tak bisa dibuka dari luar.
Di Turki Tenggara juga ditemukan bangunan mirip piramid yang disebu Nemrud Dag. Ia terbuat dari batu-batu pecah dan disusun mencapai ketinggian 2.150 m. Di lokasi ini terdapat pula sisa-sisa patung singa, rajawali, para deva Yunani purba dan patung lembu.
Dari makam Jenderal Chow yang hidup pada abad ke 3 M di temukan sabuk yang bahannya antara lain: 5% mangan, 10% kuningan dan 85% aluminium. Padahal aluminium baru ditemukan tahun 1875 oleh Orsted berupa bubuk, belum pemanfaatannya.
Di Irak ditemukan lensa-lensa kristal yang menurut teknologi modern hanya bisa diproduksi dengan menggunakan kasumoxyd.
Pada tahun 1900 ditemukan mesin hitung Astronomi mini di laut Antihythera oleh para penyelam Yunani. Benda ini diperkirakan dibuat pada tahun 82 M.
Tiang Kutb Minar di New Delhi yang tingginya 71/2 m dan berat 6 ton dikatakan berasal dari abad ke 5 M. Tiang besi ini tidak pernah berkarat.
Meskipun suku-suku bangsa kuno (diperkirakan) tidak mengenal telescop, namun mereka telah mengetahui:
1. Ke 2 (dua) bulan planet Mars dan jarak mereka ke planet tersebut.
2. Ke 7 (tujuh) satelit Saturnus.
3. Ke 4 (empat) bulan Yupiter, dan
4. Perputaran planet Venus ke belakang (yang oleh orang- orang Babilon disebut “tanduk”).
Suku-suku bangsa kuno itu juga telah mengenal konstelasi/rasi bintang seperti rasi Scorpio (yang hanya bisa dilihat dengan telescop amat kuat atau canggih).
Sungguh mengherankan, peradaban suku-suku bangsa kuno (sebelum jaman keemasan Yunani Purba dan Romawi) telah begitu maju. Sebab mereka telah memiliki pengetahuan astronomi dan matematika tinggi, perhitungan waktu, ukuran Bumi dan pengetahuan tentang sistem tata surya.
Mereka telah memiliki semua pengetahuan tinggi itu jauh dimasa silam yang baru diketahui oleh manusia modern sekitar 1 – 2 abad terakhir ini.
=============
Terdapat banyak gambar-gambar dalam artikel ini, dan pernah saya lampirkan di artikel-artikel tentang para penghuni bumi sebelum manusia, silakan dilihat.
Pada tulisan mendatang akan kita simak tentang perjalanan adam di bumi beserta kisah keturunannya. Terima kasih sudah mengikuti.
Rabu, 06 Juli 2011
Bumi sebelum kedatangan Adam
Label:
Peradaban Manusia,
Sains Teknologi
Senin, 04 Juli 2011
Adam, Sang Khalifah
(lanjutan Nasib Azazil)
Pertandingan itu telah menaikan pamor Adam di mata seluruh makhluk lainnya. Apalagi kini tidak ada lagi azazil yang telah berubah menjadi iblis, sehingga kontan seluruh penghuni Adn (Eden) begitu memujanya. Dan Adam betul-betul telah menjadi makhluk yang ditinggikan lagi terpandang serta dihormati.
Namun rasa bangga ini tidak berlangsung lama ketika Adam menyadari bahwa dia - walau pun sudah terkenal - tetap masih merasa sendirian. Dia butuh teman yang sejenis dengannya. Dan Allah, Sang Maha Penyayang - amat mengetahui hal itu. Maka terciptalah manusia baru, dalam bentuk yang berbeda, dan membuat Adam terpana, dialah Hawa.
Kehadiran Hawa mendatangkan semangat baru bagi Adam, dan suka-citalah ia. Bahkan hampir-hampir lupa diri dalam berbagai kenikmatan. Apalagi ketika Allah menikahkannya dengan Hawa, maka komplit sudah kebahagiaannya.
Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (7:19)
Allah sang pencipta hendak membentuk khalifah yang terbaik, yang tahan uji, dan lurus. Maka harus diajarkan cara disiplin dan menegakkan aturan-aturan. Kehidupan yang tidak teratur akan membuat pelakunya jatuh pada kerusakan dan kebinasaan. Maka mulailah dibuat aturan tata tertib, diantaranya adalah agar tidak mendekati salah satu pohon, satu saja. Yang selainnya boleh. Tapi yang satu itu, jangankan menjamah, mendekati saja terlarang.
Apakah itu pohon khulud (kekekalan)? Apakah pohon ini betul-betul ada, ataukah sekedar perumpamaan? apakah benar-benar berefek mengekalkan? istilah khuldi hanyalah kutipan dari ucapan iblis ketika sedang menipu adam tatkala dia melancarkan tipuan perdana-nya, yang nanti kita ikuti.
Tapi intinya, mulai sekarang adam sudah memiliki larangan. kalau kemarin dia masih bebas sebebas-bebasnya, sekarang harus teruji ketaatan seorang hamba Allah. ketika berbagai kenikmatan berlimpah ruah, apakah dia menjadi hamba yang bersyukur, ataukah kufur seperti iblis? apakah dia taat atau justru melanggar dan kemaruk?
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Inilah episodenya. Kehadiran wanita terkadang membawa kebahagiaan dan kesenangan. Namun disisi lain godaannya begitu memukau bahkan seringkali membuat para lelaki lupa diri. Seperti halnya adam. Adam adalah seorang hamba Allah yang sholeh, cerdas dan berwibawa, bahkan mampu menaklukan para malaikat dan jin. namun ketika berhadapan dengan wanita, lemah-lunglai tubuhnya, terkapar dia diserang panas dingin. Begitulah kodrat Allah.
Dan ide untuk mulai mendekati pohon pun tumbuh dari pihak perempuan. kenapa sih bang, kita tidak boleh mendekati? ada apa sih disana? seperti apa rupanya? dan tahukah sidang pembaca sekalian, kalau si iblis ternyata belum jauh-jauh amat perginya dari sana.
Bagaimana mungkin jauh, padahal dia sudah bersumpah untuk menggoda adam dan keturunannya agar terjauh dari Allah seperti dia telah terusir. Maka adam pun harus terusir pula, dan dilaknati Allah seperti dia. Ya..seperti gue, bleh...!
Mulailah iblis merayap-rayap, mengintip-intip kapan ada celah guna menipu dan menggoda adam. Tiap kali dia mendekati ada, saat itu pula ada Jibril dan Mikail serta malaikat lain mengusir dia jauh-jauh,mereka selalu menjaga keselamatan adam. Hm..penjagaan yang betul-betul rapat, sulit ditembus! begitu kali pikir iblis.
Sampai akhirnya dia mendengar kabar tentang undang-udang baru untuk adam soal pelarangan mendekati sebatang pohon. "Lakadalah, adam emang cerdas tapi kan baru anak kemarin sore gampang dikadalin, apalagi sedang kasmaran sama bini yang cantik jelita, ini mah gampang atuh..." teriak iblis sambil tertawa terbahak dan lompat ke danau disamping pohon khuldi. Byurr...
Adam yang tengah asyik berduaan dengan hawa pun tiba-tiba berpikir hal serupa dengan istrinya. Iya ya, kenapa Allah melarang mendekati pohon itu? kan gak ada salahnya sekedar tahu? apalagi saya makhluk cerdas, pemenang perang tanding alam Eden, masa tidak paham hakikat sesuatu, pakai harus menjauh segala. Coba ah, bukankah ini akan menyenangkan hati Hawa sayangku, yang dari kemarin merengek terus ingin melihat pohon tersebut? Aku memang ingat tentang larangan Allah, tapi justru kalau sudah tahu akan semakin berjaga-jaga agar tidak sampai mendekatinya.Bukankah begitu? begitu bukan, Bleh..si Ableh kemana lagi sih?
Maka adam pun mulai berani mendekati. Dan hawa malah berlari. Keduanya mulai bermain di sekitar pohon larangan tersebut. Dan kalau tadi adam masih takut-takut kalau Allah marah, namun senyum adinda tercinta membuat dia lupa segalanya, hanyutlah keduanya saat itu.
Tiba-tiba keasyikan keduanya dikejutkan oleh kehadiran sosok yang tertatih, letih, sayu dan miskin. Sebagian mufasir mengatakan ini mirip ular yang mampu berbicara. Wallahu A'lam. Namun kepada keduanya,makhluk pendatang itu mengaku bahwa dialah penjaga pohon terlarang. Dia sudah bertahun-tahun tinggal disitu dan paham betul akan hakikat kesaktian pohon tersebut.
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Demikian si iblis yang menyamar ini memberi "wejangan" disertai ajian sirep pati-geni agar adam percaya dengan segala ucapannya. Terpaksa ajian ini dia keluarkan karena dia sadar kalau adam terlalu cerdas untuk bisa digoda, untung ada Hawa yang membantu pekerjaanya, hehehe...
Walhasil adam pun manggut-manggut mendengar bualan iblis ini, seperti di firman itu, kamu tidak akan menjadi malaikat atau pun makhluk kekal.
Maksudnya apa lagi si iblis ini? Eit, jangan lupa walau sudah terusir dan kurang waras, ternyata otak si iblis masih lumayan juga. Apalagi dia melihat adam tengah mereguk berbagai kenikmatan dari Allah, tentu adam tak mau semua itu hilang darinya. Dan ternyata tipuan ini berhasil, luar biasa....!
"Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua," maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya." (7:21-22)
Adam yang pada mulanya tidak yakin pun berubah menjadi mantap, apalagi ketika mendengar iblis bersumpah "Demi Allah, gue nasehatin lo bedua nih.." wah, berani juga nih makhluk pake nama Allah segala. Mungkin bener kali demikian, ada Allahnya, dan gue perlu berguru juga nih sama Mbah...eh, Mbah siapa sih namanya? kok belum kenalan, kemana tuh makhluk tadi perginya?
Setelah direnungkan ucapan iblis tadi, merasuklah sifat rakus dan serakah untuk menguasai kenikmatan selama-lamanya,baik dalam diri adam maupun hawa. Masa Allah tega mengusir mereka dari sorga ini? apa alasan Allah untuk tidak menjadikan mereka malaikat?
Akhirnya keduanya sepakat bahwa pohon khuldi bukan pantangan lagi. Sekarang mereka bukan saja mendekati, melainkan memetik dan memakan buahnya!
Ketika tiba-tiba angin kencang gemuruh, dan pakaian mereka hilang beterbangan, barulah mereka sadar bahwa mereka baru saja berbuat kesalahan yang membuat Allah - sang pemberi nikmat - marah.
"Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah aurat keduanya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (7:22)
Ya, mereka - adam dan hawa - betul telah mencicipi buah pohon ini. Alangkah beraninya, padahal mendekatinya pun mereka dilarang, ini sama saja menentang perintah, melawan. Kalau aku begini anda mau apa? woow..apa bedanya dengan si iblis terlaknat? Weit, ada bedanya dari si begajul itu. Tatkala tersingkap aurat mereka, adam pun menyadari kesalahannya, dan MAU BERTOBAT! Inilah bedanya, Broer..
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (7:23)
Wahai Dzat pemberi nikmat, jangan kau siksa kami gara-gara kesalahan kami, jangan kau laknat kami karena kekhilafan kami, ampuni kami ya Rabb.
Dan Allah pun mengampuni mereka. Namun untuk itu ada konsekuensinya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan." (7:24)
Turunnya mereka bukan sebagai terpidana yang dibuang atau diasingkan ke bumi. Tapi lebih ke arah pendewasaan dan pematangan diri, dan penobatan adam sebagai khalifah di bumi.
Turunnya adam diikuti oleh iblis. Kenapa sih iblis ikut-ikutan melulu? Lhaa gak ngerti juga, kan dia udah janji mo bikin adam dan keturunannya merana dan lupa kepada Allah, sehingga menjadi makhluk celaka seperti dirinya....Wallahu A'lam Bishowab.
Mengenai perjalanan adam dan hawa di bumi beserta kisah keturunannya insya Allah akan dibahas lain tempat, syukran katsiiran...(TAMAT)
Pertandingan itu telah menaikan pamor Adam di mata seluruh makhluk lainnya. Apalagi kini tidak ada lagi azazil yang telah berubah menjadi iblis, sehingga kontan seluruh penghuni Adn (Eden) begitu memujanya. Dan Adam betul-betul telah menjadi makhluk yang ditinggikan lagi terpandang serta dihormati.
Namun rasa bangga ini tidak berlangsung lama ketika Adam menyadari bahwa dia - walau pun sudah terkenal - tetap masih merasa sendirian. Dia butuh teman yang sejenis dengannya. Dan Allah, Sang Maha Penyayang - amat mengetahui hal itu. Maka terciptalah manusia baru, dalam bentuk yang berbeda, dan membuat Adam terpana, dialah Hawa.
Kehadiran Hawa mendatangkan semangat baru bagi Adam, dan suka-citalah ia. Bahkan hampir-hampir lupa diri dalam berbagai kenikmatan. Apalagi ketika Allah menikahkannya dengan Hawa, maka komplit sudah kebahagiaannya.
Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (7:19)
Allah sang pencipta hendak membentuk khalifah yang terbaik, yang tahan uji, dan lurus. Maka harus diajarkan cara disiplin dan menegakkan aturan-aturan. Kehidupan yang tidak teratur akan membuat pelakunya jatuh pada kerusakan dan kebinasaan. Maka mulailah dibuat aturan tata tertib, diantaranya adalah agar tidak mendekati salah satu pohon, satu saja. Yang selainnya boleh. Tapi yang satu itu, jangankan menjamah, mendekati saja terlarang.
Apakah itu pohon khulud (kekekalan)? Apakah pohon ini betul-betul ada, ataukah sekedar perumpamaan? apakah benar-benar berefek mengekalkan? istilah khuldi hanyalah kutipan dari ucapan iblis ketika sedang menipu adam tatkala dia melancarkan tipuan perdana-nya, yang nanti kita ikuti.
Tapi intinya, mulai sekarang adam sudah memiliki larangan. kalau kemarin dia masih bebas sebebas-bebasnya, sekarang harus teruji ketaatan seorang hamba Allah. ketika berbagai kenikmatan berlimpah ruah, apakah dia menjadi hamba yang bersyukur, ataukah kufur seperti iblis? apakah dia taat atau justru melanggar dan kemaruk?
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Inilah episodenya. Kehadiran wanita terkadang membawa kebahagiaan dan kesenangan. Namun disisi lain godaannya begitu memukau bahkan seringkali membuat para lelaki lupa diri. Seperti halnya adam. Adam adalah seorang hamba Allah yang sholeh, cerdas dan berwibawa, bahkan mampu menaklukan para malaikat dan jin. namun ketika berhadapan dengan wanita, lemah-lunglai tubuhnya, terkapar dia diserang panas dingin. Begitulah kodrat Allah.
Dan ide untuk mulai mendekati pohon pun tumbuh dari pihak perempuan. kenapa sih bang, kita tidak boleh mendekati? ada apa sih disana? seperti apa rupanya? dan tahukah sidang pembaca sekalian, kalau si iblis ternyata belum jauh-jauh amat perginya dari sana.
Bagaimana mungkin jauh, padahal dia sudah bersumpah untuk menggoda adam dan keturunannya agar terjauh dari Allah seperti dia telah terusir. Maka adam pun harus terusir pula, dan dilaknati Allah seperti dia. Ya..seperti gue, bleh...!
Mulailah iblis merayap-rayap, mengintip-intip kapan ada celah guna menipu dan menggoda adam. Tiap kali dia mendekati ada, saat itu pula ada Jibril dan Mikail serta malaikat lain mengusir dia jauh-jauh,mereka selalu menjaga keselamatan adam. Hm..penjagaan yang betul-betul rapat, sulit ditembus! begitu kali pikir iblis.
Sampai akhirnya dia mendengar kabar tentang undang-udang baru untuk adam soal pelarangan mendekati sebatang pohon. "Lakadalah, adam emang cerdas tapi kan baru anak kemarin sore gampang dikadalin, apalagi sedang kasmaran sama bini yang cantik jelita, ini mah gampang atuh..." teriak iblis sambil tertawa terbahak dan lompat ke danau disamping pohon khuldi. Byurr...
Adam yang tengah asyik berduaan dengan hawa pun tiba-tiba berpikir hal serupa dengan istrinya. Iya ya, kenapa Allah melarang mendekati pohon itu? kan gak ada salahnya sekedar tahu? apalagi saya makhluk cerdas, pemenang perang tanding alam Eden, masa tidak paham hakikat sesuatu, pakai harus menjauh segala. Coba ah, bukankah ini akan menyenangkan hati Hawa sayangku, yang dari kemarin merengek terus ingin melihat pohon tersebut? Aku memang ingat tentang larangan Allah, tapi justru kalau sudah tahu akan semakin berjaga-jaga agar tidak sampai mendekatinya.Bukankah begitu? begitu bukan, Bleh..si Ableh kemana lagi sih?
Maka adam pun mulai berani mendekati. Dan hawa malah berlari. Keduanya mulai bermain di sekitar pohon larangan tersebut. Dan kalau tadi adam masih takut-takut kalau Allah marah, namun senyum adinda tercinta membuat dia lupa segalanya, hanyutlah keduanya saat itu.
Tiba-tiba keasyikan keduanya dikejutkan oleh kehadiran sosok yang tertatih, letih, sayu dan miskin. Sebagian mufasir mengatakan ini mirip ular yang mampu berbicara. Wallahu A'lam. Namun kepada keduanya,makhluk pendatang itu mengaku bahwa dialah penjaga pohon terlarang. Dia sudah bertahun-tahun tinggal disitu dan paham betul akan hakikat kesaktian pohon tersebut.
"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (7:20)
Demikian si iblis yang menyamar ini memberi "wejangan" disertai ajian sirep pati-geni agar adam percaya dengan segala ucapannya. Terpaksa ajian ini dia keluarkan karena dia sadar kalau adam terlalu cerdas untuk bisa digoda, untung ada Hawa yang membantu pekerjaanya, hehehe...
Walhasil adam pun manggut-manggut mendengar bualan iblis ini, seperti di firman itu, kamu tidak akan menjadi malaikat atau pun makhluk kekal.
Maksudnya apa lagi si iblis ini? Eit, jangan lupa walau sudah terusir dan kurang waras, ternyata otak si iblis masih lumayan juga. Apalagi dia melihat adam tengah mereguk berbagai kenikmatan dari Allah, tentu adam tak mau semua itu hilang darinya. Dan ternyata tipuan ini berhasil, luar biasa....!
"Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua," maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya." (7:21-22)
Adam yang pada mulanya tidak yakin pun berubah menjadi mantap, apalagi ketika mendengar iblis bersumpah "Demi Allah, gue nasehatin lo bedua nih.." wah, berani juga nih makhluk pake nama Allah segala. Mungkin bener kali demikian, ada Allahnya, dan gue perlu berguru juga nih sama Mbah...eh, Mbah siapa sih namanya? kok belum kenalan, kemana tuh makhluk tadi perginya?
Setelah direnungkan ucapan iblis tadi, merasuklah sifat rakus dan serakah untuk menguasai kenikmatan selama-lamanya,baik dalam diri adam maupun hawa. Masa Allah tega mengusir mereka dari sorga ini? apa alasan Allah untuk tidak menjadikan mereka malaikat?
Akhirnya keduanya sepakat bahwa pohon khuldi bukan pantangan lagi. Sekarang mereka bukan saja mendekati, melainkan memetik dan memakan buahnya!
Ketika tiba-tiba angin kencang gemuruh, dan pakaian mereka hilang beterbangan, barulah mereka sadar bahwa mereka baru saja berbuat kesalahan yang membuat Allah - sang pemberi nikmat - marah.
"Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah aurat keduanya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (7:22)
Ya, mereka - adam dan hawa - betul telah mencicipi buah pohon ini. Alangkah beraninya, padahal mendekatinya pun mereka dilarang, ini sama saja menentang perintah, melawan. Kalau aku begini anda mau apa? woow..apa bedanya dengan si iblis terlaknat? Weit, ada bedanya dari si begajul itu. Tatkala tersingkap aurat mereka, adam pun menyadari kesalahannya, dan MAU BERTOBAT! Inilah bedanya, Broer..
"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (7:23)
Wahai Dzat pemberi nikmat, jangan kau siksa kami gara-gara kesalahan kami, jangan kau laknat kami karena kekhilafan kami, ampuni kami ya Rabb.
Dan Allah pun mengampuni mereka. Namun untuk itu ada konsekuensinya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan." (7:24)
Turunnya mereka bukan sebagai terpidana yang dibuang atau diasingkan ke bumi. Tapi lebih ke arah pendewasaan dan pematangan diri, dan penobatan adam sebagai khalifah di bumi.
Turunnya adam diikuti oleh iblis. Kenapa sih iblis ikut-ikutan melulu? Lhaa gak ngerti juga, kan dia udah janji mo bikin adam dan keturunannya merana dan lupa kepada Allah, sehingga menjadi makhluk celaka seperti dirinya....Wallahu A'lam Bishowab.
Mengenai perjalanan adam dan hawa di bumi beserta kisah keturunannya insya Allah akan dibahas lain tempat, syukran katsiiran...(TAMAT)
Label:
Peradaban Manusia
Nasib Azazil
(Lanjutan seri Persaingan Yang Ketat)
Bagaimana dengan azazil, apakah dia sadar bahwa dia baru saja melakukan suatu perlawanan terhadap perintah Allah, ketidakpatuhan akan kehendak penciptanya, yang selama ini telah melindungi dan memberinya berbagai kekuatan, kini dia lupa diri, kesombongan telah menutup hatinya. Gelap, pekat. Yang ada hanya dendam dan iri, terutama kepada makhluk baru yang masih melongo di depan sana.
Ya. Allah memang murka, sudah ada yang berani menentang titah-Nya. Berani betul. Apa dia tidak sadar siapa yang telah menciptakan, membuatnya hidup dan memberinya kekuatan? kini ada yang mencoba berebut "selendang"-Nya. Allah pun mengutuk Azazil dan menamainya Iblis, artinya makhluk yang terputus dari Allah. Dan jadilah iblis makhluk Allah yang terkutuk.
"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu, Hei Iblis?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (7:12)
Ini cuma alasan iblis, alibi dia agar tidak terlalu disalahkan dengan keingkarannya kepada Allah sang Pencipta. Kemana ilmunya si iblis yang dia pahami bahwa sebaik-baik makhluk adalah yang paling taat dan paling bertakwa kepada Allah? ocehan apa lagi yang dia pertotntonkan dengan mengungkit-ungkit jasad kasar antara api dengan tanah, bukankah keduanya benda materi semata? logika yang terlalu naif untuk seorang azazil yang katanya pernah dipuja dan membuat kagum seluruh malaikat karena ibadahnya dan ilmu agamanya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu menyombongkan diri di dalamnya, keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (7:13)
Keras sekali nada firman Allah. Ini pengusiran paling pedas untuk mantan ahli ilmu dan ahli ibadah, sekaligus memalukan. Inilah hakikat sebenarnya, dan Allah telah mengetahuinya sejak awal tentang kelakuan jin yang satu ini, dan dia hendak menunjukkan yang sebenarnya kepada seluruh pemujanya dari para malaikat dan jin yang lain, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada yang pantas ditaati dan disembah selain Dia.
Apakah iblis sadar dengan kecaman ini? lalu dia bertaubat seraya menangis tersedu-sedu menyesali kecerobohan dan kebodohan perilakunya? ternyata tidak! Justru malah makin berkobar hebat kesombongannya, dan amarahnya kian meledak, seperti kesurupan diapun menuding Adam, sebagai penyebab dia berperilaku seperti ini, adam lah si pembuat gara-gara dan segala kekacauan yang terjadi.
Baik, okey, Nggak masalah. Siapa takut? Begitu kira-kira ocehan si iblis yang sudah gelap mata.
"Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya, sampai waktu mereka dibangkitkan." (7:14)
Beri saya waktu, akan aku buktikan bahwa aku lebih hebat dari makhluk baru sialan ini. Begitu kata makhluk celaka ini. Bukannya sadar dari kekhilafan, eh, malah menantang Allah. Seolah-olah, "kalau Engkau berani, jangan curang dong dengan memusnahkan dan mematikan aku sekarang, Wahai Dzat Pencipta yang memberi hidup dan mati, berilah aku waktu untuk berbuat, beri aku kekuatan, niscaya semua akan menyaksikan kehebatanku.
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (7:15)
Inilah Allah yang Maha bijak dan Maha adil, dan Maha awas dengan yang akan terjadi. Dan pemberian tangguh ini pun bagian dari fenomena kedigjayaan dan kehabatan Sang Penguasa dan Sang Pencipta. Banyak yang mengatakan apakah iblis dalam hal ini menjadi martir demi terlaksananya kehendak? tetapi bukankah Allah telah memberi makhluk kafir ini kecerdasan yang tinggi serta kemampuan untuk memilih jalan terbaik? mengapa iblis tidak menggunakan kehebatan ini dalam memperbaiki pengabdian kepada-Nya? Hanya kepada Allah jua lah dikembalikan segala urusan.
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)(7:16-17)
Sampai detik ini, si iblis tidak pernah memandang sebelah mata sedikit pun kepada adam, seolah-olah makhluk yang telah memenangkan pertandingan, yang telah mempecundanginya itu pun tidak hadir, seolah anak kecil yang tidak penting dipedulikan.
Gara-gara si adam sialan ini, gua jadi begini. Okeh, bagaimana pun aku lebih baik, kalo saja aku punya waktu lebih banyak, akan kutunjukkan pada semuanya.
Dan satu lagi, iblis ini telah lancang, kita dengar omongannya, "..karena Engkau telah menghukum saya tersesat..." wow, luar biasa kurang ajar. Seolah-olah Allah telah kesalahan menjatuhkan hukuman itu kepadanya. Sungguh prasangka yang tidak layak disandang Yang Maha Suci dan Maha Tahu. Prasangka entah kurang ajar entah memang bodoh dan nista. bagaimana mungkin Dzat yang Maha Teliti mencipta langit dan bumi dengan berbagai ukuran yang tepat dan harmonis serta pelik ini melakukan kesalahan? Allah melakukan kesalahan? Ini mustahil disandang olehNya. Yang melakukan kesalahan itu pasti si iblis yang telah kacau pikiran dan sesat, dan tidak paham lagi arah kebaikan.
Kita dengar lagi sumpah serapah si iblis. Katanya, dulu ketika timbul huru-hara bangsa jin, saya yang memadamkan. Sekarang alam tenang tentram. Dan gara-gara "kesalahan" Tuhan mem-vonis dan menghukum dia bersalah, wokey..akan kutunjukan bahwa aku sanggup memporak-porandakan ketentraman itu. Alam yang semula harmonis tenang, akan kubuat kacau, semua gara-gara kesalahan-Mu wahai Tuhan, Engkau salah menghukum aku, Engkau salah telah memilih makhluk baru dari pada aku, Engkau salah telah melebihkan dia daripada aku, Engkau salah telah terburu-buru mengusirku, karena akulah makhlukmu yang terhebat bukan yang lain. Engkau pasti akan kehilangan aku. Dan gara-gara ini semua, maka Engkau lihat, akan kuganggu makhluk ini dan keturunannya, kelak tidak ada satu pun lagi dari mereka yang menyembah-Mu! weleh..weleh..dasar si ableh..emang dia yang punya n bikin makhluk? kagak mikir amat ya!
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya." (7:18)
Allah adalah pemilik segala-galanya. Pantaskah Allah takut dengan si pembual yang cuma omong besar ini? yang bahkan dia sendiri tidak mampu menciptakan dengkulnya sendiri, dengkulmu! Allah tahu persis tentang hal ini, dan Allah adalah Sang Perencana yang Maha Teliti.
Dengan lantang dan pasti, Allah mengusir iblis terlaknat dari surga ciptaan-Nya yang penuh rahmat dan nikmat, yang memang tak pantas dihuni makhluk terlaknat seperti iblis pembangkang. Firman Allah berlaku tegas untuk si iblis, juga yang mengikuti jalannya iblis baik dari golongan jin maupun manusia. Iblis pun diseret keluar dengan terhina, dan Allah pun berpaling darinya.
Bagaimana dengan azazil, apakah dia sadar bahwa dia baru saja melakukan suatu perlawanan terhadap perintah Allah, ketidakpatuhan akan kehendak penciptanya, yang selama ini telah melindungi dan memberinya berbagai kekuatan, kini dia lupa diri, kesombongan telah menutup hatinya. Gelap, pekat. Yang ada hanya dendam dan iri, terutama kepada makhluk baru yang masih melongo di depan sana.
Ya. Allah memang murka, sudah ada yang berani menentang titah-Nya. Berani betul. Apa dia tidak sadar siapa yang telah menciptakan, membuatnya hidup dan memberinya kekuatan? kini ada yang mencoba berebut "selendang"-Nya. Allah pun mengutuk Azazil dan menamainya Iblis, artinya makhluk yang terputus dari Allah. Dan jadilah iblis makhluk Allah yang terkutuk.
"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu, Hei Iblis?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (7:12)
Ini cuma alasan iblis, alibi dia agar tidak terlalu disalahkan dengan keingkarannya kepada Allah sang Pencipta. Kemana ilmunya si iblis yang dia pahami bahwa sebaik-baik makhluk adalah yang paling taat dan paling bertakwa kepada Allah? ocehan apa lagi yang dia pertotntonkan dengan mengungkit-ungkit jasad kasar antara api dengan tanah, bukankah keduanya benda materi semata? logika yang terlalu naif untuk seorang azazil yang katanya pernah dipuja dan membuat kagum seluruh malaikat karena ibadahnya dan ilmu agamanya.
"Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu menyombongkan diri di dalamnya, keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." (7:13)
Keras sekali nada firman Allah. Ini pengusiran paling pedas untuk mantan ahli ilmu dan ahli ibadah, sekaligus memalukan. Inilah hakikat sebenarnya, dan Allah telah mengetahuinya sejak awal tentang kelakuan jin yang satu ini, dan dia hendak menunjukkan yang sebenarnya kepada seluruh pemujanya dari para malaikat dan jin yang lain, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada yang pantas ditaati dan disembah selain Dia.
Apakah iblis sadar dengan kecaman ini? lalu dia bertaubat seraya menangis tersedu-sedu menyesali kecerobohan dan kebodohan perilakunya? ternyata tidak! Justru malah makin berkobar hebat kesombongannya, dan amarahnya kian meledak, seperti kesurupan diapun menuding Adam, sebagai penyebab dia berperilaku seperti ini, adam lah si pembuat gara-gara dan segala kekacauan yang terjadi.
Baik, okey, Nggak masalah. Siapa takut? Begitu kira-kira ocehan si iblis yang sudah gelap mata.
"Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya, sampai waktu mereka dibangkitkan." (7:14)
Beri saya waktu, akan aku buktikan bahwa aku lebih hebat dari makhluk baru sialan ini. Begitu kata makhluk celaka ini. Bukannya sadar dari kekhilafan, eh, malah menantang Allah. Seolah-olah, "kalau Engkau berani, jangan curang dong dengan memusnahkan dan mematikan aku sekarang, Wahai Dzat Pencipta yang memberi hidup dan mati, berilah aku waktu untuk berbuat, beri aku kekuatan, niscaya semua akan menyaksikan kehebatanku.
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (7:15)
Inilah Allah yang Maha bijak dan Maha adil, dan Maha awas dengan yang akan terjadi. Dan pemberian tangguh ini pun bagian dari fenomena kedigjayaan dan kehabatan Sang Penguasa dan Sang Pencipta. Banyak yang mengatakan apakah iblis dalam hal ini menjadi martir demi terlaksananya kehendak? tetapi bukankah Allah telah memberi makhluk kafir ini kecerdasan yang tinggi serta kemampuan untuk memilih jalan terbaik? mengapa iblis tidak menggunakan kehebatan ini dalam memperbaiki pengabdian kepada-Nya? Hanya kepada Allah jua lah dikembalikan segala urusan.
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)(7:16-17)
Sampai detik ini, si iblis tidak pernah memandang sebelah mata sedikit pun kepada adam, seolah-olah makhluk yang telah memenangkan pertandingan, yang telah mempecundanginya itu pun tidak hadir, seolah anak kecil yang tidak penting dipedulikan.
Gara-gara si adam sialan ini, gua jadi begini. Okeh, bagaimana pun aku lebih baik, kalo saja aku punya waktu lebih banyak, akan kutunjukkan pada semuanya.
Dan satu lagi, iblis ini telah lancang, kita dengar omongannya, "..karena Engkau telah menghukum saya tersesat..." wow, luar biasa kurang ajar. Seolah-olah Allah telah kesalahan menjatuhkan hukuman itu kepadanya. Sungguh prasangka yang tidak layak disandang Yang Maha Suci dan Maha Tahu. Prasangka entah kurang ajar entah memang bodoh dan nista. bagaimana mungkin Dzat yang Maha Teliti mencipta langit dan bumi dengan berbagai ukuran yang tepat dan harmonis serta pelik ini melakukan kesalahan? Allah melakukan kesalahan? Ini mustahil disandang olehNya. Yang melakukan kesalahan itu pasti si iblis yang telah kacau pikiran dan sesat, dan tidak paham lagi arah kebaikan.
Kita dengar lagi sumpah serapah si iblis. Katanya, dulu ketika timbul huru-hara bangsa jin, saya yang memadamkan. Sekarang alam tenang tentram. Dan gara-gara "kesalahan" Tuhan mem-vonis dan menghukum dia bersalah, wokey..akan kutunjukan bahwa aku sanggup memporak-porandakan ketentraman itu. Alam yang semula harmonis tenang, akan kubuat kacau, semua gara-gara kesalahan-Mu wahai Tuhan, Engkau salah menghukum aku, Engkau salah telah memilih makhluk baru dari pada aku, Engkau salah telah melebihkan dia daripada aku, Engkau salah telah terburu-buru mengusirku, karena akulah makhlukmu yang terhebat bukan yang lain. Engkau pasti akan kehilangan aku. Dan gara-gara ini semua, maka Engkau lihat, akan kuganggu makhluk ini dan keturunannya, kelak tidak ada satu pun lagi dari mereka yang menyembah-Mu! weleh..weleh..dasar si ableh..emang dia yang punya n bikin makhluk? kagak mikir amat ya!
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya." (7:18)
Allah adalah pemilik segala-galanya. Pantaskah Allah takut dengan si pembual yang cuma omong besar ini? yang bahkan dia sendiri tidak mampu menciptakan dengkulnya sendiri, dengkulmu! Allah tahu persis tentang hal ini, dan Allah adalah Sang Perencana yang Maha Teliti.
Dengan lantang dan pasti, Allah mengusir iblis terlaknat dari surga ciptaan-Nya yang penuh rahmat dan nikmat, yang memang tak pantas dihuni makhluk terlaknat seperti iblis pembangkang. Firman Allah berlaku tegas untuk si iblis, juga yang mengikuti jalannya iblis baik dari golongan jin maupun manusia. Iblis pun diseret keluar dengan terhina, dan Allah pun berpaling darinya.
Label:
Peradaban Manusia
Persaingan yang ketat
(Lanjutan seri Kelahiran Sang Khalifah)
Ketika tiba waktunya, maka pertandingan berlangsung seru sekaligus menegangkan, karena menyangkut kehormatan masing-masing penghuni, yang kalah harus mengakui kekalahan dan menunduk kepada pemenangnya siapa pun dia. Dan inilah finalis akhir dari petandingan yaitu Jibril (Gabriel) dan Mika'il (Michael) dari grup Malaikat, Azazil mewakili bangsa Jin, dan ketiga...Adam, makhluk baru itu...
" Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini...." (Al Baqarah : 33)
Sebagian mufasir mengatakan bahwa tes uji disini seperti analisa logika, filsafat, fisika dan sebagainya. Wallahu Alam. Waktu itu tidak ada yang dapat mengalahkan kecerdasan Adam, tidak Azazil si Perkasa, tidak pula Jibril Sang Jendral Terhebat. Semua hadirin dibuat termangu, rasa kagum memuncak menyaksikan kegagahan dan kejeniusan Adam, si makhluk baru. Dan Allah pun berfirman :
"Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Al-Baqarah : 33)
Apa yang dimaksud Allah dengan "sembunyikan"??
Ternyata Allah SWT Maha Mengetahui tentang getaran hati salah satu makhluknya, getaran rasa iri-dengki, getaran ujub dan sombong yang tercundang, itulah maka disampaikan sindiran "..yang kamu sembunyikan" dengan harapan kiranya dapat menyadarkan si makhluk bahwa apa yang dirasakan merupakan godaan semata.Agar segera sadar dan bertaubat kembali taat kepada kehendak Allah SWT. Kelak akan diketahui siapa pemilik kedengkian ini tatkala Allah membuat ujian lain kepada para makhluk-Nya ini.
Allah sangat awas dengan hal tersebut. Dan sekali dia berkehendak, tak ada satu pun yang mampu menolak. Allah sering kali memberi kesempatan kepada para makhluknya untuk kembali mengikuti-Nya, ada pula yang ingkar menjauhi bahkan meninggalkan-Nya. Padahal siapakah pemberi kehidupan? Dan Allah Sang Raja Diraja, berhak mencipta ataupun menghapuskan ciptaannya sesuai kehendak-Nya. Tentu saja semuanya dalam balutan hikmah,keadilan dan kebijaksanaan-Nya dalam tatanan derajat ketuhanan alam raya.
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman: "Sujudlah kalian kepada Adam..." (2:34)
Inilah ujian itu. Adam, sang pemenang, telah nyata dihadapan semuanya sebagai yang terhebat, mengalahkan seluruh makhluk. Dan sudah layak baginya mendapat penghormatan. Allah menjadikan prosesi dan gerak sujud sebagai tanda kekalahan sekaligus penghormatan untuk makhluk yang telah dimuliakan-Nya. Disamping itu sujud disini menjadi wujud taat kepada Allah yang menitahkan prosesi tersebut.
"..maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (2:34)
Tatkala titah agung dikumandangkan, semua rebah. Semua tunduk kepada kemauan Allah. Semua takut kepada Allah kalau ingkar dan membuatNya murka. Namun ternyata ada sosok yang masih berdiri tangan bersedekap di dada dan kaki mengangkang. Matanya melirik tajam, melecehkan sang pemenang. Ternyata panasnya hati, gejolak sombong dalam dada telah mengalahkan besarnya rasa takut kepada Sang Maha Raja. Mengalahkan logika dan pertimbangan sehat akan derita siksa Yang Maha Kuasa. Itulah kelakuan Si Iblis, Pecundang...
Ketika Jibril dan Mikail melihat perilaku Iblis, maka mereka pun kembali rebah tersungkur, bersyukur bahwa Allah masih tetap menjadikan mereka sebagai hamba-Nya yang taat, berlindung dari perbuatan nista dan terjauh dari Allah...
(Bersambung)
Ketika tiba waktunya, maka pertandingan berlangsung seru sekaligus menegangkan, karena menyangkut kehormatan masing-masing penghuni, yang kalah harus mengakui kekalahan dan menunduk kepada pemenangnya siapa pun dia. Dan inilah finalis akhir dari petandingan yaitu Jibril (Gabriel) dan Mika'il (Michael) dari grup Malaikat, Azazil mewakili bangsa Jin, dan ketiga...Adam, makhluk baru itu...
" Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini...." (Al Baqarah : 33)
Sebagian mufasir mengatakan bahwa tes uji disini seperti analisa logika, filsafat, fisika dan sebagainya. Wallahu Alam. Waktu itu tidak ada yang dapat mengalahkan kecerdasan Adam, tidak Azazil si Perkasa, tidak pula Jibril Sang Jendral Terhebat. Semua hadirin dibuat termangu, rasa kagum memuncak menyaksikan kegagahan dan kejeniusan Adam, si makhluk baru. Dan Allah pun berfirman :
"Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Al-Baqarah : 33)
Apa yang dimaksud Allah dengan "sembunyikan"??
Ternyata Allah SWT Maha Mengetahui tentang getaran hati salah satu makhluknya, getaran rasa iri-dengki, getaran ujub dan sombong yang tercundang, itulah maka disampaikan sindiran "..yang kamu sembunyikan" dengan harapan kiranya dapat menyadarkan si makhluk bahwa apa yang dirasakan merupakan godaan semata.Agar segera sadar dan bertaubat kembali taat kepada kehendak Allah SWT. Kelak akan diketahui siapa pemilik kedengkian ini tatkala Allah membuat ujian lain kepada para makhluk-Nya ini.
Allah sangat awas dengan hal tersebut. Dan sekali dia berkehendak, tak ada satu pun yang mampu menolak. Allah sering kali memberi kesempatan kepada para makhluknya untuk kembali mengikuti-Nya, ada pula yang ingkar menjauhi bahkan meninggalkan-Nya. Padahal siapakah pemberi kehidupan? Dan Allah Sang Raja Diraja, berhak mencipta ataupun menghapuskan ciptaannya sesuai kehendak-Nya. Tentu saja semuanya dalam balutan hikmah,keadilan dan kebijaksanaan-Nya dalam tatanan derajat ketuhanan alam raya.
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman: "Sujudlah kalian kepada Adam..." (2:34)
Inilah ujian itu. Adam, sang pemenang, telah nyata dihadapan semuanya sebagai yang terhebat, mengalahkan seluruh makhluk. Dan sudah layak baginya mendapat penghormatan. Allah menjadikan prosesi dan gerak sujud sebagai tanda kekalahan sekaligus penghormatan untuk makhluk yang telah dimuliakan-Nya. Disamping itu sujud disini menjadi wujud taat kepada Allah yang menitahkan prosesi tersebut.
"..maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (2:34)
Tatkala titah agung dikumandangkan, semua rebah. Semua tunduk kepada kemauan Allah. Semua takut kepada Allah kalau ingkar dan membuatNya murka. Namun ternyata ada sosok yang masih berdiri tangan bersedekap di dada dan kaki mengangkang. Matanya melirik tajam, melecehkan sang pemenang. Ternyata panasnya hati, gejolak sombong dalam dada telah mengalahkan besarnya rasa takut kepada Sang Maha Raja. Mengalahkan logika dan pertimbangan sehat akan derita siksa Yang Maha Kuasa. Itulah kelakuan Si Iblis, Pecundang...
Ketika Jibril dan Mikail melihat perilaku Iblis, maka mereka pun kembali rebah tersungkur, bersyukur bahwa Allah masih tetap menjadikan mereka sebagai hamba-Nya yang taat, berlindung dari perbuatan nista dan terjauh dari Allah...
(Bersambung)
Label:
Peradaban Manusia
Kelahiran Sang Khalifah...
Setelah menjelaskan mengenai kondisi bumi dan para penghuninya sebelum manusia lahir, maka sekarang mari kita bahas sejarah tentang peradaban manusia itu sendiri, yang sampai sekarang sudah menjadi berbagai macam bangsa dengan beraneka suku.
Kita mulai dari kejadian fenomenal di mana sang khalifah dilahirkan....
-----------------
PERMULAAN KISAH
Allah SWT menciptakan semesta dalam 2 masa (tahap). Kemudian Dia memisahkan gumpalan sebagian menjadi langit dan sebagian lain menjadi bintang dan planet-planet. Diantara benda langit tersebutlah bumi(earth) sebagai fokus perhatian, yang telah di skenariokan Allah Sang Pencipta, bahwa disinilah akan terjadi berbagai kejadian yang luar biasa hingga tiba masa kehancuran, maupun kebangkitan.
Marilah kita simak tentang penghuni bumi paling awal...
Setelah Allah mencipta para malaikat dari cahaya, kemudian mengatur segala sesuatu dengan titah-Nya dan bersemayam di atas Arasy-Nya yang agung, maka Dia ciptakan alam raya beserta penghuninya yang lain, diantaranya adalah bentuk jin.
Tersebutlah ketika ALLAH menjadikan jin dari lidah api yang tiada berasap, dan dijadikan hal keada'an jin itu teramat besar dan di namakan jin yang pertama itu dengan nama MARIJ.
Dialah bapa segala bangsa bangsa jin. Kemudian ALLAH menjadikan pasangannya yang kemudian di beri nama KHARIJ.
Dari mereka inilah di turunkan bangsa bangsa jin termasuk salah satu peranakan bangsa jin yang bernama Azazil, yang kelak berganti nama menjadi Iblis laknatullah.
Pada mulanya mereka di golongkan pada martabat malaikat, mereka berbuat ta'at kepada ALLAH dengan sebenar benar ta'at. Mereka mendiami langit ketujuh sekian puluh ribu tahun lamanya.
Pada suatu waktu mereka meminta untuk di turunkan kebumi, permintaan mereka di kabulkan.
Bangsa jin itu pun beranak pinak di muka bumi yang setiap dua hari melahirkan jin yang lainnya.
Coba bayangkan berapa banyak jumlahnya sekarang!!!!
ALLAH menjadikan mereka berlainan rupa, sebahagian berupa binatang jinak, sebahagian lagi berupa binatang yang buas, ada pula yang mempunyai rupa yang sangat elok dan rupawan, ada yang bisa merubah rubah rupanya dan ke ada'annya menurut kehendak hatinya.
Karena keturunan bangsa jin begitu banyak hingga penuh bumi ini maka ALLAH menciptakan dinding (hijab) bagi mereka itu agar penghuni bumi yang berupa unggas yang buas, dan binatang binatang besar (mungkin para dinosaurus) tidak saling berdesakan.
Pada waktu itu mereka merupakan makhluq yang sangat ta'at hingga malaikat jibril dan mikail terkagum kagum karenanya.
Karena amal ibadahnya begitu kuat hingga sebagian mereka di angkat kelangit salah satu di antaranya adalah yang bernama azazil.
Hingga masanya tiba tatkala bangsa jin berbuat durhaka kepada pencipta-Nya, maka di laknatlah sebahagian mereka dan sebahagian lagi di kasih pilihan.
Ada yang memilih untuk ikut azazil yang sudah berganti nama menjadi iblis, ada yang tetap memilih ta'at pada ALLAH...
(mengenai riwayat bangsa jin lihat lagi artikel lain tentang jin di blog ini)
FENOMENA KEHENDAK...
Suatu hari terdengar percakapan agung di alam yang penuh kesucian..
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)
Dialah Adam Alaihissalam, yang tercipta langsung dari "tangan" Allah. Dibuat dari tanah lumpur hitam di bumi, dibentuknya sedemikian rupa dalam bentuknya yang terbaik, kemudian di tiupkan ruh kehidupan ke dalamnya.
Jumat pagi yang cerah itu, negeri Adn (Eden) tampak begitu semarak, semuanya bersuka cita. Berita tentang kelahiran makhluk baru menajdi perbincangan dimana-mana. Sementara itu disebuah tempat, dalam naungan kebesaran Sang Pengasih dan Penyayang, dihadapan seluruh hadirin, tergolek sebentuk tubuh baru, yang asing namun cantik, dalm wajah terbaik.
Dari semula terdiam, kini mata makhluk ini mulai bergerak-gerak dan...TERBUKA. Dilihatnya sekeliling, tak ada satu pun yang mirip dengan dirinya, tapi ia bahagia, karena menjadi kesayangan. Tiap hari ada guru pembimbing yang mengajarinya ini dan itu. Makananpun tak pernah kurang. Segala apa yang diinginkannya selalu tersedia.
Dia tumbuh dalam asuhan Yang Maha Suci dalam berbagai rupa keindahan. Sampai suatu hari ada yang memanggil dan mengatakan bahwa akan diadakan pertandingan adu kecerdasan antar penghuni wilayah tersebut. Makhluk baru ini amat gembira. Akalnya yang cerdik merancang rencana guna memenangkan pertandingan, apalagi melawan para senior yang sekaligus juga guru-gurunya.
Kita mulai dari kejadian fenomenal di mana sang khalifah dilahirkan....
-----------------
PERMULAAN KISAH
Allah SWT menciptakan semesta dalam 2 masa (tahap). Kemudian Dia memisahkan gumpalan sebagian menjadi langit dan sebagian lain menjadi bintang dan planet-planet. Diantara benda langit tersebutlah bumi(earth) sebagai fokus perhatian, yang telah di skenariokan Allah Sang Pencipta, bahwa disinilah akan terjadi berbagai kejadian yang luar biasa hingga tiba masa kehancuran, maupun kebangkitan.
Marilah kita simak tentang penghuni bumi paling awal...
Setelah Allah mencipta para malaikat dari cahaya, kemudian mengatur segala sesuatu dengan titah-Nya dan bersemayam di atas Arasy-Nya yang agung, maka Dia ciptakan alam raya beserta penghuninya yang lain, diantaranya adalah bentuk jin.
Tersebutlah ketika ALLAH menjadikan jin dari lidah api yang tiada berasap, dan dijadikan hal keada'an jin itu teramat besar dan di namakan jin yang pertama itu dengan nama MARIJ.
Dialah bapa segala bangsa bangsa jin. Kemudian ALLAH menjadikan pasangannya yang kemudian di beri nama KHARIJ.
Dari mereka inilah di turunkan bangsa bangsa jin termasuk salah satu peranakan bangsa jin yang bernama Azazil, yang kelak berganti nama menjadi Iblis laknatullah.
Pada mulanya mereka di golongkan pada martabat malaikat, mereka berbuat ta'at kepada ALLAH dengan sebenar benar ta'at. Mereka mendiami langit ketujuh sekian puluh ribu tahun lamanya.
Pada suatu waktu mereka meminta untuk di turunkan kebumi, permintaan mereka di kabulkan.
Bangsa jin itu pun beranak pinak di muka bumi yang setiap dua hari melahirkan jin yang lainnya.
Coba bayangkan berapa banyak jumlahnya sekarang!!!!
ALLAH menjadikan mereka berlainan rupa, sebahagian berupa binatang jinak, sebahagian lagi berupa binatang yang buas, ada pula yang mempunyai rupa yang sangat elok dan rupawan, ada yang bisa merubah rubah rupanya dan ke ada'annya menurut kehendak hatinya.
Karena keturunan bangsa jin begitu banyak hingga penuh bumi ini maka ALLAH menciptakan dinding (hijab) bagi mereka itu agar penghuni bumi yang berupa unggas yang buas, dan binatang binatang besar (mungkin para dinosaurus) tidak saling berdesakan.
Pada waktu itu mereka merupakan makhluq yang sangat ta'at hingga malaikat jibril dan mikail terkagum kagum karenanya.
Karena amal ibadahnya begitu kuat hingga sebagian mereka di angkat kelangit salah satu di antaranya adalah yang bernama azazil.
Hingga masanya tiba tatkala bangsa jin berbuat durhaka kepada pencipta-Nya, maka di laknatlah sebahagian mereka dan sebahagian lagi di kasih pilihan.
Ada yang memilih untuk ikut azazil yang sudah berganti nama menjadi iblis, ada yang tetap memilih ta'at pada ALLAH...
(mengenai riwayat bangsa jin lihat lagi artikel lain tentang jin di blog ini)
FENOMENA KEHENDAK...
Suatu hari terdengar percakapan agung di alam yang penuh kesucian..
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)
Dialah Adam Alaihissalam, yang tercipta langsung dari "tangan" Allah. Dibuat dari tanah lumpur hitam di bumi, dibentuknya sedemikian rupa dalam bentuknya yang terbaik, kemudian di tiupkan ruh kehidupan ke dalamnya.
Jumat pagi yang cerah itu, negeri Adn (Eden) tampak begitu semarak, semuanya bersuka cita. Berita tentang kelahiran makhluk baru menajdi perbincangan dimana-mana. Sementara itu disebuah tempat, dalam naungan kebesaran Sang Pengasih dan Penyayang, dihadapan seluruh hadirin, tergolek sebentuk tubuh baru, yang asing namun cantik, dalm wajah terbaik.
Dari semula terdiam, kini mata makhluk ini mulai bergerak-gerak dan...TERBUKA. Dilihatnya sekeliling, tak ada satu pun yang mirip dengan dirinya, tapi ia bahagia, karena menjadi kesayangan. Tiap hari ada guru pembimbing yang mengajarinya ini dan itu. Makananpun tak pernah kurang. Segala apa yang diinginkannya selalu tersedia.
Dia tumbuh dalam asuhan Yang Maha Suci dalam berbagai rupa keindahan. Sampai suatu hari ada yang memanggil dan mengatakan bahwa akan diadakan pertandingan adu kecerdasan antar penghuni wilayah tersebut. Makhluk baru ini amat gembira. Akalnya yang cerdik merancang rencana guna memenangkan pertandingan, apalagi melawan para senior yang sekaligus juga guru-gurunya.
Label:
Peradaban Manusia
Kamis, 21 April 2011
Protokol of Zion (Warning...)
Kutipan Dokumen Rahasia PROTOCOLS OF ZION
1. Adalah kewajiban bagi kita (Yahudi) untuk mempertebal keyakinan dan memperbanyak kejahatan dari kebaikan di dunia, sebab yang demikian adalah jalan yang paling baik untuk menguasi dunia. Hal demikian ialah dengan memperalat golongan penjahat untuk melakukan teror, kup, pemberontakan, peperangan, dan mempergunakan kekerasan serta kekuatan.
Kita harus membantu rakyat untuk melakukan pemberontakan, dan melakukan tekanan-tekanan terhadap kedua pihak yang bersengketa, dengan cara penipuan pemalsuan, sehingga kita(Yahudi) dengan mudah dapat menguasai dunia. Seperti pelaksanaan Revolusi Perancis yang telah mendapat perhatian dunia, setelah memakai semboyan ôKemerdekaan, Persamaan, dan Persaudaraan.ö
Lihatlah hewan-hewan mabuk itu, yang telah rusak akal dengan minuman keras. Kebebasan telah membuat mereka menjadi alkoholis. Para pemudanya telah berubah menjadi gila dengan mempelajari Filsafat Yunani dan Filsafat Romawi.
2. Kita harus menghilangkan pegangan umat dari adatnya dan kebiasaan umum. Perhatikanlah keberhasilan Darwin dan Nietsche yang telah mengikuti faham kita sebelumnya.
Manusia semuanya membutuhkan makan, minum, pakaian, uang dan emas. Untuk itu dibutuhkan orang-orang Yahudi yang ahli perbankan, untuk menghancurkan perekonomian negara tersebut, serta mempermainkan bursa dan pembajakan pasaran dari tangan selain Yahudi. Sehingga penguasanya takluk dan minta bantuan kepada kita. Disinilah kita harus melakukan siasat supaya kesempatan ini dapat digunakan, yang akhirnya mereka harus patuh dan menyetujui program kita.
Dalam hal ini kita perlu juga menguasai surat-surat kabar, penerangan dan periklanan. Kita akan memilih dari sebagian orang awam, menjadi kepala pemerintahan. Lalu mereka akan kita jadikan pion di atas papan catur. Pemainnya adalah para penasihat kita yang berpengalaman puluhan tahun memerintah dunia.
3. Kita harus berusaha keras menggariskan politik dalam masalah Undang-Undang Kepartaian yang bisa menghancurkan bangsanya sebab masing-masing partai bersaing menghancurkan satu sama lainnya dengan jalan perbantahan dalam teori dan persengketaan, sementara itu kemerosotan dan kemelaratan serta kemiskinan semakin merajalela dan nyata.
Jika hal itu telah ada terbukalah bagi kita kesempatan untuk menumbuhkan bibit revolusi dan kemarahan dari rakyat. Pada waktu itulah kita sanggup memukul penguasa dengan menghasut rakyat. Apabila kekuasaan berpindah ke tangan rakyat, sudah tentu pengusasa baru terdiri dari orang-orang bodoh / tidak ahli, dan kita harus menjerumuskannya kepada Sosialisme atau Kapitalisme. Di waktu itu mereka telah menjadi teman Masonisme. Dan bertambahlah golongan kita yang dapat dipergunakan sebagai pion untuk menghadapi lawan-lawan lainnya.
Kita seolah-olah menampakan rasa simpati dan pembelaan kita kepada kaum buruh. Mereka kita bela dari penderitaan agar mereka bersedia bergabung dengan pasukan kita dari kaum sosialis, pengacau serta komunis. Tapi kita harus membuat mereka untuk selalu berada dalam kondisi kemiskinan. Dengan demikian mereka dapat kita jadikan budak yang sangat loyal pada perintah kita.
Lalu kita dapat mengendalikan golongan itu dengan amat mudahnya dengan memelihara perasaan kedengkian dan kebencian akibat kemiskinan .
Pada waktu penobatan Penguasa Internasional kita sudah tiba, cara-cara seperti itu tetap dipertahankan. Artinya kita menggunakan kerusuhan untuk menghancurkan segala penghalang.
4. Kemerdekaan dan kebebasan akan bermanfaat dan memperoleh tempat dalam memberi kebahagiaan kepada manusia, bila kebebasan di dasari ketuhanan dan rasa takut kepada-Nya. Dan persaudaraan umat manusia yang bebas dari pemikiran persamaan yang paralel dengan hukum penciptaan akan mendatangkan kontradiksi langsung. Itulah sebabnya mengapa kita harus mencabut pemikiran ke-Tuhanan itu dari mereka dan menggantinya dengan menyibukkan mereka dalam menghitung-hitung kebutuhan materi. Pada saat itu masyarakat akan mudah lepas dan makin membenci agama serta politik. Dan mereka akan berlomba-lomba mati-matian sekedar untuk mendapatkan emas tadi yang dipercaya sebagai alat untuk mengantarkan mereka kepada tujuan syahwat.
5. Dengan adanya musuh-musuh mereka dari luar dan dari dalam, akan sulitlah bagi mereka untuk bersatu. Pertikaian ini adalah keuntungan kita semata. Selama ekonomi dapat dipergunakan sebagai alat politik, wajib bagi kita untuk mengendalikan iklan, reklame perdagangan serta sumber surat kabar. Sehingga semua mass media patuh pada program kita. Kemudian kita kendalikan mass media tersebut dengan teori-teori dan pendapat yang berlawanan, sehingga bertentanganlah cara berfikir dan pendapat-pendapat bangsa, dan tidak akan bisa bersatu dan selalu menjerumus pada perselisihan dan pertentangan fisik.
6. Kita harus memakai taktik adu domba dan pecah belah antar kaum buruh dengan melakukan perdagangan candu, narkotika, obat bius lainnya dan minuman keras, serta hal-hal yang merangsang dan pendapat-pendapat yang buruk yang dapat menghancurkan akhlak.
7. Kita harus menguasai situasi dengan memperalat polisi dan tentara guna menjaga kepentingan dan kemaslahatan kita. Kita telah mempunyai keuntungan dan saham-saham besar di tiap negara di dunia, kita punya kaki tangan dan kawan-kawan. Mereka membutuhkan kita, serta kitapun butuh mereka. Pada kesempatan ini harus dilaksanakan fitnah, pertentangan dan permusuhan, yang semuanya itu adalah kesempatan untuk menguasai mereka. Apabila golongan-golongan itu telah rusak, kita bangkitkan lagi golongan kedua yang dibantu oleh anggota kita yang telah diselundupkan. Akhirnya golongan pertamapun akan meminta bantuan kepada kita, kita akan dapat menguasai perekonomiannya. Kemudian diusahakan pertentangan antar golongan, suku, agama, dan lain-lain agar terjadi terus menerus. Dengan bantuan Eropa kita akan terus meluaskan kobaran api fitnah. Pertentangan dan permusuhan biar saling berkesinambungan. Hal itu jelas akan membawa keuntungan di pihak kita. Pertama, kita mampu mengendalikan setiap kegoncangan yang timbul dan disesuaikan dengan kehendak kita. Kedua, dengan tipu daya dan desas desus kita akan berhasil menjerat lewat jaring-jaring yang telah kita pasang, baik di berbagai departemen setiap pemerintahan atau lainnya. Dimana jaring kita tidak terputus di bidang politik saja, akan tetapi dapat kita perluas dengan kerjasama di sektor industri, teknik, dan bantuan keuangan yang telah kita siapkan sejak dini. Kita menciptakan manusia-manusia pintar yang berotak Zionis, dimana mereka akan memanipulasi setiap kesepakatan yang telah kita tetapkan. Kemudian kita menampakan seolah kita membongkar kejahatan orang pintar itu. Lalu dunia akan mempercayai kita bahwa kitalah sebenarnya golongan yang penuh tanggung jawab untuk menertibkan dunia. Dengna demikian asumsi umum akan mengatakan kitalah golongan yang menyelamatkan kemanusiaan.
8. Supaya jangan ada golongan yang menentang Yahudi, perlu disiapkan pula unsur yang dapat menyokong dan mempertahankan kita, yaitu
a. kelompok pembangkang, pemberontak dan penjahat yang dipenjara
b. ahli filir, penulis, ahli syair, ahli politik dan lain-lain.
9. Apabila wakil-wakil rakyat mendongkol, maka mereka akan dibujuk dengan uang, apabila masih kuat, digunakan kekuatan emas, dan memutar balikkan fakta melalui media massa yang telah dikuasai, serta menyerang pendapat yang benar itu, sehingga pemimpin dan politikus yang pro kita tetap berkuasa atas sokongan kita. Dengan syarat mereka harus takluk pada politik kita dan mengembalikan dana yang telah dikeluarkan untuk mereka lebih banyak lagi untuk kita.
10. Yang bisa naik di panggung kekuasaan hanya mereka yang mempunyai lembaran sejarah hitam yang tidak terbongkar. Mereka akan menjadi jujur untuk menjalankan perintah kita, karena takut dibongkar dan ditelanjangi di depan umum. Kita juga tetap membuat boneka-boneka dan membesar-besarkan kehebatan dan kepahlawanan mereka itu.
11. Adapun kemerdekaan berfikir dan kebebasan mimbar dan batas-batasnya hanya ditentukan oleh Yahudi Internasional saja.
12. Kebutuhan manusia untuk mendapatkan makan setiap harinya, dapat melengahkan mereka dari yang lain. Kesempatan itu digunakan untuk menguasai dan memutarbalikkan fakta, dan kita harus menguasai soal politik, sedang rakyat disibukkan oleh kesulitan makanan, pakaian, perdagangan, pembangunan, industri kesibukan olahraga, perlombaan dan pertandingan.
Dan pada waktu itu mereka tidak akan menghiraukan politik. Ini adalah kesempatan yang paling baik bagi kita untuk menguasai mereka.
13. Kita dirikan sebanyak mungkin tempat pembangkit maksiat. Kita juga perbanyak reklame di koran atau majalah, guna menyeru mereka agar masuk dalam arena kontes Ratu Kecantikan, atau berkedok kesenian dan olahraga.
14. Hiburan semacam itu akan banyak melalaikan mereka dari mengurusi permasalahan kita, yang mungkin akan membuat pertentangna antara kita dan mereka.
Apabila dunia telah dikuasai, maka tidak dibenarkan agama-agama selain Yahudi untuk berkembang. Karena kitalah bangsa termulia dan agama Yahudi adalah agama pilihan Allah.
15. Kurikulum Perguruan Tinggi harus tunduk pada peraturan khusus yang diatur dan dikendalikan oleh Panitia Khusus Yahudi, sehingga dapat mengarahkan Perguruan Tinggi hanya mempelajari ilmu-ilmu teoritis belaka. Sehigga lulusan Perguruan Tinggi dibuat lebih bodoh dari rakyat awam.
16. Sarjana-sarjana tamatan Perguruan Tinggi yang demikian akan membawa bangsanya taklid buta tanpa menggunakan kebebasan berfikir dan berdebat. Di waktu itulah kita membelokkan mereka dari menghormati hukum dan undang-undang. Kita harus menguasai pemimpin-pemimpin agama dengna menghalangi mereka dan membatasi pembicaraannya, sehingga menjadikan umat kurang simpatik kepada pemimpin itu. Mereka akan tersisih dan terisolir, serta hanya akan tinggal di masjid-masjid / gereja-gereja saja. Mereka tidak akan sanggup menguasai manusia diluar.
17. Mass media akan membeberkan segala tulisan-tulisan dengan berbagai kebohongan yang kita sengaja. Kemudian kita tujukan ke alamat pemerintah, atau organisasi keagamaan. Dengan tujuan agar gerak mereka tidak terlalu leluasa. Kita telah berjuang dengan gigih menghancurkan kehormatan ahli-ahli agama dari golongan Umami (Non Yahudi) di mata orang banyak. Dengan demikian kita berhasil mengacau misi mereka yang akan menghambat tujuan kita, dengan mematikan peranan mereka dari hari ke hari. Hari ini telah bebas bagi orang yang ingin melepaskan imannya.
Ahli-ahli agama makin tidak berkutik. Ajaran mereka akan nampak kontradiktif dengan adat yang baru.
18. Kesibukan berpolituk harus khusus bagi yahudi saja, dan selainnya diberi hak berbuat dalam bidang ekonomi dan sosial. Siapa yang keluar dari ketentuan itu, berarti mereka telah menjerumuskan dirinya ke dalam penjara.
19. Kita berusaha menghancurkan negara-negara lain dengan memperbanyak utang-utang mereka. Kita akan menghisap keuntungan dari pegeluaran / biaya negara dan menghisap bunganya. Karena itu sekaligus politik, ekonomi, dan sosial dikuasai, sampai rakyatnya melarat dan negara itu akan tambah utang lagi pada luar negri. Pemimpin mereka mewah dan mempergunakan utang untuk berfoya-foya.
Pinjaman negara itu berbeda dengan pinjaman suatu PT atau lainnya, yang sifatnya untuk menguasai ekonomi dan keuntungan.
20. Bahwa kebangkrutan berbagai negara di bidang ekonomi adalah hasil kreasi kita yang gemilang. Kredit yang menjerat leher Non Yahudi , makin lama semakin terasa sakitnya. Bantuan luar negeri yang telah kita lakukan, boleh dikata laksana seonggok benalu yang mencerap habis segenap potensi perekonomiannya. Maka sebentar lagi kita lihat sebuah pemandangan yang menyejukkan mata Zionis Internasional, yakni negara yang bersangkutan akan bersujud di kaki Zionis , atau mereka akan mati perlahan-lahan kehabisan darah.
21. Utang negara itu akan ditambah bunganya semakin besar, yang memaksa anggaran belanja negara bertambah besar pula, dan akhirnya pajak akan diperbesar, dan rakyat akan tertindas, dan sekali lagi negara itu akan selalu memperbanyak utang ke luar negeri. Pada waktu itu Yahudi akan menanam modalnya pada bank-bank dan perusahaan besar.
22. Kita mempunyai emas. Dengan emas, kita dapat menguasai politik suatu negara, dan kita dapat menentukan undang-undang dan peraturan-peraturan yang kita ingini untuk kepentingan kita sesuai dengan garis polituk Yahudi, sehingga dunia akan tahu bahwa Yahudi adalah yang terpilih dan terhormat di dunia.
23. Pada waktu itulah organisasi Yahudi dalam bentuk yang berbeda-beda (seperti Rotary Club, Lions Club, Freemasonry), pada waktu yang tepat dapat menghancurkan dapat menghancurkan undang-undang yang bertentangan dengan keinginan Yahudi, sekaligus organisasi rahasia itu harus menanamkan fitnah dan meniupkan api pemberontakan dan menyebarluaskan isu-isu negatif dan palsu atas kegagalan penguasa pada waktu itu. Pada semua kesempatan itulah Pemimpin Yahudi Internasional harus menguasai situasi dan akan dapat menguasai dunia.
24. Akhirnya dipilihlah Raja Yahudi keturunan Dawud, dan Pemuka-Pemuka Yahudi yang dimuliakan sebagai penasihat, yang sekaligus menjadi puncak pemerintahan dunia. Dunia akan takluk kepada Yahudi yang lebih patut dan lebih lihai berpolitik.
Catatan : diperkirakan dokumen ini dibuat tahun 1895, bocor pada th 1906
1. Adalah kewajiban bagi kita (Yahudi) untuk mempertebal keyakinan dan memperbanyak kejahatan dari kebaikan di dunia, sebab yang demikian adalah jalan yang paling baik untuk menguasi dunia. Hal demikian ialah dengan memperalat golongan penjahat untuk melakukan teror, kup, pemberontakan, peperangan, dan mempergunakan kekerasan serta kekuatan.
Kita harus membantu rakyat untuk melakukan pemberontakan, dan melakukan tekanan-tekanan terhadap kedua pihak yang bersengketa, dengan cara penipuan pemalsuan, sehingga kita(Yahudi) dengan mudah dapat menguasai dunia. Seperti pelaksanaan Revolusi Perancis yang telah mendapat perhatian dunia, setelah memakai semboyan ôKemerdekaan, Persamaan, dan Persaudaraan.ö
Lihatlah hewan-hewan mabuk itu, yang telah rusak akal dengan minuman keras. Kebebasan telah membuat mereka menjadi alkoholis. Para pemudanya telah berubah menjadi gila dengan mempelajari Filsafat Yunani dan Filsafat Romawi.
2. Kita harus menghilangkan pegangan umat dari adatnya dan kebiasaan umum. Perhatikanlah keberhasilan Darwin dan Nietsche yang telah mengikuti faham kita sebelumnya.
Manusia semuanya membutuhkan makan, minum, pakaian, uang dan emas. Untuk itu dibutuhkan orang-orang Yahudi yang ahli perbankan, untuk menghancurkan perekonomian negara tersebut, serta mempermainkan bursa dan pembajakan pasaran dari tangan selain Yahudi. Sehingga penguasanya takluk dan minta bantuan kepada kita. Disinilah kita harus melakukan siasat supaya kesempatan ini dapat digunakan, yang akhirnya mereka harus patuh dan menyetujui program kita.
Dalam hal ini kita perlu juga menguasai surat-surat kabar, penerangan dan periklanan. Kita akan memilih dari sebagian orang awam, menjadi kepala pemerintahan. Lalu mereka akan kita jadikan pion di atas papan catur. Pemainnya adalah para penasihat kita yang berpengalaman puluhan tahun memerintah dunia.
3. Kita harus berusaha keras menggariskan politik dalam masalah Undang-Undang Kepartaian yang bisa menghancurkan bangsanya sebab masing-masing partai bersaing menghancurkan satu sama lainnya dengan jalan perbantahan dalam teori dan persengketaan, sementara itu kemerosotan dan kemelaratan serta kemiskinan semakin merajalela dan nyata.
Jika hal itu telah ada terbukalah bagi kita kesempatan untuk menumbuhkan bibit revolusi dan kemarahan dari rakyat. Pada waktu itulah kita sanggup memukul penguasa dengan menghasut rakyat. Apabila kekuasaan berpindah ke tangan rakyat, sudah tentu pengusasa baru terdiri dari orang-orang bodoh / tidak ahli, dan kita harus menjerumuskannya kepada Sosialisme atau Kapitalisme. Di waktu itu mereka telah menjadi teman Masonisme. Dan bertambahlah golongan kita yang dapat dipergunakan sebagai pion untuk menghadapi lawan-lawan lainnya.
Kita seolah-olah menampakan rasa simpati dan pembelaan kita kepada kaum buruh. Mereka kita bela dari penderitaan agar mereka bersedia bergabung dengan pasukan kita dari kaum sosialis, pengacau serta komunis. Tapi kita harus membuat mereka untuk selalu berada dalam kondisi kemiskinan. Dengan demikian mereka dapat kita jadikan budak yang sangat loyal pada perintah kita.
Lalu kita dapat mengendalikan golongan itu dengan amat mudahnya dengan memelihara perasaan kedengkian dan kebencian akibat kemiskinan .
Pada waktu penobatan Penguasa Internasional kita sudah tiba, cara-cara seperti itu tetap dipertahankan. Artinya kita menggunakan kerusuhan untuk menghancurkan segala penghalang.
4. Kemerdekaan dan kebebasan akan bermanfaat dan memperoleh tempat dalam memberi kebahagiaan kepada manusia, bila kebebasan di dasari ketuhanan dan rasa takut kepada-Nya. Dan persaudaraan umat manusia yang bebas dari pemikiran persamaan yang paralel dengan hukum penciptaan akan mendatangkan kontradiksi langsung. Itulah sebabnya mengapa kita harus mencabut pemikiran ke-Tuhanan itu dari mereka dan menggantinya dengan menyibukkan mereka dalam menghitung-hitung kebutuhan materi. Pada saat itu masyarakat akan mudah lepas dan makin membenci agama serta politik. Dan mereka akan berlomba-lomba mati-matian sekedar untuk mendapatkan emas tadi yang dipercaya sebagai alat untuk mengantarkan mereka kepada tujuan syahwat.
5. Dengan adanya musuh-musuh mereka dari luar dan dari dalam, akan sulitlah bagi mereka untuk bersatu. Pertikaian ini adalah keuntungan kita semata. Selama ekonomi dapat dipergunakan sebagai alat politik, wajib bagi kita untuk mengendalikan iklan, reklame perdagangan serta sumber surat kabar. Sehingga semua mass media patuh pada program kita. Kemudian kita kendalikan mass media tersebut dengan teori-teori dan pendapat yang berlawanan, sehingga bertentanganlah cara berfikir dan pendapat-pendapat bangsa, dan tidak akan bisa bersatu dan selalu menjerumus pada perselisihan dan pertentangan fisik.
6. Kita harus memakai taktik adu domba dan pecah belah antar kaum buruh dengan melakukan perdagangan candu, narkotika, obat bius lainnya dan minuman keras, serta hal-hal yang merangsang dan pendapat-pendapat yang buruk yang dapat menghancurkan akhlak.
7. Kita harus menguasai situasi dengan memperalat polisi dan tentara guna menjaga kepentingan dan kemaslahatan kita. Kita telah mempunyai keuntungan dan saham-saham besar di tiap negara di dunia, kita punya kaki tangan dan kawan-kawan. Mereka membutuhkan kita, serta kitapun butuh mereka. Pada kesempatan ini harus dilaksanakan fitnah, pertentangan dan permusuhan, yang semuanya itu adalah kesempatan untuk menguasai mereka. Apabila golongan-golongan itu telah rusak, kita bangkitkan lagi golongan kedua yang dibantu oleh anggota kita yang telah diselundupkan. Akhirnya golongan pertamapun akan meminta bantuan kepada kita, kita akan dapat menguasai perekonomiannya. Kemudian diusahakan pertentangan antar golongan, suku, agama, dan lain-lain agar terjadi terus menerus. Dengan bantuan Eropa kita akan terus meluaskan kobaran api fitnah. Pertentangan dan permusuhan biar saling berkesinambungan. Hal itu jelas akan membawa keuntungan di pihak kita. Pertama, kita mampu mengendalikan setiap kegoncangan yang timbul dan disesuaikan dengan kehendak kita. Kedua, dengan tipu daya dan desas desus kita akan berhasil menjerat lewat jaring-jaring yang telah kita pasang, baik di berbagai departemen setiap pemerintahan atau lainnya. Dimana jaring kita tidak terputus di bidang politik saja, akan tetapi dapat kita perluas dengan kerjasama di sektor industri, teknik, dan bantuan keuangan yang telah kita siapkan sejak dini. Kita menciptakan manusia-manusia pintar yang berotak Zionis, dimana mereka akan memanipulasi setiap kesepakatan yang telah kita tetapkan. Kemudian kita menampakan seolah kita membongkar kejahatan orang pintar itu. Lalu dunia akan mempercayai kita bahwa kitalah sebenarnya golongan yang penuh tanggung jawab untuk menertibkan dunia. Dengna demikian asumsi umum akan mengatakan kitalah golongan yang menyelamatkan kemanusiaan.
8. Supaya jangan ada golongan yang menentang Yahudi, perlu disiapkan pula unsur yang dapat menyokong dan mempertahankan kita, yaitu
a. kelompok pembangkang, pemberontak dan penjahat yang dipenjara
b. ahli filir, penulis, ahli syair, ahli politik dan lain-lain.
9. Apabila wakil-wakil rakyat mendongkol, maka mereka akan dibujuk dengan uang, apabila masih kuat, digunakan kekuatan emas, dan memutar balikkan fakta melalui media massa yang telah dikuasai, serta menyerang pendapat yang benar itu, sehingga pemimpin dan politikus yang pro kita tetap berkuasa atas sokongan kita. Dengan syarat mereka harus takluk pada politik kita dan mengembalikan dana yang telah dikeluarkan untuk mereka lebih banyak lagi untuk kita.
10. Yang bisa naik di panggung kekuasaan hanya mereka yang mempunyai lembaran sejarah hitam yang tidak terbongkar. Mereka akan menjadi jujur untuk menjalankan perintah kita, karena takut dibongkar dan ditelanjangi di depan umum. Kita juga tetap membuat boneka-boneka dan membesar-besarkan kehebatan dan kepahlawanan mereka itu.
11. Adapun kemerdekaan berfikir dan kebebasan mimbar dan batas-batasnya hanya ditentukan oleh Yahudi Internasional saja.
12. Kebutuhan manusia untuk mendapatkan makan setiap harinya, dapat melengahkan mereka dari yang lain. Kesempatan itu digunakan untuk menguasai dan memutarbalikkan fakta, dan kita harus menguasai soal politik, sedang rakyat disibukkan oleh kesulitan makanan, pakaian, perdagangan, pembangunan, industri kesibukan olahraga, perlombaan dan pertandingan.
Dan pada waktu itu mereka tidak akan menghiraukan politik. Ini adalah kesempatan yang paling baik bagi kita untuk menguasai mereka.
13. Kita dirikan sebanyak mungkin tempat pembangkit maksiat. Kita juga perbanyak reklame di koran atau majalah, guna menyeru mereka agar masuk dalam arena kontes Ratu Kecantikan, atau berkedok kesenian dan olahraga.
14. Hiburan semacam itu akan banyak melalaikan mereka dari mengurusi permasalahan kita, yang mungkin akan membuat pertentangna antara kita dan mereka.
Apabila dunia telah dikuasai, maka tidak dibenarkan agama-agama selain Yahudi untuk berkembang. Karena kitalah bangsa termulia dan agama Yahudi adalah agama pilihan Allah.
15. Kurikulum Perguruan Tinggi harus tunduk pada peraturan khusus yang diatur dan dikendalikan oleh Panitia Khusus Yahudi, sehingga dapat mengarahkan Perguruan Tinggi hanya mempelajari ilmu-ilmu teoritis belaka. Sehigga lulusan Perguruan Tinggi dibuat lebih bodoh dari rakyat awam.
16. Sarjana-sarjana tamatan Perguruan Tinggi yang demikian akan membawa bangsanya taklid buta tanpa menggunakan kebebasan berfikir dan berdebat. Di waktu itulah kita membelokkan mereka dari menghormati hukum dan undang-undang. Kita harus menguasai pemimpin-pemimpin agama dengna menghalangi mereka dan membatasi pembicaraannya, sehingga menjadikan umat kurang simpatik kepada pemimpin itu. Mereka akan tersisih dan terisolir, serta hanya akan tinggal di masjid-masjid / gereja-gereja saja. Mereka tidak akan sanggup menguasai manusia diluar.
