Betapa indah alam negeri kita indonesia, betapa pas diberi julukan negeri yang ada diantara "nusa-nusa" atau pulau-pulau, itulah Nusantara. Tapi tahukan kita sejauh mana sejarah peradaban masa lalu negeri ini? Tidak, kita tidak akan bicara soal pra-sejarah. Lupakan makhluk-makhluk erectus itu. Bukan itu maksud saya, tapi sesuatu yang mampu berkembang dan memiliki kebudayaan.
Kita kadang sering membandingkan kondisi sejarah diberbagai belahan dunia, tapi bagaimana kondisi negeri kita sendiri? Kita terkagum-kagum dengan assiria, babilonia kuno, mesir kuno, kebudayaan yunani, persia atau bahkan china yang sudah ada ribuan tahun sebelum masehi, dengan berbagai prasasti dan budaya yang mengagumkan tak terbantahkan.
Lalu kita, siapa sebenarnya kita?
Sejauh ini para ahli sejarah baru dapat mencatat, bahwa waktu paling jauh yang didapat seputar informasi tentang negeri kita tercinta ini, negeri Indonesia gemah ripah loh jnawi, disampaikan bahwa ada pada sebuah kurun waktu dimana tersebut sebuah kerajaan bernama SALAKANAGARA, dari sinilah semuanya berawal....
Dimanakah letak kerajaan tersebut? siapa mereka? berasal darimana?
Untuk menjawabnya, mungkin kita perlu sejenak menghayati, betapa perjalanan ini begitu lama, jauh...menembus masa kurun awal Masehi kurang lebih abad pertama.
Sangat mungkin kalau sebelum jaman Salakanagara, negeri ini sudah berpenghuni. Sebagian mengatakan bahwa penghuninya berasal dari daerah Yunan, China Selatan yang bermigrasi. Mungkin sebelum itu memang negeri ini masih kosong, cuma badak, gajah,macan, dan kerbau. Itu mungkin saja. Di Afrika pun sampai sekarang masih banyak wilayah kosong yang hanya ada hewan.
Namun ternyata selain Yunan, masih banyak dari wilayah lain juga yang masuk sehingga terjadi akulturasi. Jadilah orang indonesia dengan bentuk fisik yang khas. Namun sayangnya, kebudayaan mereka tidak berkembang, terutama bahwa mereka dalam catatan sejarah mereka belum dapat baca tulis, sampai tiba tamu-tamu dari seberang.
Bandingkan dengan China di waktu yang sama, yang banyak melahirkan para pujangga. Banyak karya tulis yang melahirkan gagasan besar yang fantastis
Atau India dengan kehebatan kitab-kitab dewa seperti Ramayana atau Mahabrata, dari kitab-kitab mereka lahir ilmu-ilmu luhur dan teknologi luar biasa, contohnya Vimana (lihat artikel Vimana di blog ini).
Atau Mesir yang sejak 2000 tahun sebelumnya bahkan sudah mengenal perkakas logam dan besi seperti peralatan makan dengan menggunakan sendok dan garpu, saudara kalau membaca AlQuran Surat Yusuf, perhatikan bagaimana perempuan mesir terbiasa dengan perkakas besi untuk memotong buah hingga melukai tangan mereka saat melihat Yusuf a.s. Mahakarya mereka tentang arsitek pun tak terbantahkan bahkan bertahan ribuan tahun hingga sekarang.
Atau orang yahudi di wilayah palestina, bukan lagi mengenal baca-tulis tapi bahkan gemar memutar-mutar lidah dan membolak-balik serta merubah kitab taurat sesuai nafsu mereka. Luar Biasa! Luar biasa bodoh dan kurang ajar kepada Sang Pemberi Ilmu....
Dan pada waktu yang sama, kita bahkan sama sekali belum mampu menciptakan sebuah budaya.....ironis.
Tapi itulah kenyataannya. Sebagai generasi baru, kita adalah generasi muda, generasi penerus, yang akan meneruskan semangat angkatan terdahulu, di Mesir, China maupun India.
Diperkirakan wilayah yang disebut kemudian sebagai Salakanagara sudah mempunyai komunitas penduduk sekitar 150 tahun sebelum kelahiran Al-Masih (150 SM). Mungkin juga sebelumnya bahkan sudah ada hubungan erat dengan negeri India, dan China. Karena itulah kepercayaan yang berkembang disana adalah Hindu dan Budha. Andaikata para Nabi Alaihissalam sampai ke negeri ini lebih dulu mungkin akan lain ceritanya.
Untuk mengetahui lebih lanjut, kita simak artikel berikut!
--------------------------------------------
Salakanagara, berdasarkan Naskah Wangsakerta - Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara).