17. Mass media akan membeberkan segala tulisan-tulisan dengan berbagai kebohongan yang kita sengaja. Kemudian kita tujukan ke alamat pemerintah, atau organisasi keagamaan. Dengan tujuan agar gerak mereka tidak terlalu leluasa. Kita telah berjuang dengan gigih menghancurkan kehormatan ahli-ahli agama dari golongan Umami (Non Yahudi) di mata orang banyak. Dengan demikian kita berhasil mengacau misi mereka yang akan menghambat tujuan kita, dengan mematikan peranan mereka dari hari ke hari. Hari ini telah bebas bagi orang yang ingin melepaskan imannya.
Ahli-ahli agama makin tidak berkutik. Ajaran mereka akan nampak kontradiktif dengan adat yang baru.
18. Kesibukan berpolituk harus khusus bagi yahudi saja, dan selainnya diberi hak berbuat dalam bidang ekonomi dan sosial. Siapa yang keluar dari ketentuan itu, berarti mereka telah menjerumuskan dirinya ke dalam penjara.
19. Kita berusaha menghancurkan negara-negara lain dengan memperbanyak utang-utang mereka. Kita akan menghisap keuntungan dari pegeluaran / biaya negara dan menghisap bunganya. Karena itu sekaligus politik, ekonomi, dan sosial dikuasai, sampai rakyatnya melarat dan negara itu akan tambah utang lagi pada luar negri. Pemimpin mereka mewah dan mempergunakan utang untuk berfoya-foya.
Pinjaman negara itu berbeda dengan pinjaman suatu PT atau lainnya, yang sifatnya untuk menguasai ekonomi dan keuntungan.
20. Bahwa kebangkrutan berbagai negara di bidang ekonomi adalah hasil kreasi kita yang gemilang. Kredit yang menjerat leher Non Yahudi , makin lama semakin terasa sakitnya. Bantuan luar negeri yang telah kita lakukan, boleh dikata laksana seonggok benalu yang mencerap habis segenap potensi perekonomiannya. Maka sebentar lagi kita lihat sebuah pemandangan yang menyejukkan mata Zionis Internasional, yakni negara yang bersangkutan akan bersujud di kaki Zionis , atau mereka akan mati perlahan-lahan kehabisan darah.
21. Utang negara itu akan ditambah bunganya semakin besar, yang memaksa anggaran belanja negara bertambah besar pula, dan akhirnya pajak akan diperbesar, dan rakyat akan tertindas, dan sekali lagi negara itu akan selalu memperbanyak utang ke luar negeri. Pada waktu itu Yahudi akan menanam modalnya pada bank-bank dan perusahaan besar.
22. Kita mempunyai emas. Dengan emas, kita dapat menguasai politik suatu negara, dan kita dapat menentukan undang-undang dan peraturan-peraturan yang kita ingini untuk kepentingan kita sesuai dengan garis polituk Yahudi, sehingga dunia akan tahu bahwa Yahudi adalah yang terpilih dan terhormat di dunia.
23. Pada waktu itulah organisasi Yahudi dalam bentuk yang berbeda-beda (seperti Rotary Club, Lions Club, Freemasonry), pada waktu yang tepat dapat menghancurkan dapat menghancurkan undang-undang yang bertentangan dengan keinginan Yahudi, sekaligus organisasi rahasia itu harus menanamkan fitnah dan meniupkan api pemberontakan dan menyebarluaskan isu-isu negatif dan palsu atas kegagalan penguasa pada waktu itu. Pada semua kesempatan itulah Pemimpin Yahudi Internasional harus menguasai situasi dan akan dapat menguasai dunia.
24. Akhirnya dipilihlah Raja Yahudi keturunan Dawud, dan Pemuka-Pemuka Yahudi yang dimuliakan sebagai penasihat, yang sekaligus menjadi puncak pemerintahan dunia. Dunia akan takluk kepada Yahudi yang lebih patut dan lebih lihai berpolitik.
Catatan : diperkirakan dokumen ini dibuat tahun 1895, bocor pada th 1906
Label:
Ideologi
Pesawat itu bernama Buraq...
Kalau dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah "buraq" yang diartikan sebagai "Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw", dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum "buraq" itu berarti burung cendrawasih yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise).
Sebenarnya "buraq" itu adalah istilah yang dipakai dalam AlQur'an dengan arti "kilat" termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya "Barqu".
Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit.
Jarak sedemikian besar disebut 1 AU atau satu Astronomical Unit, dipakai sebagai ukuran terkecil dalam menentukan jarak antar benda angkasa. Dan kita sudah membahas bahwa Muntaha itu letaknya diluar sistem galaksi bimasakti kita, dimana jarak dari satu galaksi menuju kegalaksi lainnya saja sekitar 170.000 tahun cahaya. Sedangkan Muntaha itu sendiri merupakan bumi atau planet yang berada dalam galaksi terjauh dari semua galaksi yang ada diruang angkasa.
Amatlah janggal jika kita mengatakan bahwa buraq tersebut dipahami sebagai binatang atau kuda bersayap yang dapat terbang keangkasa bebas. Orang tentu dapat mengetahui bahwa sayap hanya dapat berfungsi dalam lingkungan atmosfir planet dimana udara ditunda kebelakang untuk gerak maju kemuka atau ditekan kebawah untuk melambung keatas.
Udara begitu hanya berada dalam troposfir yang tingginya 6 hingga 16 Km dari permukaan bumi, padahal buraq itu harus menempuh perjalanan menembusi luar angkasa yang hampa udara dimana sayap tak berguna malah menjadi beban. Dengan kecepatan kilat maka binatang kendaraan itu, begitu juga Nabi yang menaiki, akan terbakar dalam daerah atmosfir bumi, sebaliknya ketiadaan udara untuk bernafas dalam menempuh jarak yang sangat jauh sementara itu harus mengelakkan diri dari meteorities yang berlayangan diangkasa bebas.
Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah melakukan perjalanan mi'rajnya dengan menggunakan binatang ataupun hewan bersayap sebagaimana yang diyakini oleh orang selama ini.
Penggantian istilah dari Barqu yang berarti kilat menjadi buraq jelas mengandung pengertian yang berbeda, dimana jika Barqu itu adalah kilat, maka buraq saya asumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang mempunyai sifat dan kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan sinar.
Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal dibumi, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyard tahun cahaya melalui galaksi-galaksi yang oleh Garnow disebut sebagai fosil-fosil jagad raya dan selanjutnya menuju alam yang sulit digambarkan jauhnya oleh akal pikiran dan panca indera manusia dengan segala macam peralatannya, karena belum atau bahkan tidak diketahui oleh para Astronomi, galaksi yang lebih jauh dari 20 bilyun tahun cahaya. Dengan kata lain mereka para Astronom tidak dapat melihat apa yang ada dibalik galaksi sejauh itu karena keadaannya benar-benar gelap mutlak.
Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Sayangnya kecepatan cahaya merupakan kecepatan yang tertinggi yang diketahui oleh manusia sampai hari ini atau bisa jadi karena parameter kecepatan cahaya belum terjangkau oleh manusia.
Dalam AlQur'an kita jumpai betapa hitungan waktu yang diperlukan oleh para malaikat dan ruh-ruh orang yang meninggal kembali kepada Tuhan:
Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepadaNya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
(QS. 70:4)
Ukuran waktu dalam ayat diatas ada para ahli yang menyebut bahwa angka 50 ribu tahun itu menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan.
Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat sesuai dengan pendapat para ahli fisika yang menyebutkan "Time for a person on earth and time for a person in hight speed rocket are not the same", waktu bagi seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi.
Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti = 225 juta tahun waktu sistem solar.
Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat = 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai 'Arsy Ilahi, 10 Milyard tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat.
Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi /maksimum 12 Jam/ atau = 1/100.000 tahun Jibril.
Kejadian ini nampaknya begitu aneh dan bahkan tidak mungkin menurut pengetahuan peradaban manusia saat ini, tetapi para ilmuwan mempunyai pandangan lain, suatu contoh apa yang dikemukakan oleh Garnow dalam bukunya Physies Foundations and Frontier antara lain disebutkan bahwa jika pesawat ruang angkasa dapat terbang dengan kecepatan tetap /cahaya/ menuju kepusat sistem galaksi Bima Sakti, ia akan kembali setelah menghabiskan waktu 40.000 tahun menurut kalender bumi. Tetapi menurut sipengendara pesawat /pilot/ penerbangan itu hanya menghabiskan waktu 30 tahun saja. Perbedaan tampak begitu besar lebih dari 1.000 kalinya.
Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja.
Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya.
Kembali pada peristiwa Mi'raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi (semalam) atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10-5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 -23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19-11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.
Nah, Barkah yang disebut dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya.
Jadi, sekarang kita bisa mendeskripsikan tentang kendaraan bernama Buraq ini sedemikian rupa, apakah dia berupa sebuah pesawat ruang angkasa yang memiliki kecepatan diatas kecepatan sinar dan kecepatan UFO ?
Ataukah dia berupa kekuatan yang diberikan Allah kepada diri Rasulullah Saw sehingga Rasul dapat terbang diruang angkasa dengan selamat dan sejahtera, bebas melayang seperti seorang Superman?
Sebagai suatu wahana yang sanggup membungkus dan melindungi jasad Rasulullah sedemikian rupa sehingga sanggup melawan/mengatasi hukum alam dalam hal perjalanan dimensi. Sekaligus didalamnya tersedia cukup udara untuk pernafasan Nabi Muhammad Saw dan penuh dengan monitor-monitor yang memungkinkan Nabi untuk melihat keluar ataupun juga monitor-monitor yang bersifat "Futuristik", yaitu monitor yang memberikan gambaran kepada Rasulullah mengenai keadaan umatnya sepeninggal beliau nantinya.
Bukankah ada banyak juga hadist shahih yang mengatakan bahwa selama perjalanan menuju ke Muntaha itu Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang luar biasa? Apakah aneh bagi Anda jika Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan oleh Allah (melalui monitor-monitor futuristik tersebut) terhadap apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari? Apakah Anda akan mengingkari bahwa jauh setelah sepeninggal Rasul ada banyak sekali manusia-manusia yang mampu meramalkan ataupun melihat masa depan seseorang ?
Dalam dunia komputer kita mengenal virtual reality (VR) yaitu penampakan alam nyata ke dalam dimensi multimedia digital yang sangat interaktif sehingga bagaikan keadaan sesungguhnya. Apakah tidak mungkin Rasulullah telah merasakan fasilitas VR dari Allah Swt untuk mempresentasikan kepada kekasihNya itu surga dan neraka yang dijanjikanNya?
Anda pasti pernah mendengar sebutan "Paranormal" bukan? Jika anda mempercayai semua itu, maka apalah susahnya bagi anda untuk mempercayai bahwa hal itupun terjadi pada diri Rasulullah Saw, hanya saja bedanya bahwa semua itu merupakan gambaran asli dari Allah Swt yang sudah pasti kebenarannya tanpa bercampur dengan hal-hal yang batil. Hal ini juga bisa kita buktikan dengan banyaknya ramalan-ramalan Nabi terhadap keadaan umat Islam setelah beliau tiada dan menjadi kenyataan tanpa sedikitpun meleset? Darimana Rasulullah dapat melakukannya jika tidak diperlihatkan oleh Allah sebelumnya ?
Allah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.
(QS. 2:269)
Hikmah dalam ayat 2:269 dan ayat-ayat lainnya, saya artikan sebagai kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya, kebijaksanaan ini berarti sangat luas, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dunia atau akhirat, sebagai perwujudan dari Rahman dan RahimNya.
Didalam Hadist disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw berangkat ke Muntaha dengan ditemani oleh malaikat Jibril yang didalam AlQur'an surah 53:6 dikatakan memiliki akal yang cerdas. Dan dalam perjalanan itu Nabi diberikan kendaraan bernama Buraq yang kecepatannya melebihi kecepatan sinar. Selanjutnya selama perjalanan Nabi banyak bertanya kepada malaikat Jibril tentang apa-apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, ini menunjukkan bahwa Nabi dan Jibril berada dalam jarak yang berdekatan. Tidak mungkinkah Jibril ini yang mengemudikan Buraq untuk menuju ke Muntaha? Dalam kata lain, Jibril sebagai pilot dan Muhammad sebagai penumpang?
Bukankah Muhammad sendiri baru pertama kali itu mengadakan perjalanan ruang angkasa, sementara Jibril telah ratusan atau bahkan jutaan kali melakukannya didalam mengemban wahyu yang diamanatkan oleh Allah? Jika dikatakan Nabi sebagai pilot, dari mana Nabi mengetahui arah tujuannya berikut tata cara pengemudian Buraq ini, apalagi ditambah dengan banyaknya visi-visi alias Virtual Reality yang diberikan oleh Allah kepada beliau selama perjalanan dan mengharuskannya mengajukan beragam pertanyaan kepada Jibril? Namun jika kita kembalikan pada pendapat saya semula bahwa Jibril dalam hal ini berlaku sebagai pilot dan Nabi sebagai penumpang, maka semua pertanyaan dan keraguan yang timbul akan hilang.
Dalam hal ini Jibril adalah pilot terbang berpengalaman, ia juga sangat cerdas, sementara atas diri Nabi sendiri sudah diberikan oleh Allah Barqah disekeliling beliau, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan, seperti goyangnya pesawat, tekanan gravitasi yang hilang, udara dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri Nabi yang mulia ini. Dan keadaan yang tanpa pengaruh apa-apa itu memungkinkan bagi Nabi untuk mengadakan pertanyaan-pertanyaan atas visi-visi yang dilihatnya itu sekaligus dapat melihatnya secara jelas/Virtual Reality .
Kembali pada Jibril yang senantiasa meminta izin didalam memasuki setiap lapisan langit kepada malaikat penjaga, itu dikarenakan bahwa mereka tidak mengenali Jibril yang berada didalam Buraq itu, sehingga begitu Jibril menjawab, mereka baru bisa mengenali suaranya dan melakukan pendeteksian secara visi keadaan dalam Buraq sehingga nyatalah bahwa yang datang itu benar-benar Jibril.
Didalam Hadist juga disebutkan bahwa malaikat penjaga langit itu juga menanyakan tentang identitas sosok manusia yang dibawa oleh malaikat Jibril, yang tidak lain dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan dijelaskan oleh Jibril bahwa Rasulullah Saw diutus oleh Allah dan telah pula diperintahkan untuk naik ke Muntaha. (Hadist mengenai ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan dinyatakan oleh jumhur ulama dari ahlussunnah sebagai Hadist yang shahih).
Hal ini memang berkesan lucu bagi sebagian orang, apalagi mengingat bahwa Nabi adalah manusia yang paling mulia yang mendapatkan kedudukan terhormat yang bisa dibuktikan dengan bersandingnya nama Allah dan nama beliau dalam dua buah khalimah syahadat yang tidak boleh dicampuri, ditambah atau dikurangi dengan berbagai nama lain karena tiada hak bagi makhluk lainnya mencampuri masalah ini. Namun justru disinilah letak kebesaran Tuhan. Semuanya sengaja dipertunjukkan secara ilmiah kepada Nabi agar beliau dapat membuktikan sendiri betapa ketatnya penjagaan langit itu sebenarnya.
Seperti yang sudah dibahas di halaman artikel "Kajian Israk Miqraj" bahwa Muntaha itu terletak digalaksi terjauh, dimana Adam dulunya diciptakan dan ditempatkan pertama kali bersama Hawa. Tetapi sejak Adam bersama istrinya dan juga Jin serta Iblis diusir oleh Allah dari sana, maka penjagaan terhadap tempat tersebut diperketat sedemikian rupanya, sehingga tidak memungkinkan siapapun juga kecuali para malaikat untuk dapat memasukinya, seperti yang termuat dalam ayat ke-8,9 dan 10 dari surah 72:
"...Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu." (QS. 72:9)
"...kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api." (QS. 72:8)
"...Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai." (QS. 72:9)
Dalam hal ini bisa diasumsikan bahwa yang disebut dengan lapisan langit pada Muntaha itu adalah berupa planet-planet yang terdekat dengan "bumi-muntaha", hal ini saya hubungkan dengan pernyataan Qur'an pada surah 72:9 bahwa Jin atau Iblis itu dapat menduduki beberapa tempat. Mampu menduduki tempat disana artinya mampu berdiam ditempat tersebut, dan karena tempat itu ganda (beberapa tempat), maka jelas tempat itu bukan Muntaha itu sendiri, namun tempat yang terdekat dari Muntaha.
Sesuai dengan kajian saya sebelumnya, bahwa Muntaha itu berupa bumi yang disekitarnya juga terdapat planet-planet, maka planet-planet itulah tempat atau posisi para syaithan itu berdiam dahulunya untuk mencuri dengar berita-berita langit.
Muntaha sendiri berarti "Dihentikan" atau bisa juga kita tafsirkan sebagai tempat terakhir dari semua urusan berlabuh. Tempat yang menjadi perbatasan segala pencapaian kepada Tuhan.
Sidrah berarti "Teratai" yaitu bunga yang berdaun lebar, hidup dipermukaan air kolam atau telaga. Uratnya panjang mencapai tanah dasar air tersebut. Bilamana pasang naik, teratai akan ikut naik, dan bila pasang surut diapun akan turun, sementara uratnya tetap terhujam pada tanah dasar tempatnya bertumbuh.
Teratai yang berdaun lebar menyerupai keadaan planet yang memiliki permukaan luas, sungguh harmonis untuk tempat kehidupan makhluk hidup. Teratai berurat panjang mencapai tanah dasar dimana dia tumbuh tidak mungkin bergerak jauh, menyerupai keadaan planet yang selalu berhubungan dengan matahari darimana dia tidak mungkin bergerak jauh dalam orbit zigzagnya dari garis ekliptik. Dan air dimana teratai berada menyerupai angkasa luas dimana semua planet yang ada mengorbit mengelilingi matahari.
Turun naik teratai dipermukaan air berarti orbit planet mengelilingi matahari berbentuk oval, bujur telur, dimana ada titik Perihelion yaitu titik terdekat pada matahari yang dikitarinya, begitupula ada titik Aphelion, titik terjauh dari matahari. Sewaktu planet berada di Aphelionnya dia bergerak lambat. Keadaan gerak demikian membantu kestabilan orbit setiap planet yang mulanya hanya didasarkan atas kegiatan magnet yang dimilikinya saja.
Allah sendiri tidak berposisi di Muntaha, meskipun Muntaha itu merupakan planet terjauh dan terpinggir dalam bentangan alam semesta sekaligus sebagai dimensi tertinggi, dimana mayoritas malaikat berada disana sembari memuji dan bertasbih kepada Allah, ia hanyalah sebagai suatu tempat ciptaan Allah yang pada hari kiamat kelak akan dileburkan pula dan semua isinya, termasuk para malaikat itu akan mati kecuali siapa yang dikehendakiNya saja (QS. 27:87), hanya Allah sajalah satu-satunya dimensi Tertinggi yang kekal dan abadi (QS. 2:255).
Sebenarnya "buraq" itu adalah istilah yang dipakai dalam AlQur'an dengan arti "kilat" termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya "Barqu".
Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit.
Jarak sedemikian besar disebut 1 AU atau satu Astronomical Unit, dipakai sebagai ukuran terkecil dalam menentukan jarak antar benda angkasa. Dan kita sudah membahas bahwa Muntaha itu letaknya diluar sistem galaksi bimasakti kita, dimana jarak dari satu galaksi menuju kegalaksi lainnya saja sekitar 170.000 tahun cahaya. Sedangkan Muntaha itu sendiri merupakan bumi atau planet yang berada dalam galaksi terjauh dari semua galaksi yang ada diruang angkasa.
Amatlah janggal jika kita mengatakan bahwa buraq tersebut dipahami sebagai binatang atau kuda bersayap yang dapat terbang keangkasa bebas. Orang tentu dapat mengetahui bahwa sayap hanya dapat berfungsi dalam lingkungan atmosfir planet dimana udara ditunda kebelakang untuk gerak maju kemuka atau ditekan kebawah untuk melambung keatas.
Udara begitu hanya berada dalam troposfir yang tingginya 6 hingga 16 Km dari permukaan bumi, padahal buraq itu harus menempuh perjalanan menembusi luar angkasa yang hampa udara dimana sayap tak berguna malah menjadi beban. Dengan kecepatan kilat maka binatang kendaraan itu, begitu juga Nabi yang menaiki, akan terbakar dalam daerah atmosfir bumi, sebaliknya ketiadaan udara untuk bernafas dalam menempuh jarak yang sangat jauh sementara itu harus mengelakkan diri dari meteorities yang berlayangan diangkasa bebas.
Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah melakukan perjalanan mi'rajnya dengan menggunakan binatang ataupun hewan bersayap sebagaimana yang diyakini oleh orang selama ini.
Penggantian istilah dari Barqu yang berarti kilat menjadi buraq jelas mengandung pengertian yang berbeda, dimana jika Barqu itu adalah kilat, maka buraq saya asumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang mempunyai sifat dan kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan sinar.
Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal dibumi, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyard tahun cahaya melalui galaksi-galaksi yang oleh Garnow disebut sebagai fosil-fosil jagad raya dan selanjutnya menuju alam yang sulit digambarkan jauhnya oleh akal pikiran dan panca indera manusia dengan segala macam peralatannya, karena belum atau bahkan tidak diketahui oleh para Astronomi, galaksi yang lebih jauh dari 20 bilyun tahun cahaya. Dengan kata lain mereka para Astronom tidak dapat melihat apa yang ada dibalik galaksi sejauh itu karena keadaannya benar-benar gelap mutlak.
Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Sayangnya kecepatan cahaya merupakan kecepatan yang tertinggi yang diketahui oleh manusia sampai hari ini atau bisa jadi karena parameter kecepatan cahaya belum terjangkau oleh manusia.
Dalam AlQur'an kita jumpai betapa hitungan waktu yang diperlukan oleh para malaikat dan ruh-ruh orang yang meninggal kembali kepada Tuhan:
Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepadaNya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
(QS. 70:4)
Ukuran waktu dalam ayat diatas ada para ahli yang menyebut bahwa angka 50 ribu tahun itu menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan.
Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat sesuai dengan pendapat para ahli fisika yang menyebutkan "Time for a person on earth and time for a person in hight speed rocket are not the same", waktu bagi seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi.
Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti = 225 juta tahun waktu sistem solar.
Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat = 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai 'Arsy Ilahi, 10 Milyard tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat.
Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi /maksimum 12 Jam/ atau = 1/100.000 tahun Jibril.
Kejadian ini nampaknya begitu aneh dan bahkan tidak mungkin menurut pengetahuan peradaban manusia saat ini, tetapi para ilmuwan mempunyai pandangan lain, suatu contoh apa yang dikemukakan oleh Garnow dalam bukunya Physies Foundations and Frontier antara lain disebutkan bahwa jika pesawat ruang angkasa dapat terbang dengan kecepatan tetap /cahaya/ menuju kepusat sistem galaksi Bima Sakti, ia akan kembali setelah menghabiskan waktu 40.000 tahun menurut kalender bumi. Tetapi menurut sipengendara pesawat /pilot/ penerbangan itu hanya menghabiskan waktu 30 tahun saja. Perbedaan tampak begitu besar lebih dari 1.000 kalinya.
Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja.
Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya.
Kembali pada peristiwa Mi'raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi (semalam) atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10-5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 -23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19-11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.
Nah, Barkah yang disebut dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya.
Jadi, sekarang kita bisa mendeskripsikan tentang kendaraan bernama Buraq ini sedemikian rupa, apakah dia berupa sebuah pesawat ruang angkasa yang memiliki kecepatan diatas kecepatan sinar dan kecepatan UFO ?
Ataukah dia berupa kekuatan yang diberikan Allah kepada diri Rasulullah Saw sehingga Rasul dapat terbang diruang angkasa dengan selamat dan sejahtera, bebas melayang seperti seorang Superman?
Sebagai suatu wahana yang sanggup membungkus dan melindungi jasad Rasulullah sedemikian rupa sehingga sanggup melawan/mengatasi hukum alam dalam hal perjalanan dimensi. Sekaligus didalamnya tersedia cukup udara untuk pernafasan Nabi Muhammad Saw dan penuh dengan monitor-monitor yang memungkinkan Nabi untuk melihat keluar ataupun juga monitor-monitor yang bersifat "Futuristik", yaitu monitor yang memberikan gambaran kepada Rasulullah mengenai keadaan umatnya sepeninggal beliau nantinya.
Bukankah ada banyak juga hadist shahih yang mengatakan bahwa selama perjalanan menuju ke Muntaha itu Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang luar biasa? Apakah aneh bagi Anda jika Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan oleh Allah (melalui monitor-monitor futuristik tersebut) terhadap apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari? Apakah Anda akan mengingkari bahwa jauh setelah sepeninggal Rasul ada banyak sekali manusia-manusia yang mampu meramalkan ataupun melihat masa depan seseorang ?
Dalam dunia komputer kita mengenal virtual reality (VR) yaitu penampakan alam nyata ke dalam dimensi multimedia digital yang sangat interaktif sehingga bagaikan keadaan sesungguhnya. Apakah tidak mungkin Rasulullah telah merasakan fasilitas VR dari Allah Swt untuk mempresentasikan kepada kekasihNya itu surga dan neraka yang dijanjikanNya?
Anda pasti pernah mendengar sebutan "Paranormal" bukan? Jika anda mempercayai semua itu, maka apalah susahnya bagi anda untuk mempercayai bahwa hal itupun terjadi pada diri Rasulullah Saw, hanya saja bedanya bahwa semua itu merupakan gambaran asli dari Allah Swt yang sudah pasti kebenarannya tanpa bercampur dengan hal-hal yang batil. Hal ini juga bisa kita buktikan dengan banyaknya ramalan-ramalan Nabi terhadap keadaan umat Islam setelah beliau tiada dan menjadi kenyataan tanpa sedikitpun meleset? Darimana Rasulullah dapat melakukannya jika tidak diperlihatkan oleh Allah sebelumnya ?
Allah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.
(QS. 2:269)
Hikmah dalam ayat 2:269 dan ayat-ayat lainnya, saya artikan sebagai kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya, kebijaksanaan ini berarti sangat luas, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dunia atau akhirat, sebagai perwujudan dari Rahman dan RahimNya.
Didalam Hadist disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw berangkat ke Muntaha dengan ditemani oleh malaikat Jibril yang didalam AlQur'an surah 53:6 dikatakan memiliki akal yang cerdas. Dan dalam perjalanan itu Nabi diberikan kendaraan bernama Buraq yang kecepatannya melebihi kecepatan sinar. Selanjutnya selama perjalanan Nabi banyak bertanya kepada malaikat Jibril tentang apa-apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, ini menunjukkan bahwa Nabi dan Jibril berada dalam jarak yang berdekatan. Tidak mungkinkah Jibril ini yang mengemudikan Buraq untuk menuju ke Muntaha? Dalam kata lain, Jibril sebagai pilot dan Muhammad sebagai penumpang?
Bukankah Muhammad sendiri baru pertama kali itu mengadakan perjalanan ruang angkasa, sementara Jibril telah ratusan atau bahkan jutaan kali melakukannya didalam mengemban wahyu yang diamanatkan oleh Allah? Jika dikatakan Nabi sebagai pilot, dari mana Nabi mengetahui arah tujuannya berikut tata cara pengemudian Buraq ini, apalagi ditambah dengan banyaknya visi-visi alias Virtual Reality yang diberikan oleh Allah kepada beliau selama perjalanan dan mengharuskannya mengajukan beragam pertanyaan kepada Jibril? Namun jika kita kembalikan pada pendapat saya semula bahwa Jibril dalam hal ini berlaku sebagai pilot dan Nabi sebagai penumpang, maka semua pertanyaan dan keraguan yang timbul akan hilang.
Dalam hal ini Jibril adalah pilot terbang berpengalaman, ia juga sangat cerdas, sementara atas diri Nabi sendiri sudah diberikan oleh Allah Barqah disekeliling beliau, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan, seperti goyangnya pesawat, tekanan gravitasi yang hilang, udara dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri Nabi yang mulia ini. Dan keadaan yang tanpa pengaruh apa-apa itu memungkinkan bagi Nabi untuk mengadakan pertanyaan-pertanyaan atas visi-visi yang dilihatnya itu sekaligus dapat melihatnya secara jelas/Virtual Reality .
Kembali pada Jibril yang senantiasa meminta izin didalam memasuki setiap lapisan langit kepada malaikat penjaga, itu dikarenakan bahwa mereka tidak mengenali Jibril yang berada didalam Buraq itu, sehingga begitu Jibril menjawab, mereka baru bisa mengenali suaranya dan melakukan pendeteksian secara visi keadaan dalam Buraq sehingga nyatalah bahwa yang datang itu benar-benar Jibril.
Didalam Hadist juga disebutkan bahwa malaikat penjaga langit itu juga menanyakan tentang identitas sosok manusia yang dibawa oleh malaikat Jibril, yang tidak lain dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan dijelaskan oleh Jibril bahwa Rasulullah Saw diutus oleh Allah dan telah pula diperintahkan untuk naik ke Muntaha. (Hadist mengenai ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan dinyatakan oleh jumhur ulama dari ahlussunnah sebagai Hadist yang shahih).
Hal ini memang berkesan lucu bagi sebagian orang, apalagi mengingat bahwa Nabi adalah manusia yang paling mulia yang mendapatkan kedudukan terhormat yang bisa dibuktikan dengan bersandingnya nama Allah dan nama beliau dalam dua buah khalimah syahadat yang tidak boleh dicampuri, ditambah atau dikurangi dengan berbagai nama lain karena tiada hak bagi makhluk lainnya mencampuri masalah ini. Namun justru disinilah letak kebesaran Tuhan. Semuanya sengaja dipertunjukkan secara ilmiah kepada Nabi agar beliau dapat membuktikan sendiri betapa ketatnya penjagaan langit itu sebenarnya.
Seperti yang sudah dibahas di halaman artikel "Kajian Israk Miqraj" bahwa Muntaha itu terletak digalaksi terjauh, dimana Adam dulunya diciptakan dan ditempatkan pertama kali bersama Hawa. Tetapi sejak Adam bersama istrinya dan juga Jin serta Iblis diusir oleh Allah dari sana, maka penjagaan terhadap tempat tersebut diperketat sedemikian rupanya, sehingga tidak memungkinkan siapapun juga kecuali para malaikat untuk dapat memasukinya, seperti yang termuat dalam ayat ke-8,9 dan 10 dari surah 72:
"...Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu." (QS. 72:9)
"...kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api." (QS. 72:8)
"...Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai." (QS. 72:9)
Dalam hal ini bisa diasumsikan bahwa yang disebut dengan lapisan langit pada Muntaha itu adalah berupa planet-planet yang terdekat dengan "bumi-muntaha", hal ini saya hubungkan dengan pernyataan Qur'an pada surah 72:9 bahwa Jin atau Iblis itu dapat menduduki beberapa tempat. Mampu menduduki tempat disana artinya mampu berdiam ditempat tersebut, dan karena tempat itu ganda (beberapa tempat), maka jelas tempat itu bukan Muntaha itu sendiri, namun tempat yang terdekat dari Muntaha.
Sesuai dengan kajian saya sebelumnya, bahwa Muntaha itu berupa bumi yang disekitarnya juga terdapat planet-planet, maka planet-planet itulah tempat atau posisi para syaithan itu berdiam dahulunya untuk mencuri dengar berita-berita langit.
Muntaha sendiri berarti "Dihentikan" atau bisa juga kita tafsirkan sebagai tempat terakhir dari semua urusan berlabuh. Tempat yang menjadi perbatasan segala pencapaian kepada Tuhan.
Sidrah berarti "Teratai" yaitu bunga yang berdaun lebar, hidup dipermukaan air kolam atau telaga. Uratnya panjang mencapai tanah dasar air tersebut. Bilamana pasang naik, teratai akan ikut naik, dan bila pasang surut diapun akan turun, sementara uratnya tetap terhujam pada tanah dasar tempatnya bertumbuh.
Teratai yang berdaun lebar menyerupai keadaan planet yang memiliki permukaan luas, sungguh harmonis untuk tempat kehidupan makhluk hidup. Teratai berurat panjang mencapai tanah dasar dimana dia tumbuh tidak mungkin bergerak jauh, menyerupai keadaan planet yang selalu berhubungan dengan matahari darimana dia tidak mungkin bergerak jauh dalam orbit zigzagnya dari garis ekliptik. Dan air dimana teratai berada menyerupai angkasa luas dimana semua planet yang ada mengorbit mengelilingi matahari.
Turun naik teratai dipermukaan air berarti orbit planet mengelilingi matahari berbentuk oval, bujur telur, dimana ada titik Perihelion yaitu titik terdekat pada matahari yang dikitarinya, begitupula ada titik Aphelion, titik terjauh dari matahari. Sewaktu planet berada di Aphelionnya dia bergerak lambat. Keadaan gerak demikian membantu kestabilan orbit setiap planet yang mulanya hanya didasarkan atas kegiatan magnet yang dimilikinya saja.
Allah sendiri tidak berposisi di Muntaha, meskipun Muntaha itu merupakan planet terjauh dan terpinggir dalam bentangan alam semesta sekaligus sebagai dimensi tertinggi, dimana mayoritas malaikat berada disana sembari memuji dan bertasbih kepada Allah, ia hanyalah sebagai suatu tempat ciptaan Allah yang pada hari kiamat kelak akan dileburkan pula dan semua isinya, termasuk para malaikat itu akan mati kecuali siapa yang dikehendakiNya saja (QS. 27:87), hanya Allah sajalah satu-satunya dimensi Tertinggi yang kekal dan abadi (QS. 2:255).
Label:
Sains Teknologi
Mengungkap Teknologi Nabi Sulaiman
Mungkinkah Teknologi Piring Terbang (Vimana-Rama/Valkrye-Atlantis) Sudah Pernah Dikuasai Pada Zaman Nabi Sulaiman? Kapan kira-kira kejadiannya?
Coba kita fikirkan, bukankah Alquran adalah informasi penting yang sangat bagus untuk dikaji?
Peradaban yang sangat modern, gedung-gedung yang dibangun dengan sangat tinggi, pemindahan istana dilakukan dalam waktu sekejap pada zaman Nabi Sulaiman dan pastinya lebih banyak lagi hal-hal yang kita rasa tidak mungkin untuk dilakukan dengan teknologi yang ada pada masa itu.
Pertanyaannya, mengapa peradaban-peradaban maju seperti itu dimusnahkan? Namun sisa-sisa peradaban itu masih dapat kita temui sekarang dan siapa yang mampu membawa dan menguasai peradaban itu dimasa sekarang?
"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."
(QS. 35:41)
Semesta raya ini berasal dari Alma’ yang diberi Rawasia
Rawasia (bahasa arab) merupakan turunan kata rasa / meneguhkan, mengikat, menambat, dan dengan demikian memiliki arti peneguh, pengikat, penambat atau gaya alami yang menyusun tata letak dan tata gerak semesta.
Para ilmuwan sendiri telah merumuskan empat gaya alami yang mengatur matematika tata letak dan tata gerak semesta :
1. Gravitasi yang membuat materi bermassa saling tarik.
2. Elektromagnetika yang bekerja pada muatan listrik yang diam dan bergerak, termasuk antara inti atom dan elektron.
3. Interaksi lemah yang mengikat inti atom.
4. Interaksi kuat yang mengikat partikel yang menyusun inti atom.
Dengan berbagai sistem Rawasia itu terwujudlah berbagai macam benda angkasa, terpisah menurut keadaan dan susunan sebagaimana yang terlihat sekarang.
Namun meski semua benda-benda angkasa, terutama planet-planet memiliki Rawasia tetapi masing-masingnya mempunyai daya tarik yang berbeda. Hal itu tergantung pada jarak suatu planet dari matahari selaku titik pusat yang dikitari.
Semakin dekat suatu planet pada matahari semakin kecil daya tarik magnetnya dan semakin tebal atmosfir yang melingkupi planet itu.
Sebaliknya bila suatu planet jauh dari matahari maka nilai tarik magnetnya lebih besar dan atmosfirnya lebih tipis. Demikian pula susunan bintang-bintang yang mengorbit dalam daerah suatu galaksi, berbeda-beda pula nilai tariknya.
Bumi dan planet lainnya memiliki Rawasia dengan sistem yang dinamakan Simple, Untuk contohnya kita pakai planet bumi ini sendiri. Dari utara keselatan membujur Rawasia atau batang magnet yang memutar bumi ini 3600 dalam waktu 24 jam (tepatnya 23 Jam 56 menit).
Hal itu berlaku berkepanjangan. Kutub utara bumi adalah ujung Rawasia dengan magnet negatif dan diselatannya positif, yaitu kebalikan dari unsur magnet yang dimiliki matahari pada kedua kutubnya, dan hal inilah yang menyebabkan adanya tarik menarik antara bumi dan matahari disepanjang jaman.
Bumi berputar disumbunya sambil beredar mengelilingi matahari pada jarak tertentu yang diperkirakan sejauh 93.000.000 mil.
Kutub utara bumi menarik unsur positif dari permukaan matahari sembari membuang unsur negatif yang ditarik oleh kutub utara matahari. Kutub selatan bumi menarik unsur negatif sembari membuang unsur positif yang ditarik oleh kutub selatan matahari.
Unsur magnet yang di kutub utara dan selatan bumi berpapasan dalam perut bumi dan perantukannya bisa menimbulkan gempa dan letusan gunung.
Jadi magnet bumi ini hanya keluar dikutub-kutubnya dan karenanya permukaan planet ini membeku praktis dipakai untuk tempat kehidupan. Fungsi Rawasia yang demikian kita namakan dengan sistem Simple.
Kalau orang memperhatikan kedudukan pool magnet bumi di utara dan di selatan, terbuktilah bahwa pool atau ujung Rawasia itu senantiasa berpindah tempat sejauh maksimal 100 dari kutub putaran bumi atau sejauh 1.100 kilometer. Hal ini cocok dengan maksud ayat berikut :
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk
Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk."
(QS. 16:15-16)
Maksudnya adalah bahwa adakalanya matahari tepat menyinari daerah equator bumi, waktu itu tercatat sekitar tanggal 21 Maret dan 22 September. Jika pada kedua tanggal itu kita memperhatikan kompas akan kelihatanlah kedua jarumnya tepat menunjuk kearah utara dan selatan kutub putaran bumi.
Ini memperlihatkan bahwa antara kedua ujung Rawasia bumi terbentuk segitiga sama kaki dengan matahari sebagai titik sudut ketiga.
Adakalanya matahari itu miring ke selatan, penanggalan waktu itu mencatat sekitar tanggal 22 Desember, berlakulah puncak musim panas dibelahan selatan bumi dan puncak musim dingin dibelahan utara bumi.
Sebaliknya sekitar tanggal 21 Juni, matahari berada maksimal di utara dan berlakulah siang yang panjang dibelahan utara bumi dan malam yang panjang dibelahan selatan.
Pada kedua tanggal itu orang akan dapat memperhatikan bahwa jarum kompas berpindah sejauh 100 dari kutub utara putaran bumi karena sebagaimana dikatakan tadi, ujung Rawasia bumi senantiasa membentuk segitiga sama kaki dengan matahari.
Bumi yang beratnya sekitar 600 trilyun ton tidak jatuh pada matahari karena daya lantingnya (sentrifugal) dalam mengorbit, sebaliknya dia tidak terlanting jauh keluar garis orbitnya ditahan oleh daya jatuhnya (gravitasi) pada matahari sebagai pusat orbit.
Daya lanting bumi dan daya jatuhnya sama besar, disebut orang dengan Equillibrium, karena itu sampai sekarang bumi yang kita diami ini senantiasa berputar beredar mengelilingi matahari.
Al Qur’an sering menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa, tidak bertiang dan tidak bertali, semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung.
Hanya Rawasialah yang berlaku sebagai tenaga sentrifugal dan gaya tarik universal yang menyebabkan setiap planet itu berputar disumbunya sembari membawanya berkeliling matahari.
Kini kita misalkan saja, bagaimana kalau daya lanting bumi dipakai sedangkan daya jatuhnya ditiadakan?
Ketika itu terjadi, maka praktis bumi ini akan melayang jauh meninggalkan matahari sebagaimana yang diungkapkan dalam surah 35:41 di atas. Jadi tenaga sentrifugal demikian dapat dipakai untuk terbang jauh jika tenaga gravitasi dihilangkan. Akhirnya kita terbentur kepada,
“Bagaimana cara menghilangkan daya jatuhnya itu?”
Nah, kita akan mencoba mengaplikasikannya pada teknologi pesawat terbang. Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horizontal, bila putaran itu semakin cepat, maka akan semakin besarlah daya sentrifugal dan semakin kecillah daya gravitasi, akhirnya daya jatuh itu akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat terangkat dengan mudah tanpa pengaruh tarikan bumi.
Tentu kita akan heran,
“Bagaimana pula pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan?”
Dari situlah kita namakan pesawat itu dengan Shuttling System yaitu pesawat berupa piring dempet yang ditengahnya tempat penumpang.
Bagian atas, kita namakan Positif, berputar kekanan, semakin kepinggir massanya lebih tebal dan berat.
Bagian bawah, kita namakan Negatif, berputar kekiri, semakin kepinggir massanya lebih tebal dan berat.
Bagian tengah, kita namakan Neutral, tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar positif dan negatif sekaligus.
Perlu ada satu mesin yang memutar dua piringan pada pesawat itu dari dalam. Tidak jadi masalah apakah mesin itu sama dengan yang memutar propeller pesawat terbang ataukah yang mengangkat roket Apollo dari bumi.
Keliling pinggiran positif dan negatif boleh diberi gerigi yang menolak udara sewaktu berada dalam atmosfir. Udara yang ditolak kekiri oleh Negatif disambut tolakan kekanan oleh Positif.
Keadaannya dapat diatur begitu rupa hingga hal itu jadi tenaga untuk mengangkat pesawat yang bebas gravitasi atau pinggiran itu boleh pula licin saja maka tenaga naiknya harus ditimbulkan oleh ledakan dari dalam seperlunya.
Keseimbangan putaran Positif dan Negatif yang berlawanan arah ditimbulkan oleh satu roda gigi yang digerakkan oleh mesin dalam ruang Neutral.
Semakin cepat putarannya akan semakin hilanglah bobot pesawat itu untuk jatuh kebumi, karenanya pesawat itu dapat turun naik dengan mudah atau berhenti diudara.
Bagian Neutral yang memang tebal ditengahnya, disana ada mesin yang memutar Positif dan Negatif berlawanan arah hingga pesawat itu tidak goncang. Kecepatan putaran itu akan menghilangkan bobot Neutral itu sendiri, karenanya pinggiran Negatif dan Positif harus lebih berat.
Bagian Neutral memiliki saluran keatas dan kebawah pada pusat Positif dan Negatif. Saluran itu diperlukan untuk radar dan peneropongan. Pintu masuk terdapat dipusat Positif, yaitu diatas pesawat.
Pinggiran yang tipis dari Neutral diberi saluran-saluran penembakan untuk keseimbangan dan pembelokan serta untuk keperluan lainnya.
Akhirnya pesawat itu berupa piring terbang, tak membutuhkan landasan tertentu, dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, dan dapat leluasa untuk berbagai keperluan di darat, laut dan angkasa bebas tanpa bobot.
Mungkin teknologi pesawat seperti ini sudah pernah dibuat pada jaman Nabi Sulaiman, hal ini penulis tafsirkan dari ayat AlQur’an berikut :
"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula); dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterma kasih."
(QS. 34:12-13)
Analisis Penulis, bahwa Nabi Sulaiman dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang dipahaminya berkat kebijaksanaan Allah, telah mampu memahami hukum-hukum alam termasuk apa yang kita sebut sekarang dengan aerodinamika, kekekalan massa, kekekalan energi dan lain sebagainya.
Sehingga beliau dapat menundukkan alam yang pada konteks disini khususnya adalah angin sehingga dengan teknologinya beliau mampu melakukan perjalanan secepat kilat yang perjalanannya diwaktu pagi, jarak tempuhnya sama dengan yang ditempuh oleh unta cepat dalam satu bulan!
Jelas, Nabi Sulaiman meskipun berkedudukan sebagai seorang Nabi, ia tetaplah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dalam bertindak, makanya tidak mungkin beliau itu menundukkan angin seperti cerita-cerita dongeng Abrakadabra layaknya sosok Superman atau Gatot Kaca (dalam pengertian jawa, tapi bisa berarti lain kalau gatotkaca sebenarnya mengendarai Vimana) meskipun jika beliau mau, bisa saja melakukannya, tapi Allah senantiasa menetapkan hukum-hukumNya kepada manusia secara logis dan dinamis.
Mungkin sang Nabi telah mempergunakan pesawat didalam bepergiannya yang sangat cepat itu! Dan bahan pesawat tersebut sebagaimana yang tersirat dalam ayat AlQur’an diatas adalah terbuat dari logam dengan menggunakan sumbu-sumbu pada bagian bawahnya sebagai tenaga naik mula-mula keatas untuk menghindari pengaruh gravitasi bumi.
Istimewanya lagi, mungkin pesawat kendaraan Nabi Sulaiman ini berbentuk piring yang laksana kolam besarnya dan mampu untuk mencapai gedung-gedung pencakar langit yang dibuat oleh umatnya, sehingga memudahkan semua urusannya, termasuk memonitor kerja para prajurit dan umatnya dari ketinggian.
Ingat, selain berpangkat sebagai Nabi Allah, Nabi Sulaiman juga berkedudukan sebagai seorang Raja waktu itu.
Apa yang sudah dicapai oleh Nabi Sulaiman dalam teknologi yang mungkin adalah pesawat terbang waktu itu, belumlah bisa kita wujudkan secara keseluruhan pada masa ini, kita baru bisa memotong kompas yang amat sederhana.
Jika sebelumnya perjalanan dari Palembang ke Jakarta ditempuh berkendaraan darat memakan waktu kurang lebih 1 hari penuh (tanpa berhenti), dengan pesawat terbang bisa dicapai dalam waktu 1 jam.
Berapakah kecepatan Nabi Sulaiman pada saat itu?
Perjalanannya di waktu pagi sama dengan sebulan perjalanan unta yang cepat!
Bayangkan, berapa kecepatan yang dapat ditempuh oleh beliau dalam mengelilingi bumi ini, bahkan mungkin hingga naik keluar angkasa dalam satu perjalanan waktu Sulaiman.
Disini kita kembali berurusan dengan masalah ruang dan waktu yang selalu menjadi salah satu topik utama Al-Qur’an.
1 hari Allah = 1000 tahun manusia (QS. 22:47)
1 hari Malaikat = 50.000 tahun manusia (QS. 70:4)
1 hari Nabi Sulaiman = 2 bulan manusia (QS. 34:12)
Bandingkan dengan waktu tempuh Rasulullah Muhammad Saw selaku Nabi penutup dalam perjalanannya ke Muntaha melewati garis tengah bima sakti yang dalam perhitungan sekarang = 10 milyar tahun cahaya dalam waktu 1 malam atau 1/2 hari manusia untuk menghadap Allah!
Sungguh, Allah Maha Besar dan Maha Berkuasa atas segala sesuatunya.
Pada bahagian yang lain, AlQur’an juga menyatakan bahwa teknologi yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman juga telah mencakup teknologi tranformasi, ingat pada peristiwa pemindahan singgasana ratu Saba’ yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai ilmu dari kitab dari kerajaan Nabi Sulaiman.
"Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: ”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan bi’mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
(QS. 27:38-40)
Dr. Yahya Sa’id al-Mahjari, seorang sarjana Muslim Arab dari Mesir yang sekarang bertugas sebagai konsultan utama tentang keadaan energi dan lingkungan pada pusat Pengkajian Teknologi di Finlandia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh “seseorang” tersebut dipandang dari sudut ilmu pengetahuan modern yang ada pada kita sekarang ini benar-benar suatu langkah maju sekali.
Pertama, dia telah mengubah singgasana Ratu Saba’ menjadi semacam energi (tidaklah penting apakah energi itu berupa panas seperti yang kita dapatkan dari peralatan atomik, model sekarang yang berkapasitas rendah) namun suatu energi yang menyerupai listrik atau cahaya dapat dikirim lewat gelombang listrik magnetik.
Kedua, ia berhasil mengirim energi itu dari negeri Saba’ di Yaman ke negri Nabi Sulaiman di Palestina. Karena kecepatan penyebaran gelombang listrik magnetik sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km perdetik, maka waktu yang ditempuh energi itu untuk sampai ke negeri Nabi Sulaiman adalah kurang dari satu detik, meskipun jarak antara Saba’ dan kerajaan Nabi Sulaiman mencapai 3.000 kilometer.
Ketiga, ia mampu mengubah energi itu, ketika tiba dikerajaan Nabi Sulaiman, menjadi materi sama persis seperti gambaran materi sebelumnya (proses materialisasi), artinya setiap benda, bagian, dan atom kembali kebentuk dan tempat asalnya semula.
Sesungguhnya energi (at-thaqqah) dan materi (al-maddah) adalah dua bentuk berbeda dari benda yang sama. Materi bisa berubah menjadi energi dan sebaliknya.
Manusia saat ini telah berhasil mengubah materi menjadi energi dalam berbagai perlengkapan atau peralatan dengan memanfaatkan energi atom antara lain melahirkan atau memproduksi energi listrik untuk kemaslahatan peradaban manusia banyak.
Meskipun demikian, kemampuan manusia dalam mengubah materi menjadi energi masih berada dalam tahap perbaikan serta pengembangan. Demikian pula, manusia telah berhasil kendatipun dalam kadar sangat minim dan rendah, mengubah energi menjadi materi dengan alat yang disebut Akselerator partikel (particel accelerator).
Walaupun demikian, kadar kemampuan dalam hal itu masih terus ditingkatkan dan disempurnakan, sehingga kita akan sampai pada satu kesimpulan, pengubahan materi menjadi energi dan sebaliknya merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan secara ilmiah dan praktis.
Jika manusia kelak bisa melakukan perubahan antara materi dan energi dengan mudah, maka pasti ia akan menghasilkan perubahan total dan mendasar. Bahkan, boleh jadi, manusia melahirkan revolusi besar-besaran dalam kehidupan modern sekarang.
Salah satu sebab yang memungkinkan pengiriman energi adalah menggunakan kecepatan cahaya pada gelombang mikro ketempat mana saja yang kita inginkan, yang kemudian kita ubah kembali menjadi energi.
Dengan cara itu, kita bisa mengirim peralatan atau perlengkapan apa saja, bahkan rumah berikut isinya bisa dipindahkan ke daerah mana saja dimuka bumi ini menurut pilihan kita atau malah dipindahkan ke bulan atau Mars sekalipun hanya dalam beberapa detik atau beberapa menit saja, sebagaimana yang sering kita tonton dalam serial televisi StarTrex.
Tetapi satu hal yang masih diakui sebagai kendala utama oleh para sarjana fisika untuk membuktikan mimpi ini adalah menggabungkan dan merangkaikan bagian-bagian atau atom-atom partikel dalam bentuk aslinya secara sempurna sehingga setiap atom diletakkan pada tempat semula sebelum atom itu diubah menjadi energi guna melakukan tugas pokoknya.
Masih ada kesukaran lain yang harus dihadapi oleh Sains modern, yaitu kemampuan menghimpun gelombang elektro magnetik yang ada sekarang, yang tampaknya hanya 60% saja. Ini disebabkan berpencarnya gelombang itu di udara.
Mengubah materi menjadi gelombang mikro telah tercapai sekarang ini dengan metode yang ditempuh manusia dalam bentuk aslinya yang memerlukan pengubahan materi menjadi energi panas, lalu energi mekanik kemudian energi listrik dan terakhir dikirimkan lewat gelombang mikro.
Itulah sebabnya kita mendapatkan bahwa bagian terbesar dari materi yang kita dahulukan membuatnya itu tercerai-berai dicelah-celah perubahan tersebut, dan sisanya hanya bagian kecil saja yang dapat kita kirimkan lewat gelombang mikro. Kemampuan pengubahan energi mekanik menjadi energi listrik tidak akan lebih dari 20%.
Meskipun kita telah melewati kelemahan teknologi sekarang dalam mengubah uranium menjadi energi, maka yang berubah menjadi energi itu hanyalah bagian kecil dari uranium. Sementara sisanya ada pada panas nuklir yang memancarkan energinya pada ribuan dan jutaan tahun dan berubah menjadi anasir lain sehingga akhirnya menjadi timah.
Jika saja kita bisa memanfaatkan sebagian lagi dari materi yang tercerai-berai itu, tentulah berarti jika kita mulai membuat singgasana Ratu Saba’, lalu kita ubah menjadi energi melalui suatu metode tertentu dan kita kirimkan energi ini via gelombang mikro kemudian gelombang ini kita terima lagi lalu kita ubah sekali lagi menjadi energi atau diubah menjadi materi, maka kita tidak akan mendapatkan lebih dari 5% dari singgasana Ratu Saba’ itu.
Sisanya tercerai-beraikan dicelah-celah perubahan-perubahan itu jika kita lihat kemampuan paling minimal dalam praktik ini. Yang 5% dari materi asli itu tidak akan cukup untuk membangun satu bagian kecil saja dari singgasana Ratu Saba’, baik kakinya maupun tangannya.
Namun hasil yang dicapai oleh prajurit Nabi Sulaiman itu adalah 100% sehingga sang Nabi sendiri berkata sebagaimana disebutkan dalam AlQur’an :
Dia berkata: “Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal.”
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasana mu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
(QS. 27:41-42)
Sayangnya, sebagaimana yang umum terjadi di setiap negeri yang makmur, akan selalu ada kelompok-kelompok tertentu yang iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, begitupula halnya dengan pemerintahan Nabi Sulaiman, ada orang-orang yang ingkar kepada Allah dan kenabiannya mengatakan hal-hal yang mereka buat-buat :
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan (jin) pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir.
Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang Malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seseorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.”
(QS. 2:102)
Sulaiman, adalah seorang yang cerdas dan mumpuni serta mendalam ilmunya, baik di bidang teknologi maupun psikologi, dia juga mengetahui bahwa betapa kekuasaan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya adalah suatu hal yang berat dan penuh tanggung jawab, ia pesimis bahwa sepeninggalnya kelak kerajaannya akan tetap langgeng, aman sejahtera sebagaimana sewaktu dia masih ada.
Selain itu ia juga khawatir bahwa ketinggian teknologi kerajaannya itu akan menimbulkan kekacauan dan malapetaka bagi manusia jika sampai jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
Karenanya Sulaiman dengan kedudukannya sebagai seorang Nabi telah berdoa kepada Allah :
"Ia berkata: ”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”
(QS. 38:35)
Sungguh besar perhatian Nabi Sulaiman bagi peradaban manusia, melalui doanya itu, beliau bukan ingin menghalangi orang lain mencapai peradaban yang tinggi melampui apa yang dicapainya, melainkan malah ingin menghindarkan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh kemajuan itu sendiri.
Apa yang telah dicapai oleh Nabi Sulaiman, sebuah kerajaan yang besar dan megah, beristanakan kaca serta dipenuhi dengan berbagai gedung yang menjulang tinggi dan kecepatannya dalam sehari dua bulan perjalanan manusia biasa.
Disertai pula kemampuannya berbahasa binatang sekaligus mampu mengendalikan prajurit dan buruh tangguh yang terdiri dari Jin dan manusia serta pasukan burung yang dapat ia perintah menurut apa yang dikehendakinya lengkap dengan segala kemajuan teknologinya, termasuk transformasi.
"Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang telah Kami memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. 21:81)
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
(QS. 27:17)
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan (jin) yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dam mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu.
(QS. 21:82)
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya itu adalah istana licin yang terbuat dari kaca”. Berkata Balqis : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.
(QS. 27:44)
Apa jadinya jika kekuasaan yang dicapai oleh Nabi Sulaiman itu dipegang oleh orang lain dan dibuat untuk kerusakan sesama manusia? Sungguh sukar untuk dibayangkan.
==================
Dengan tidak mempersempit pemikiran mengenai fenomena UFO, ETI, dan hal-hal lainnya yang berbau makhluk luar angkasa, ada satu kemungkinan yang prosentasenya berbanding sama.
Bahwa apa yang kita lihat selama ini dengan UFO dan berbagai fenomena mengelilinginya tidak lain adalah sisa-sisa peradaban yang dilestarikan oleh para Jin dan setan hingga hari ini dan diajarkan kepada beberapa orang manusia tertentu untuk membuat kekacauan di dunia.
Mungkinkah? Bisa jadi...
Coba kita fikirkan, bukankah Alquran adalah informasi penting yang sangat bagus untuk dikaji?
Peradaban yang sangat modern, gedung-gedung yang dibangun dengan sangat tinggi, pemindahan istana dilakukan dalam waktu sekejap pada zaman Nabi Sulaiman dan pastinya lebih banyak lagi hal-hal yang kita rasa tidak mungkin untuk dilakukan dengan teknologi yang ada pada masa itu.
Pertanyaannya, mengapa peradaban-peradaban maju seperti itu dimusnahkan? Namun sisa-sisa peradaban itu masih dapat kita temui sekarang dan siapa yang mampu membawa dan menguasai peradaban itu dimasa sekarang?
"Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."
(QS. 35:41)
Semesta raya ini berasal dari Alma’ yang diberi Rawasia
Rawasia (bahasa arab) merupakan turunan kata rasa / meneguhkan, mengikat, menambat, dan dengan demikian memiliki arti peneguh, pengikat, penambat atau gaya alami yang menyusun tata letak dan tata gerak semesta.
Para ilmuwan sendiri telah merumuskan empat gaya alami yang mengatur matematika tata letak dan tata gerak semesta :
1. Gravitasi yang membuat materi bermassa saling tarik.
2. Elektromagnetika yang bekerja pada muatan listrik yang diam dan bergerak, termasuk antara inti atom dan elektron.
3. Interaksi lemah yang mengikat inti atom.
4. Interaksi kuat yang mengikat partikel yang menyusun inti atom.
Dengan berbagai sistem Rawasia itu terwujudlah berbagai macam benda angkasa, terpisah menurut keadaan dan susunan sebagaimana yang terlihat sekarang.
Namun meski semua benda-benda angkasa, terutama planet-planet memiliki Rawasia tetapi masing-masingnya mempunyai daya tarik yang berbeda. Hal itu tergantung pada jarak suatu planet dari matahari selaku titik pusat yang dikitari.
Semakin dekat suatu planet pada matahari semakin kecil daya tarik magnetnya dan semakin tebal atmosfir yang melingkupi planet itu.
Sebaliknya bila suatu planet jauh dari matahari maka nilai tarik magnetnya lebih besar dan atmosfirnya lebih tipis. Demikian pula susunan bintang-bintang yang mengorbit dalam daerah suatu galaksi, berbeda-beda pula nilai tariknya.
Bumi dan planet lainnya memiliki Rawasia dengan sistem yang dinamakan Simple, Untuk contohnya kita pakai planet bumi ini sendiri. Dari utara keselatan membujur Rawasia atau batang magnet yang memutar bumi ini 3600 dalam waktu 24 jam (tepatnya 23 Jam 56 menit).
Hal itu berlaku berkepanjangan. Kutub utara bumi adalah ujung Rawasia dengan magnet negatif dan diselatannya positif, yaitu kebalikan dari unsur magnet yang dimiliki matahari pada kedua kutubnya, dan hal inilah yang menyebabkan adanya tarik menarik antara bumi dan matahari disepanjang jaman.
Bumi berputar disumbunya sambil beredar mengelilingi matahari pada jarak tertentu yang diperkirakan sejauh 93.000.000 mil.
Kutub utara bumi menarik unsur positif dari permukaan matahari sembari membuang unsur negatif yang ditarik oleh kutub utara matahari. Kutub selatan bumi menarik unsur negatif sembari membuang unsur positif yang ditarik oleh kutub selatan matahari.
Unsur magnet yang di kutub utara dan selatan bumi berpapasan dalam perut bumi dan perantukannya bisa menimbulkan gempa dan letusan gunung.
Jadi magnet bumi ini hanya keluar dikutub-kutubnya dan karenanya permukaan planet ini membeku praktis dipakai untuk tempat kehidupan. Fungsi Rawasia yang demikian kita namakan dengan sistem Simple.
Kalau orang memperhatikan kedudukan pool magnet bumi di utara dan di selatan, terbuktilah bahwa pool atau ujung Rawasia itu senantiasa berpindah tempat sejauh maksimal 100 dari kutub putaran bumi atau sejauh 1.100 kilometer. Hal ini cocok dengan maksud ayat berikut :
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk
Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk."
(QS. 16:15-16)
Maksudnya adalah bahwa adakalanya matahari tepat menyinari daerah equator bumi, waktu itu tercatat sekitar tanggal 21 Maret dan 22 September. Jika pada kedua tanggal itu kita memperhatikan kompas akan kelihatanlah kedua jarumnya tepat menunjuk kearah utara dan selatan kutub putaran bumi.
Ini memperlihatkan bahwa antara kedua ujung Rawasia bumi terbentuk segitiga sama kaki dengan matahari sebagai titik sudut ketiga.
Adakalanya matahari itu miring ke selatan, penanggalan waktu itu mencatat sekitar tanggal 22 Desember, berlakulah puncak musim panas dibelahan selatan bumi dan puncak musim dingin dibelahan utara bumi.
Sebaliknya sekitar tanggal 21 Juni, matahari berada maksimal di utara dan berlakulah siang yang panjang dibelahan utara bumi dan malam yang panjang dibelahan selatan.
Pada kedua tanggal itu orang akan dapat memperhatikan bahwa jarum kompas berpindah sejauh 100 dari kutub utara putaran bumi karena sebagaimana dikatakan tadi, ujung Rawasia bumi senantiasa membentuk segitiga sama kaki dengan matahari.
Bumi yang beratnya sekitar 600 trilyun ton tidak jatuh pada matahari karena daya lantingnya (sentrifugal) dalam mengorbit, sebaliknya dia tidak terlanting jauh keluar garis orbitnya ditahan oleh daya jatuhnya (gravitasi) pada matahari sebagai pusat orbit.
Daya lanting bumi dan daya jatuhnya sama besar, disebut orang dengan Equillibrium, karena itu sampai sekarang bumi yang kita diami ini senantiasa berputar beredar mengelilingi matahari.
Al Qur’an sering menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa, tidak bertiang dan tidak bertali, semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung.
Hanya Rawasialah yang berlaku sebagai tenaga sentrifugal dan gaya tarik universal yang menyebabkan setiap planet itu berputar disumbunya sembari membawanya berkeliling matahari.
Kini kita misalkan saja, bagaimana kalau daya lanting bumi dipakai sedangkan daya jatuhnya ditiadakan?
Ketika itu terjadi, maka praktis bumi ini akan melayang jauh meninggalkan matahari sebagaimana yang diungkapkan dalam surah 35:41 di atas. Jadi tenaga sentrifugal demikian dapat dipakai untuk terbang jauh jika tenaga gravitasi dihilangkan. Akhirnya kita terbentur kepada,
“Bagaimana cara menghilangkan daya jatuhnya itu?”
Nah, kita akan mencoba mengaplikasikannya pada teknologi pesawat terbang. Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horizontal, bila putaran itu semakin cepat, maka akan semakin besarlah daya sentrifugal dan semakin kecillah daya gravitasi, akhirnya daya jatuh itu akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat terangkat dengan mudah tanpa pengaruh tarikan bumi.
Tentu kita akan heran,
“Bagaimana pula pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan?”
Dari situlah kita namakan pesawat itu dengan Shuttling System yaitu pesawat berupa piring dempet yang ditengahnya tempat penumpang.
Bagian atas, kita namakan Positif, berputar kekanan, semakin kepinggir massanya lebih tebal dan berat.
Bagian bawah, kita namakan Negatif, berputar kekiri, semakin kepinggir massanya lebih tebal dan berat.
Bagian tengah, kita namakan Neutral, tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar positif dan negatif sekaligus.
Perlu ada satu mesin yang memutar dua piringan pada pesawat itu dari dalam. Tidak jadi masalah apakah mesin itu sama dengan yang memutar propeller pesawat terbang ataukah yang mengangkat roket Apollo dari bumi.
Keliling pinggiran positif dan negatif boleh diberi gerigi yang menolak udara sewaktu berada dalam atmosfir. Udara yang ditolak kekiri oleh Negatif disambut tolakan kekanan oleh Positif.
Keadaannya dapat diatur begitu rupa hingga hal itu jadi tenaga untuk mengangkat pesawat yang bebas gravitasi atau pinggiran itu boleh pula licin saja maka tenaga naiknya harus ditimbulkan oleh ledakan dari dalam seperlunya.
Keseimbangan putaran Positif dan Negatif yang berlawanan arah ditimbulkan oleh satu roda gigi yang digerakkan oleh mesin dalam ruang Neutral.
Semakin cepat putarannya akan semakin hilanglah bobot pesawat itu untuk jatuh kebumi, karenanya pesawat itu dapat turun naik dengan mudah atau berhenti diudara.
Bagian Neutral yang memang tebal ditengahnya, disana ada mesin yang memutar Positif dan Negatif berlawanan arah hingga pesawat itu tidak goncang. Kecepatan putaran itu akan menghilangkan bobot Neutral itu sendiri, karenanya pinggiran Negatif dan Positif harus lebih berat.
Bagian Neutral memiliki saluran keatas dan kebawah pada pusat Positif dan Negatif. Saluran itu diperlukan untuk radar dan peneropongan. Pintu masuk terdapat dipusat Positif, yaitu diatas pesawat.
Pinggiran yang tipis dari Neutral diberi saluran-saluran penembakan untuk keseimbangan dan pembelokan serta untuk keperluan lainnya.
Akhirnya pesawat itu berupa piring terbang, tak membutuhkan landasan tertentu, dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, dan dapat leluasa untuk berbagai keperluan di darat, laut dan angkasa bebas tanpa bobot.
Mungkin teknologi pesawat seperti ini sudah pernah dibuat pada jaman Nabi Sulaiman, hal ini penulis tafsirkan dari ayat AlQur’an berikut :
"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula); dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterma kasih."
(QS. 34:12-13)
Analisis Penulis, bahwa Nabi Sulaiman dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang dipahaminya berkat kebijaksanaan Allah, telah mampu memahami hukum-hukum alam termasuk apa yang kita sebut sekarang dengan aerodinamika, kekekalan massa, kekekalan energi dan lain sebagainya.
Sehingga beliau dapat menundukkan alam yang pada konteks disini khususnya adalah angin sehingga dengan teknologinya beliau mampu melakukan perjalanan secepat kilat yang perjalanannya diwaktu pagi, jarak tempuhnya sama dengan yang ditempuh oleh unta cepat dalam satu bulan!
Jelas, Nabi Sulaiman meskipun berkedudukan sebagai seorang Nabi, ia tetaplah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dalam bertindak, makanya tidak mungkin beliau itu menundukkan angin seperti cerita-cerita dongeng Abrakadabra layaknya sosok Superman atau Gatot Kaca (dalam pengertian jawa, tapi bisa berarti lain kalau gatotkaca sebenarnya mengendarai Vimana) meskipun jika beliau mau, bisa saja melakukannya, tapi Allah senantiasa menetapkan hukum-hukumNya kepada manusia secara logis dan dinamis.
Mungkin sang Nabi telah mempergunakan pesawat didalam bepergiannya yang sangat cepat itu! Dan bahan pesawat tersebut sebagaimana yang tersirat dalam ayat AlQur’an diatas adalah terbuat dari logam dengan menggunakan sumbu-sumbu pada bagian bawahnya sebagai tenaga naik mula-mula keatas untuk menghindari pengaruh gravitasi bumi.
Istimewanya lagi, mungkin pesawat kendaraan Nabi Sulaiman ini berbentuk piring yang laksana kolam besarnya dan mampu untuk mencapai gedung-gedung pencakar langit yang dibuat oleh umatnya, sehingga memudahkan semua urusannya, termasuk memonitor kerja para prajurit dan umatnya dari ketinggian.
Ingat, selain berpangkat sebagai Nabi Allah, Nabi Sulaiman juga berkedudukan sebagai seorang Raja waktu itu.
Apa yang sudah dicapai oleh Nabi Sulaiman dalam teknologi yang mungkin adalah pesawat terbang waktu itu, belumlah bisa kita wujudkan secara keseluruhan pada masa ini, kita baru bisa memotong kompas yang amat sederhana.
Jika sebelumnya perjalanan dari Palembang ke Jakarta ditempuh berkendaraan darat memakan waktu kurang lebih 1 hari penuh (tanpa berhenti), dengan pesawat terbang bisa dicapai dalam waktu 1 jam.
Berapakah kecepatan Nabi Sulaiman pada saat itu?
Perjalanannya di waktu pagi sama dengan sebulan perjalanan unta yang cepat!
Bayangkan, berapa kecepatan yang dapat ditempuh oleh beliau dalam mengelilingi bumi ini, bahkan mungkin hingga naik keluar angkasa dalam satu perjalanan waktu Sulaiman.
Disini kita kembali berurusan dengan masalah ruang dan waktu yang selalu menjadi salah satu topik utama Al-Qur’an.
1 hari Allah = 1000 tahun manusia (QS. 22:47)
1 hari Malaikat = 50.000 tahun manusia (QS. 70:4)
1 hari Nabi Sulaiman = 2 bulan manusia (QS. 34:12)
Bandingkan dengan waktu tempuh Rasulullah Muhammad Saw selaku Nabi penutup dalam perjalanannya ke Muntaha melewati garis tengah bima sakti yang dalam perhitungan sekarang = 10 milyar tahun cahaya dalam waktu 1 malam atau 1/2 hari manusia untuk menghadap Allah!
Sungguh, Allah Maha Besar dan Maha Berkuasa atas segala sesuatunya.
Pada bahagian yang lain, AlQur’an juga menyatakan bahwa teknologi yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman juga telah mencakup teknologi tranformasi, ingat pada peristiwa pemindahan singgasana ratu Saba’ yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai ilmu dari kitab dari kerajaan Nabi Sulaiman.
"Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: ”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan bi’mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
(QS. 27:38-40)
Dr. Yahya Sa’id al-Mahjari, seorang sarjana Muslim Arab dari Mesir yang sekarang bertugas sebagai konsultan utama tentang keadaan energi dan lingkungan pada pusat Pengkajian Teknologi di Finlandia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh “seseorang” tersebut dipandang dari sudut ilmu pengetahuan modern yang ada pada kita sekarang ini benar-benar suatu langkah maju sekali.
Pertama, dia telah mengubah singgasana Ratu Saba’ menjadi semacam energi (tidaklah penting apakah energi itu berupa panas seperti yang kita dapatkan dari peralatan atomik, model sekarang yang berkapasitas rendah) namun suatu energi yang menyerupai listrik atau cahaya dapat dikirim lewat gelombang listrik magnetik.
Kedua, ia berhasil mengirim energi itu dari negeri Saba’ di Yaman ke negri Nabi Sulaiman di Palestina. Karena kecepatan penyebaran gelombang listrik magnetik sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km perdetik, maka waktu yang ditempuh energi itu untuk sampai ke negeri Nabi Sulaiman adalah kurang dari satu detik, meskipun jarak antara Saba’ dan kerajaan Nabi Sulaiman mencapai 3.000 kilometer.
Ketiga, ia mampu mengubah energi itu, ketika tiba dikerajaan Nabi Sulaiman, menjadi materi sama persis seperti gambaran materi sebelumnya (proses materialisasi), artinya setiap benda, bagian, dan atom kembali kebentuk dan tempat asalnya semula.
Sesungguhnya energi (at-thaqqah) dan materi (al-maddah) adalah dua bentuk berbeda dari benda yang sama. Materi bisa berubah menjadi energi dan sebaliknya.
Manusia saat ini telah berhasil mengubah materi menjadi energi dalam berbagai perlengkapan atau peralatan dengan memanfaatkan energi atom antara lain melahirkan atau memproduksi energi listrik untuk kemaslahatan peradaban manusia banyak.
Meskipun demikian, kemampuan manusia dalam mengubah materi menjadi energi masih berada dalam tahap perbaikan serta pengembangan. Demikian pula, manusia telah berhasil kendatipun dalam kadar sangat minim dan rendah, mengubah energi menjadi materi dengan alat yang disebut Akselerator partikel (particel accelerator).
Walaupun demikian, kadar kemampuan dalam hal itu masih terus ditingkatkan dan disempurnakan, sehingga kita akan sampai pada satu kesimpulan, pengubahan materi menjadi energi dan sebaliknya merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan secara ilmiah dan praktis.
Jika manusia kelak bisa melakukan perubahan antara materi dan energi dengan mudah, maka pasti ia akan menghasilkan perubahan total dan mendasar. Bahkan, boleh jadi, manusia melahirkan revolusi besar-besaran dalam kehidupan modern sekarang.
Salah satu sebab yang memungkinkan pengiriman energi adalah menggunakan kecepatan cahaya pada gelombang mikro ketempat mana saja yang kita inginkan, yang kemudian kita ubah kembali menjadi energi.
Dengan cara itu, kita bisa mengirim peralatan atau perlengkapan apa saja, bahkan rumah berikut isinya bisa dipindahkan ke daerah mana saja dimuka bumi ini menurut pilihan kita atau malah dipindahkan ke bulan atau Mars sekalipun hanya dalam beberapa detik atau beberapa menit saja, sebagaimana yang sering kita tonton dalam serial televisi StarTrex.
Tetapi satu hal yang masih diakui sebagai kendala utama oleh para sarjana fisika untuk membuktikan mimpi ini adalah menggabungkan dan merangkaikan bagian-bagian atau atom-atom partikel dalam bentuk aslinya secara sempurna sehingga setiap atom diletakkan pada tempat semula sebelum atom itu diubah menjadi energi guna melakukan tugas pokoknya.
Masih ada kesukaran lain yang harus dihadapi oleh Sains modern, yaitu kemampuan menghimpun gelombang elektro magnetik yang ada sekarang, yang tampaknya hanya 60% saja. Ini disebabkan berpencarnya gelombang itu di udara.
Mengubah materi menjadi gelombang mikro telah tercapai sekarang ini dengan metode yang ditempuh manusia dalam bentuk aslinya yang memerlukan pengubahan materi menjadi energi panas, lalu energi mekanik kemudian energi listrik dan terakhir dikirimkan lewat gelombang mikro.
Itulah sebabnya kita mendapatkan bahwa bagian terbesar dari materi yang kita dahulukan membuatnya itu tercerai-berai dicelah-celah perubahan tersebut, dan sisanya hanya bagian kecil saja yang dapat kita kirimkan lewat gelombang mikro. Kemampuan pengubahan energi mekanik menjadi energi listrik tidak akan lebih dari 20%.
Meskipun kita telah melewati kelemahan teknologi sekarang dalam mengubah uranium menjadi energi, maka yang berubah menjadi energi itu hanyalah bagian kecil dari uranium. Sementara sisanya ada pada panas nuklir yang memancarkan energinya pada ribuan dan jutaan tahun dan berubah menjadi anasir lain sehingga akhirnya menjadi timah.
Jika saja kita bisa memanfaatkan sebagian lagi dari materi yang tercerai-berai itu, tentulah berarti jika kita mulai membuat singgasana Ratu Saba’, lalu kita ubah menjadi energi melalui suatu metode tertentu dan kita kirimkan energi ini via gelombang mikro kemudian gelombang ini kita terima lagi lalu kita ubah sekali lagi menjadi energi atau diubah menjadi materi, maka kita tidak akan mendapatkan lebih dari 5% dari singgasana Ratu Saba’ itu.
Sisanya tercerai-beraikan dicelah-celah perubahan-perubahan itu jika kita lihat kemampuan paling minimal dalam praktik ini. Yang 5% dari materi asli itu tidak akan cukup untuk membangun satu bagian kecil saja dari singgasana Ratu Saba’, baik kakinya maupun tangannya.
Namun hasil yang dicapai oleh prajurit Nabi Sulaiman itu adalah 100% sehingga sang Nabi sendiri berkata sebagaimana disebutkan dalam AlQur’an :
Dia berkata: “Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal.”
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasana mu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
(QS. 27:41-42)
Sayangnya, sebagaimana yang umum terjadi di setiap negeri yang makmur, akan selalu ada kelompok-kelompok tertentu yang iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, begitupula halnya dengan pemerintahan Nabi Sulaiman, ada orang-orang yang ingkar kepada Allah dan kenabiannya mengatakan hal-hal yang mereka buat-buat :
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan (jin) pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir.
Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang Malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seseorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.”
(QS. 2:102)
Sulaiman, adalah seorang yang cerdas dan mumpuni serta mendalam ilmunya, baik di bidang teknologi maupun psikologi, dia juga mengetahui bahwa betapa kekuasaan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya adalah suatu hal yang berat dan penuh tanggung jawab, ia pesimis bahwa sepeninggalnya kelak kerajaannya akan tetap langgeng, aman sejahtera sebagaimana sewaktu dia masih ada.
Selain itu ia juga khawatir bahwa ketinggian teknologi kerajaannya itu akan menimbulkan kekacauan dan malapetaka bagi manusia jika sampai jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
Karenanya Sulaiman dengan kedudukannya sebagai seorang Nabi telah berdoa kepada Allah :
"Ia berkata: ”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”
(QS. 38:35)
Sungguh besar perhatian Nabi Sulaiman bagi peradaban manusia, melalui doanya itu, beliau bukan ingin menghalangi orang lain mencapai peradaban yang tinggi melampui apa yang dicapainya, melainkan malah ingin menghindarkan kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh kemajuan itu sendiri.
Apa yang telah dicapai oleh Nabi Sulaiman, sebuah kerajaan yang besar dan megah, beristanakan kaca serta dipenuhi dengan berbagai gedung yang menjulang tinggi dan kecepatannya dalam sehari dua bulan perjalanan manusia biasa.
Disertai pula kemampuannya berbahasa binatang sekaligus mampu mengendalikan prajurit dan buruh tangguh yang terdiri dari Jin dan manusia serta pasukan burung yang dapat ia perintah menurut apa yang dikehendakinya lengkap dengan segala kemajuan teknologinya, termasuk transformasi.
"Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang telah Kami memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. 21:81)
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
(QS. 27:17)
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan (jin) yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dam mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu.
(QS. 21:82)
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya itu adalah istana licin yang terbuat dari kaca”. Berkata Balqis : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.
(QS. 27:44)
Apa jadinya jika kekuasaan yang dicapai oleh Nabi Sulaiman itu dipegang oleh orang lain dan dibuat untuk kerusakan sesama manusia? Sungguh sukar untuk dibayangkan.
==================
Dengan tidak mempersempit pemikiran mengenai fenomena UFO, ETI, dan hal-hal lainnya yang berbau makhluk luar angkasa, ada satu kemungkinan yang prosentasenya berbanding sama.
Bahwa apa yang kita lihat selama ini dengan UFO dan berbagai fenomena mengelilinginya tidak lain adalah sisa-sisa peradaban yang dilestarikan oleh para Jin dan setan hingga hari ini dan diajarkan kepada beberapa orang manusia tertentu untuk membuat kekacauan di dunia.
Mungkinkah? Bisa jadi...
Label:
Sains Teknologi
Langganan:
Komentar (Atom)