Nama ahli dan sejarawan yang membuktikan bahwa tatar Banten memiliki nilai-nilai sejarah yang tinggi, antara lain adalah Husein Djajadiningrat, Tb. H. Achmad, Hasan Mu’arif Ambary, Halwany Michrob dan lain-lainnya. Banyak sudah temuan-temuan mereka disusun dalam tulisan-tulisan, ulasan-ulasan maupun dalam buku. Belum lagi nama-nama seperti John Miksic, Takashi, Atja, Saleh Danasasmita, Yoseph Iskandar, Claude Guillot, Ayatrohaedi, Wishnu Handoko dan lain-lain yang menambah wawasan mengenai Banten menjadi tambah luas dan terbuka dengan karya-karyanya dibuat baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
ASAL KETURUNAN
Pendiri Salakanagara, Dewawarman adalah duta keliling, pedagang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India) yang akhirnya menetap karena menikah dengan puteri penghulu setempat, sedangkan pendiri Tarumanagara adalah Maharesi Jayasingawarman, pengungsi dari wilayah Calankayana, Bharata karena daerahnya dikuasai oleh kerajaan lain. Sementara Kutai didirikan oleh pengungsi dari Magada, Bharata setelah daerahnya juga dikuasai oleh kerajaan lain.
Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang. Adalah Aki Tirem, penghulu atau penguasa kampung setempat yang akhirnya menjadi mertua Dewawarman ketika puteri Sang Aki Luhur Mulya bernama Dewi Pwahaci Larasati diperisteri oleh Dewawarman. Hal ini membuat semua pengikut dan pasukan Dewawarman menikah dengan wanita setempat dan tak ingin kembali ke kampung halamannya.
Ketika Aki Tirem meninggal, Dewawarman menerima tongkat kekuasaan. Tahun 130 Masehi ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan dengan nama Salakanagara (Negeri Perak) beribukota di Rajatapura. Ia menjadi raja pertama dengan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara. Beberapa kerajaan kecil di sekitarnya menjadi daerah kekuasaannya, antara lain Kerajaan Agnynusa (Negeri Api) yang berada di Pulau Krakatau.
Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII). Salakanagara berdiri hanya selama 232 tahun, tepatnya dari tahun 130 Masehi hingga tahun 362 Masehi. Raja Dewawarman I sendiri hanya berkuasa selama 38 tahun dan digantikan anaknya yang menjadi Raja Dewawarman II dengan gelar Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Prabu Dharmawirya tercatat sebagai Raja Dewawarman VIII atau raja Salakanagara terakhir hingga tahun 363 karena sejak itu Salakanagara telah menjadi kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Tarumanagara yang didirikan tahun 358 Masehi oleh Maharesi yang berasal dari Calankayana, India bernama Jayasinghawarman. Pada masa kekuasaan Dewawarman VIII, keadaan ekonomi penduduknya sangat baik, makmur dan sentosa, sedangkan kehidupan beragama sangat harmonis.
Sementara Jayasinghawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Calankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya.
Di kemudian hari setelah Jayasinghawarman mendirikan Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumanagara. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan Daerah.
RAJA-RAJA
Tahun berkuasa -- Nama raja -- Julukan -- Keterangan
130-168 M Dewawarman I Prabu Darmalokapala Aji Raksa Gapura Sagara Pedagang asal Bharata (India)
168-195 M Dewawarman II Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra Putera tertua Dewawarman I
195-238 M Dewawarman III Prabu Singasagara Bimayasawirya Putera Dewawarman II
238-252 M Dewawarman IV Menantu Dewawarman II, Raja Ujung Kulon
252-276 M Dewawarman V Menantu Dewawarman IV
276-289 M Mahisa Suramardini Warmandewi Puteri tertua Dewawarman IV & isteri Dewawarman V, karena Dewawarman V gugur melawan bajak laut
289-308 M Dewawarman VI Sang Mokteng Samudera Putera tertua Dewawarman V
308-340 M Dewawarman VII Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati Putera tertua Dewawarman VI
340-348 M Sphatikarnawa Warmandewi Puteri sulung Dewawarman VII
348-362 M Dewawarman VIII Prabu Darmawirya Dewawarman Cucu Dewawarman VI yang menikahi Sphatikarnawa, raja terakhir Salakanagara
Mulai 362 M Dewawarman IX Salakanagara telah menjadi kerajaan bawahan Tarumanagara
-----------------------------
Salakanagara adalah cikal bakal Tarumanegara, tadi sudah dijelaskan. Insya Allah pada tulisan selanjutnya kita lihat perkembangan kerajaan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar